Rabu, 26 Juni 2019

Irup Hari Lahir Pancasila ke-74, ROR Bacakan Sambutan Kepala BPIP RI

minahasamanadoterkini.com, TONDANO – Bupati Minahasa Ir Royke Oktavian Roring MSi bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-74 yang dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Minahasa.

Mengutip sambutaan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia ROR megatakan bahwa Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ujar Bupati.

Lanjutnya, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Berkat Pancasila yang engan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan selogan ‘Bhineka Tunggal Ika’.

Dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan Hari Kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan. Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai nilai fundemental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa.

“Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan ‘Piagam Jakarta’ oleh ‘panitia kecil’ tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus. Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai ‘leitstars dinamis’, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Tema peringatan Hari lahir Pancasila tahun 2019 ‘Kita Indonesia, Kita Pancasila’.

“Sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan Keniscayaan. Mari kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai energi positif bangsa, terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi Bangsa Indonesia. Karena Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua,” jelasnya.

“Kita Indonesia Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur. Mari kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam Keadilan,” sambungnya mengakhiri sambutan Kepala BPIP RI. (fis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*