ManadoPolitik

Arus Bawah Gadang Richard Sualang – Lucky Senduk Lanjutkan Pemerintahan AARS 

×

Arus Bawah Gadang Richard Sualang – Lucky Senduk Lanjutkan Pemerintahan AARS 

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Peta politik di Kota Manado yang begitu dinamis makin menarik untuk diikuti.

Tidak heran sejumlah partai mulai dari pusat hingga ke daerah sudah pasang kuda-kuda untuk menghadapi perhelatan politik kedepan.

PDI Perjuangan sebagai partai penguasa di Ibu Kota Nyiur Melambai mulai mengadang siapa yang akan mengantikan Andrei Angouw sebagai top eksekutif di gedung putih tikala.

Konsolidasi arus bawah mulai mengadang figur yang akan berpasangan dengan Richard Sualang yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Manado.

Lucky Senduk yang kini Direktur Umum Perumda Pasar Kota Manado, digadang akan berpasangan dengan Icad sapaan familiar Ketua DPD II PDIP Kota Manado.

Poros baru menghadapi perhelatan politik kedepan bukan hal baru bagi partai dengan lambang banteng moncong putih ini.

Barisan arus bawah ini menyebut Icad- Lucky sangat potensial untuk melanjutkan pemerintahan AARS.

“Kalau untuk akar rumput Sualang-Senduk sangat potensial dan ideal,” ujar kader banteng di barisan akar rumput.

Sualang disebut-sebut sebagai figur paling siap melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Wali Kota, mengingat rekam jejaknya sebagai Wakil Wali Kota dua periode, pengaruhnya di internal PDI-P, serta tingkat penerimaan publik yang stabil.

“Kenapa Lucky Senduk? Selain sangat berpengalaman di bidang organisasi seperti mantan Ketua KNPI Manado, mantan Ketua KPU Manado, mantan Wakil Ketua DPD Sulut dan kini menjabat Dirut Perumda Pasar. Perpaduan  tokoh muda Katolik dan GMIM bukan tidak mungkin dan sangat ideal,” ujar sumber yang engan menyebutkan namanya dipublis.

Kekuatan 16 kursi di DPRD Manado saat ini, dipastikan akan menjadi modal kuat kedepan.

Bukan tidak mungkin mereka akan tunduk menjalankan perintah dan amanah partai.

Isu duet ini bukan sekadar bisik-bisik. Dalam beberapa pekan terakhir, wacana tersebut menjadi bahan diskusi politik mulai dari level komunitas hingga elite menengah kota.

Seorang politisi senior Manado yang enggan dipublikasikan namanya menilai wacana ini memiliki basis kuat.

“Politik itu cair. Ada kecenderungan publik saat ini mencari kombinasi pemimpin berpengalaman tapi tetap adaptif terhadap perubahan. Duet Sualang–Senduk memenuhi dua spektrum itu, sehingga cepat diterima arus bawah,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Richard Sualang maupun Lucky Senduk. Namun, diamnya kedua tokoh justru memperkuat persepsi publik bahwa manuver politik menuju Manado 2029 telah mulai dirancang dari bawah.

Jika gelombang dukungan ini terus membesar, tidak menutup kemungkinan peta politik Manado akan mengalami pergeseran besar, dengan hadirnya poros baru yang dapat menantang konfigurasi kekuatan yang ada saat ini.

Duet Sualang–Senduk bahkan diprediksi bisa menjadi kunci arah baru kepemimpinan Kota Manado, menghadirkan gaya pemerintahan yang lebih kolaboratif, modern, dan responsif sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan pembaruan tanpa meninggalkan pengalaman. **