HUT Pancasila di Sulut Hadirkan 500 Peserta dan 2.578 Assessment

manadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (1/6/2020) menggelar Live Event Kader Bela Negara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke 75 tanggal.

Acara Peringatan Hari Lahir Pancasila sukses dilaksanakan oleh Badan Kesbangpolda Sulut yang pimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo secara nasional melalui video conference yang dilanjutkan dengan Assessment Bela Negara yang dibuka oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Zoom meeting yang diikuti 500 peserta dan 2.578 Assessment.

Olly sendiri memberi apresiasi atas kegiatan ini, apalagi dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Menurut Olly, kegiatan Kader Bela Negara ini memang sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum milenial guna menyongsong dan menjalani tatanan normal baru, mencegah dengan berperilaku yang benar di tengah pandemi COVID-19.

Olly menambahkan, kegiatan dalam rangka Hari Lahir Pancasila sudah disiapkan sejak awal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat Sulut. Namun karena kondisi pandemi COVID-19 ini, sehingga kegiatan dibatasi saja.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpolda Sulut Evans Steven Liow menambahkan bahwa kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan oleh Pemerintah Sulawesi Utara sesuai arahan Kementerian Pertahanan melalui Kesbangpolda Sulut dan merupakan wujud program ODSK 2020.

“Ini untuk menjalankan amanat dari Gubernur Sulawesi Utara dalam arahan di acara Live Event Kader Bela Negara yang memintakan Kesbangpolda untuk merekrut Kader Bela Negara mencapai 25 000 orang hingga akhir tahun 2020 untuk membantu pemerintah menuju New Normal di masa pandemi COVID-19 untuk Indonesia maju, Sulut Hebat,” jelas Liow.

Lanjut Liow kekuatan sebuah daerah dalam menangani penyebaran COVID-19 di Sulawesi Utara tak hanya peralatan kesehatan (Ventilator, PCR, maupun laboratorium serta obat obatan) semata, tetapi juga perilaku manusianya dan masyarakat (rasa nasionalismenya) terhadap cinta daerah dan terlebih kepada bangsa dan negara.

“Maka salah satu program di Kesbangpolda Sulut Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa adalah rekrutmen kader bela negara yang merupakan gagasan pemerintahan Provinsi Sulut untuk mempersiapkan masyarakat terutama generasi milenial menghadapi dua bentuk ancaman, yakni ancaman militer dan nirmiliter,” kata Liow kepada Manado Terkini.

Liow menambahkan meski kita adalah negara yang cinta damai akan tetapi tiap warga masyarakat harus selalu siaga terhadap ancaman pademi COVID-19 dan ancaman terhadap degradasi moral secara bersama dan bergotong royong untuk mendidik masyarakat terutama generasi milenial untuk ikut program kader bela negara.

“Bela negara itu membentuk disiplin pribadi, nanti bisa membentuk displin kelompok dan membentuk disiplin nasional. Hanya negara yang disiplin akan menjadi negara yang besar.
Setiap warga Provinsi Sulut memiliki hak dan kewajiban selama hidup di tanah tercinta, selama ini, banyak orang hanya menuntut haknya saja, sementara kewajiban tidak pernah ditunaikan” kata Liow.

Oleh karena itu, lanjut Liow dengan ikut serta sebagai kader bela negara, maka itu termasuk sebagai pemenuhan kewajiban terhadap negara. Kader bela negara bukan wajib militer, namun sebagai hak dan kewajiban yang perlu disiapkan dengan baik.

“Tujuan pembentukan kader bela negara adalah untuk mendisiplinkan anak-anak muda Indonesia termasuk Milenial di Sulawesi Utara. Kader Bela negara adalah yang program bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (Kodam XIII Merdeka) dengan tujuannya untuk disiplinkan anak-anak muda (siswa SMA/SMK, mahasiswa dan generasi milenial), seperti revolusi mental dan membuat kita lebih aware terhadap masalah narkoba, terorisme, dan masalah lainnya,” jelas Liow.

Mereka nantinya akan tercatat di Kesbangpolda Sulut, tutup Liow. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan