Pecinan Manado akan dikerumuni warga, ini rute prosesi Cap Go Meh 2020

manadomanadoterkini.com, MANADO – Perayaan Cap Go Meh menjadi salah satu Calender of Event Pemkot Manado. Sabtu (08/02/2020) sore nanti di Kawasan Pecinan atau Kampung Cina, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang akan diserbut warga maupun wisatawan, untuk menyaksikan atraksi para tang sing.

Warga Kota Manado dan sekitarnya, yang ingin menyaksikan prosesi Cap Go Meh perlu mengetahui rute-rute yang akan dilewati.

Panggung utama seperti biasanya berada di depan 2 klenteng besar, yakni Ban Hin Kiong dan Kwan Kong, yang menjadi lokasi start dan finish dari arak-arakan.

Setelah start dari depan dua klenteng, arak-arakan akan melewati Jln DI Panjaitan, berbelok ke Jln Sisingamangaraja, dan kemudian mengarah ke Kelurahan Istiqlal lewat Jln Sasuit Tubun.

Kemudian menuju ke Jln Dr Soetomo menuju Jln Walanda Maramis, kemudian melewati gedung Presiden Shoping Center, sebelum kemudian masuk kembali ke Jln DI Panjaitan dan finish di depan Klenteng Ban Hin Kiong dan Klenteng Kwan Kong.

Dengan adanya kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado Dra Lenda Pelealu MSi berharap masyarakat yang menyaksikan festival ini agar menjaga ketertiban dan keamanan, serta kebersihan. Kegiatan akan dimulai Pukul 15.00 Wita sampai selesai.

“Kami menghimbau warga nantinya yang akan menyaksikan Fesvital Cap Go Meh ini agar menjaga bersama ketertiban, keamanan dan kebersihan. Dan untuk pengguna jalan, kami mohon maaf jika terjadi kemacetan karena akan ada pengalihan jalur kendaraan selama kegiatan digelar,” ujar Kadis Lenda Pelealu, Jumat (07/02/2020) siang ini.

Sebelumnya, Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) mengundang dan mengajak warga Kota Manado untuk ikut meramaikan dan menyukseskan Festival Cap Go Meh ini.

“Akhir pekan nanti akan ada peracayaan Cap Go Meh, 8 Februari 2020. Masyarakat Kota Manado saya undang kita ramai-ramai menyaksikan kegiatan tersebut,” ujar Walikota GSVL, Kamis (06/02/2020).

Dikatakannya, Pemkot Manado telah membangun suatu wadah yang namanya ‘Rumah Besar Kita Bersama’, yang di dalamnya terdapat perbedaan suku, budaya, agama, golongan dan berbagai macam keanekaragaman lainnya.

“Kerukunan mutlak dan prioritas dipertahankan di Kota Manado. Karenanya, beragam kegiatan keagamaan, adat dan budaya di kota kita ini harus disukseskan, termasuk Cap Go Meh ini,” kata Walikota Manado dua periode ini.(*/aldi)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan