Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita PilihanBitungEdukasi dan Religi

Gebyar Ketupat, Sekot Bitung Ikut Tandatangani Deklarasi Pesan Damai

×

Gebyar Ketupat, Sekot Bitung Ikut Tandatangani Deklarasi Pesan Damai

Sebarkan artikel ini
Bitung, Andalangi
Plt Sekda Bitung Drs Malton Andalangi

manadoterkini.com, BITUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Malton Andalangi MSi, Rabu (13/7/2016) ikut menandatangani pesan damai di baliho Deklarasi bersama-sama dengan tokoh-tokoh Agama yang ada di Kota Bitung.

Penandatangan pesan damai tersebut dilakukan berbarengan dengan Gebyar Ketupan/hari raya ketupat bagi umat muslim yang ada di Kota Bitung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di‎ Kelurahan Kakenturan I, Kecamatan Maesa.

Gebyar ketupat kali ini mengambil tema “Damai Mulai dari Pa Torang”. Kegiatan ini diawali dengan ‎doa bersama untuk kerukunan dan kedamaian di Kota Bitung.‎

Andalangi dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. ‎Selain sarat akan makna religi juga terkandung nilai positif didalamnya ‎yakni mengajak para pemuda remaja untuk menumbuhkan rasa cinta damai dengan ‎menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan saling menghormati antara agama ‎yang satu dan yang lain.‎

“Saya salut para pemuda remaja disini mampu memberikan terobosan positif mengajak semua masyarakat untuk cinta damai, ‎sehingga memberikan teladan yang patut dicontohi pemuda remaja lainnya,” katanya.‎

Lanjutnya, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan oknum tertentu yang bertujuan memecah belah bahkan mengancam keutuhan persatuan di Kota ‎Bitung

“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus ‎menjaga dan memelihara perdamaian yang selama ini terjaga di Kota Bitung,” tandas Andalangi yang ‎didampingi Asisten I Setda Kota Bitung Dr Hermanus Bawuoh.

Sementara itu, Mochtar Ishak salah satu tokoh Agama di kota Bitung mengatakan, p‎argelaran kegiatan Hari Raya Ketupat ini telah menjadi kegiatan tahunan ‎yang diperingati tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. “Kegiatan ini melibatkan ‎semua unsur masyarakat bukan hanya dari yang beragama muslim saja ‎tapi juga melibatkan warga non muslim. ‎Kerukunan dan kebersamaan seperti ini memang sudah terpelihara sejak lama disini,” katanya.

Ia pun menambahkan, terkait dengan isu provokatif oknum tertentu yang sempat beredar di tengah ‎masyarakat, hendaknya tidak mudah ‎percaya. “Menghadapi isu semacam itu perlu ada koordinasi dengan pihak ‎terkait baik itu BKSUA, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan bahkan ke pihak kepolisian. Makanya masyarakat ‎diberi pemahaman untuk tidak mengambil tindakan melainkan harus berkoordinasi akan kebenaran isu tersebut,” ujar Ishak‎.(ref)