SMK N 1 MotBar Gelar UKK bagi Siswa – Siawi

minselmanadoterkini.com, AMURANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) hari pertama.

Jika tahun lalu UKK tidak dilaksanakan akibat pandemi Covid19, maka tahun ini dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah pusat.

Pelaksanaan UKK berbasis komputer untuk program keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran .

“Siswa dan siswi diuji prosedur penyajian data pelayanan surat menyurat dan pembukuan di kantor lewat sistem Excel yang terdapat dalam komputer, sedangkan untuk kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran, siswa- siswi di uji bagaimama prosedur menjalankan marketing online,” ungkap Kepsek Sammy Palapa SPd melalui Sekretaris Panitia UKK SMK N 1 Motoling Barat tahun 2021 Lidya Legi SPd.

Lanjut Dia, secara teknis, pelaksanaan UKK kali ini telah dipersiapkan 1 minggu sebelum hari pelaksanaan.

Berbagai persiapan seperti koordinasi dengan tim penguji dari lembaga perusahaan swasta seperti Toko Sakura Mart yang pernah diundang juga untuk menjadi dewan penguji dalam UKK tahun-tahun sebelumnya.

minselUntuk teknis pengerjaan tugas UKK khusus jurusan perkantoran siswa dan siswi diberikan bahan ujian dan menjawabnya lewat sistem komputer, ada pula yang mengarahkan siswa untuk merancang dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban keuangan.

Hal ini mengasah kompetensi mereka dalam bidang tersebut, terang ketua panitia pelaksana UKK SMK N 1 Motoling Barat.

Beda halnya dengan jurusan Pemasaran siswa – siswi telah dipersiapkan produ-produk seperti sabun, peralatan make-up, tissu dll, dan mereka memasarkan lewat medsos di telefon genggam mereka.

Ini merupakan satu tindakan dan upaya dinas pendidikan pusat yang sudah dirancang bagi siswa/i dilingkungan SMK.

Dengan peralatan yang sederhana dan jaringan yang memadai panitia pelaksana berupaya memaksimalkan pelaksanaan UKK tahun ini terang Operator Panitia UKK SMK N 1 Motoling Barat. Harapannya juga agar pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah pelosok seperti desa Tondei agar lebih memaksimalkan lagi jaringan internet disini jelasnya. Karena kemajuan satu desa juga perlu didukung oleh sistem jaringan internet.

Jaringan internet yang memadai juga menopang stabilitas dalam pendidikan khususnya di desa Tondei, oleh karena itu pihak sekolah juga sangat mengharapkan perhatian pemerintah. Sampai saat ini proses pembelajaran di SMK N 1 Motoling Barat berjalan cukup baik dan stabil dengan memperhatikan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan Indonesia. Pendidikan yang hebat tentunya harus ditunjang oleh sarana dan prasarana yang baik pula.(vic)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan