Berita PilihanManado

Tren Positif PAD Manado, Target 498 Miliar di Tahun 2026

×

Tren Positif PAD Manado, Target 498 Miliar di Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Tren positif realisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Manado hingga 23 April 2026,

Rp 150,537,358,321.33 atau 30.23% dari target 498 Miliar, dibandingkan Tahun 2025 lalu hanya 133,658,794,388.00 atau 28,32%.

Kepala Bapenda, Jefry F.R. Mongdong, S.Sos., M.Si., CGCAE, melalui Kapala Bidang Pajak dan Retribusi Richard Sem Rorong S.E, MSA, Ak, kepada manadoterkini.com, Tahun 2025 Bependa Kota Manado menuntas 2025 dengan mengumpulkan sebanyak Rp484.39 miliar, dari target sebesar Rp472 miliar

“Realisasi pemasukan daerah tersebut berasal dari sektor pajak dan retribusi, yang menjadi kewenangan Bapenda untuk melakukan penagihan dan pengumpulan sepanjang tahun lalu. Itu untuk tahun 2025 lalu. Tahun 2026 kita optimis bisa plus. Jika dibandingkan tahun lalu saat ini sudah surplus 14 miliar,” terang Rorong.

Dia lalu merinci sumber PAD tersebut yakni pertama pajak barang dan jasa tertentu, yang terdiri atas jasa perhotelan, jasa makanan dan minuman, kesenian dan hiburan, parkir dan tenaga listrik, kedua pajak reklame, ketiga pajak air tanah, empat sarang burung walet, kelima PBB-P2, keenam BPHTB, ketujuh obsen PKB, kedelapan obsen BBNKB dan satu retribusi parkir.

Lanjutnya, pada posisi 31 Desember 2025, semua target pendapatan berada di capaian angka 90 persen dari target yang ditetapkan, bahkan lima diantaranya mencapai di atas angka 100 persen.

Mengenai semua capaian tersebut, terutama sektor jasa makanan dan atau minuman, parkir, reklame serta bebrapa lain, Rorong mengatakan, memang selalu menjadi primadona pendapatan daerah di Kota Manado, selama ini.

“Jasa makanan dan atau minuman, parkir, reklame, air tanah, BPHTB, obsen PKB, obsen, BBNKB memang dongkrak pendapatan dari sektor pajak, hingga mencapai sampai 102,74 persen dari target Rp 467 miliar tahun lalu,” kata Kabid Sem.

Menurutnya pencapaian tahun lalu, menjadi motivasi bagi pihaknya untuk berpacu dalam PAD tahun ini, serta juga mengupayakan dan memaksimalkan yang masih agak kurang di tahun ini.

“Tentu saja kami melakukan berbagai langkah yang meringankan wajib pajak terutama masyarakat kalangan bawah, sehingga tidak akan memberatkan sebab yang dikumpulkan ini juga untuk kepentingan masyarakat Manado pada umumnya,”katanya.

Sementara itu Kaban Jefry F.R. Mongdong, menuturkan pencapaian Tahun 2025 menjadi fondasi kuat bagi Pemkot Manado untuk merealisasikan target PAD tahun 2026 sebesar Rp498 miliar, sebuah kenaikan optimis sebesar Rp26 miliar (atau sekitar 5%) dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka Rp472 miliar.

Kunci keberhasilan akselerasi PAD ini tidak lepas dari strategi pendekatan yang diterapkan tim Bapenda Manado. Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan bukan hanya soal penagihan, melainkan hasil dari kolaborasi dan komunikasi intensif dengan para pelaku usaha.

“Kami menyadari ada tantangan dalam kepatuhan pembayaran. Namun, melalui pendekatan personal dan dialog konstruktif dengan para pengusaha hotel, restoran, dan hiburan, kami membangun kesadaran bersama.

Hasilnya, banyak wajib pajak yang kini lebih disiplin dan membayar tepat waktu,” ungkap Jefry Mongdon.

Strategi ini terbukti efektif mengubah paradigma penegakan hukum menjadi pembinaan kepatuhan, sehingga arus kas daerah mengalir lebih lancar tanpa menimbulkan gesekan berarti dengan sektor swasta.

Mongdong memaparkan peta sebaran kontribusi PAD yang menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan yang sehat :

  1. Pajak Restoran dan Perhotelan (Makan Minum), tetap menjadi tulang punggung utama PAD Manado dengan target fantastis Rp128,5 miliar. Sektor ini menjadi barometer kesehatan ekonomi pariwisata dan kuliner di kota tersebut.
  2. Pajak Hiburan Malam, menunjukkan kinerja gemilang dengan realisasi Rp5,1 miliar atau 33% dari target tahunan Rp15,5 miliar. Capaian di awal tahun ini memberikan sinyal positif bahwa sektor nightlife di Manado terus bergeliat.
  3. Pajak Parkir, telah menyumbang Rp2,89 miliar atau 33% dari target total Rp8,5 miliar.
  4. Pajak Air Tanah, meski targetnya relatif kecil yaitu Rp2 miliar, sektor ini telah mencapai 50% realisasi (Rp1 miliar). Jefry menyebut ini sebagai capaian efisiensi tertinggi karena targetnya terpenuhi separuh jalan hanya dalam empat bulan pertama.

Dengan momentum positif ini, Jefry Mongdong menyatakan optimisme tinggi bahwa target PAD Rp498 miliar akan terlampaui atau minimal tercapai sesuai rencana.

Lebih jauh, ia yakin bahwa stabilitas pendapatan ini akan mendukung keseluruhan program yang sudah tertata melalui APBD Kota Manado 2026 yang bernilai Rp848 miliar.

“Setiap rupiah PAD yang masuk adalah darah bagi program-program Pemkot Manado. Dengan tren positif ini, kami memastikan bahwa pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat dapat dibiayai secara mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Keberhasilan Bapenda Kota Manado di bawah pimpinan Jefry Mongdong ini menjadi bukti bahwa manajemen pendapatan daerah yang modern, transparan, dan humanis mampu menghasilkan dampak nyata bagi keuangan daerah dan kualitas hidup warganya. (***)