WFM ala Kaban Liny Ciptakan ECO ENZYM untuk selamatkan Bumi

kabanmanadoterkini.com, MANADO – Sudah sebulan lebih para ASN dan THL harus ‘dirumahkan’ atau bekerja dari rumah (Work From Home). WFH ini bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus covid 19.

Kaban Bapelitbangda Liny Tambajong pun membuat ezo enzyme. Menurut pejabat yang dikenal sangat mencintai lingkungan tersebut,  Sudah sebulan lebih sejak WFH, tidak ada lagi sampah kulit buah dan sayur disetor ke petugas motor sampah.

Jika sampah-sampah ini kita buang sembarangan, akan menjadi sumber bau busuk dan akan menghasilkan Gas Metana. Gas Metana yang di keluarkan dari sampah organik dapat memerangkap 21 kali lebih banyak panas dari pada CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan itu memperburuk pemanasan Global.menghasilkan Gas Metana.

Bagaimana agar kita tidak turut andil menyumbangkan pemanasan global?

Eco Enzym jawabannya, saya mulai membuatnya ukuran botol CC 1,5 yang sudah berderet deret banyaknya, wadah plastik 5 L sudah 6 bh, sekarang 6 wadah 10 L terisi semua. next wadah 26 L menunggu.

Selama proses pembuatan eco enzyme, dihasilkan pula ozon yang bermanfaat dalam mengurangi karbon dioksida dan logam berat di udara. Selain itu dihasilkan pula NO3 dan CO3 yang juga membantu dalam membersihkan udara di atmosfer.Gas yang dihasilkan selama pembuatan eco enzyme/eco enzim ini sangat berperan dalam menurunkan efek rumah kaca penyebab global warming.

Nitrit di udara berperan sebagai nutrien tanaman dan tanah. Enzim ini juga dapat menetralisir racun dan polutan di sungai, tanah, dan atmosfer. Eco Enzyme adalah hormon alami bagi tumbuhan dan pohon juga herbisida dan pestisida alami.

“Jika tiap rumah membuat eco enzyme akan sangat membantu dalam mengatasi global warming. Bayangkan kita dapat menyelamatkan bumi dari dapur kita,” tandasnya. (*/mlz)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan