Rabu, 27 Mei 2020

BAKAMLA Siap Menjaga Keamanan Laut di Sulut

manadoterkini.com, MANADO – Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Ari Soedewo, menyampaikan data world drugs report 2016 dari United Nation Office On Drugs and Crime (UNODC) yang menunjukkan peningkatan peredaran narkoba melalui jalur laut yang disebut shouthern route.

bakamlaOleh karenanya, melalui kegiatan MSDE ke-8 ini, Soedewo mengharapkan adanya satu formulasi kerjasama teknis operasional berdasarkan ketentuan hukum internasional guna menanggulangi permasalahan tersebut.

“Jadi apabila memungkinkan, formulasi yang dihasilkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat diangkat sebagai sebuah best practices penanggulangan peredaran narkoba melaui laut ke tingkat kawasan Asia Pasifik,” kata Soedewo, Senin (08/05/2015) pada kegiatan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) ke-8 yang diadakan di Hotel Aryaduta Manado.

Lanjutnya, setelah delapan tahun dilaksanakannya MSDE, terdapat peningkatan terhadap pemahaman hukum laut internasional secara regional. Hal ini dapat dilihat dari pencegahan secara regional dan aktivitas penegakan hukum di laut yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

bakamlaSebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan sangat pentingnya peranan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam menjaga keamanan laut.

Karena karakteristik wilayah Sulut yang sangat rentan dengan berbagai tindak kejahatan di laut, seperti penyelundupan, perdagangan manusia, peredaran narkoba.

“Kontribusi Bakamla RI sebagai penjaga lautan nusantara sangat penting sehingga kemampuannya perlu dikembangkan agar dapat mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

bakamlaDengan dipilihnya Sulut sebagai tempat pelaksanaan MSDE ke-8, dikatakan Gubernur sebagai kebanggaan bagi masyarakat Sulut.

“Kepercayaan itu akan dijawab dengan dukungan yang optimal dari pemerintah daerah bagi suksesnya kegiatan tersebut. Kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulut ke depan, khususnya dalam aspek kedaulatan maritim di wilayah Sulawesi Utara,” urainya.

Ditambahkan OD dibukanya jalur pelayaran Kapal Roll On Roll Of (RoRo) MV Super Shuttle Roro 12 rute Davao (Filipina) – Bitung (Indonesia) dapat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.

sulut“Namun kelancarannya sangat tergantung dengan situasi keamanan laut. Jalur pelayaran Davao ke Bitung sudah dibuka. Kami berharap Bakamla dapat terus menjaga keamanan laut untuk kelancaran pelayaran,” ujar Gubernur.

Pertemuan multilateral ini dihadiri pula oleh Prof. Stuart Kaye dan Dr. Chris Rahman dari The Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), Deputy Commisioner Of ABF Michael Outram, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah Brigjen Pol Drs Bastomy Sanap SH MBA M.Hum dan pejabat lainnya.(Pra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*