Pemkot Bitung mulai salurkan BST dari Kemensos

Bitung

Hadir: Kepala Perwakilan BPKP Sulu, Kepala Kantor Pos Manado, Wakapolres, Kasioidsus Kejari, Kadis Sosial, Inspektur Kota Bitung, Para Camat serta 8 perwakilan Keluarga penerima manfaat

manadoterkini.com,  SULUT – Walikorta Maximiliaan Jonas Lomban me-launching penyerahan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos), Sabtu, 16 Mei 2020. Penyerahan BST yang bertempat di BPU Kantor WalikotaBitung, untuk tahap pertama diserahkan tiga ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan Rp600 ribu.

Walikota saat menyampaikan pengarahan pada kesempatan itu mengatakan BST merupakan bantuan dari pemerintah melalui Kemensos. Bantuan tersebut diberikan pemerintah agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masing–masing KPM untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari khususnya yang terdampak covid-19.

Walikota menyatakan pada tahap pertama ini sejumlah tiga ratusan KPM yang akan menerima BST. Penyaluran BST tersebut akan terus dilanjutkan hingga 4100 kuota KPM di kota Bitung menerima bantuan dimaksud dan target kita sebelum idul fitri proses penyalurannya sudah selesai semua, sehingga BST ini dapat membantu saudara-saudara yang akan merayakan hari raya.

Kepada seluruh aparat saya ingatkan sekali lagi “Jangan sampai terjadi pemotongan seperser pun, silahkan teman-teman wartawan awasi dilapangan, apabila ada hal-hal yang dipertanyakan silahkan langsung ke kadis sosial, kepala kantor pos dan disini juga ada kepala perwakilan BPKP sulut beliau sangat membuka diri apabila teman-teman ingin bertanya terkait hal-hal yang terjadi dilapangan ada juga pak Wakapolres yang mewakili pak kapolres serta kasipidsus yang mewakili ibu kajari, jadi proses ini sangat terbuka dan diawasi oleh pihak-pihak yang berkompeten”

Kepada KPM yang akan menerima BST Lomban berpesan agar tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan. “Saya minta bapak ibu sekalian agar selalu tertib karena kita masih dalam suasana covid-19. Kita harus melaksanakan protokol kesehatan yaitu dengan tetap menjaga jarak aman, memakai masker, mencuci tangan, untuk itu saya minta para camat proaktif dan mengatur teknis dilapangan, gunakan Toa untuk menginformasikan kepada KPM agar tidak terjadi penumpukan”

Posting Terkait

Tinggalkan pesan