manadoterkini.com, KOTAMOBAGU – Proyek revitalisasi SMK Muhammadiyah Kotamobagu tahun anggaran 2025 berpotensi mengalami keterlambatan penyelesaian.
Proyek senilai Rp 2.865.084.000 ini seharusnya sudah memasuki tahap akhir pada Desember 2025, namun hingga 11 Desember 2025, tanda-tanda penyelesaian proyek nyaris tak terlihat.
LSM Kibar Nusantara Merdeka telah mengangkat isu ini dan meminta pemerintah dan aparat untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah, karena proyek ini dikerjakan melalui swakelola.
“Pekerjaan swakelola rawan dengan persekongkolan, sehingga dikuatirkan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan spek teknis,”ungkapnya.
Kaunang mengungkapkan, saat ini Masyarakat sangat berharap pembangunan gedung SMK tersebut selesai tepat pada waktunya.
Diketahui, Proyek Revitalisasi SMK Muhammadiyah adalah program prioritas nasional untuk memperbaiki dan mengembangkan sarana dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan agar dapat memenuhi standar pelayanan pendidikan yang berkualitas, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
Sementara ketika dikonfirmasi ke pihak sekolah, belum dapat memberikan keterangan apa-apa, mengingat kepala sekolah SMK Muhammadiyah sulit untuk ditemui. (SM)





