Kotamobagu

Soal Tawuran Sekolah di Kotamobagu, Wali Kota Weny Gaib Ingatkan Kepala Sekolah Tingkatkan Pengawasan Terhadap Siswa

×

Soal Tawuran Sekolah di Kotamobagu, Wali Kota Weny Gaib Ingatkan Kepala Sekolah Tingkatkan Pengawasan Terhadap Siswa

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, KOTAMOBAGU – Tauran antar siswa sekolah kembali terjadi di Kota Kotamobagu, kali ini tauran terjadi antara sekolah SMA negeri 1 dan SMK Cokro Kotamobagu

Tauran antara kedua sekolah itu, terjadi di jalan raya tepatnya Jalan Arief Rahman Hakim, depan sekolah SMA Negeri 1, Selasa 29 Juli 2025.

Belum diketahui dengan pasti penyebab terjadinya tauran antar pelajar tersebut, namun informasi yang didapati telah ditangani pihak kepolisian Polres Kotamobagu.

Menanggapi tauran antar siswa sekolah ini, Wali Kota Kotamobagu ikut angkat bicara. Kepada media ini mengatakan kepala sekolah harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswa siswinya di sekolah

“Sebagai pemerintah, kami sangat prihatin dengan terjadinya tauran antar sekolah ini, kami berharap sekaligus meminta agar pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan guru guru untuk lebih perketat lagi pengawasan kepada siswa siswinya,” tutur Waki Kota.

Menurutnya, siswa tidak boleh lagi terlibat tauran, karena mereka adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dididik.

“Kita Harus berusaha Jangan sampai terlibat tawuran , apalagi mereka generasi penerus bangs Jelas memalukan sekali dunia pendidikan di Kota kotamobagu,” Jelasnya.

Sementara Pihak SMA Negeri 1 Kotamobagu saat dikonfirmasi, memberikan klarifikasi terkait tauran itu.

Kepala SMA N 1 Kotamobagu Masyuri Podomi, menegaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di luar pagar sekolah dan di luar kendali pihak sekolah.

“Puncak kericuhan terjadi sekitar pukul 14.45 WITA, saat saya tengah melakukan supervisi guru-guru di kelas. Ada aksi pelemparan ke arah sekolah, tapi kami tidak mengetahui siapa pelakunya karena kejadiannya sangat cepat,” ujar Masyuri.

Ia mengungkapkan, sebagian siswa yang tidak berada di dalam kelas saat itu diduga menyaksikan bahkan mungkin ikut dalam kerumunan yang terlibat dalam insiden.

Menyikapi situasi tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menjaga keamanan.

“Kami langsung menghubungi pihak Polres Kotamobagu dan mengutus wakil kepala sekolah, dua guru, dan dua petugas keamanan untuk menghadiri mediasi awal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Masyuri mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian terkait identitas siswa yang terlibat.

“Kami belum bisa menyebut siapa saja karena masih dalam penanganan pihak berwajib. Besok akan ada mediasi lanjutan dan saya sendiri yang akan hadir, insya Allah,” tegasnya.

Usai kejadian, pihak sekolah langsung mengumpulkan para siswa dan menggelar apel pada pukul 15.00 WITA. Dalam arahannya, Masyuri meminta para siswa untuk segera pulang dan tidak berkerumun atau berkeliaran di luar sekolah setelah jam pelajaran berakhir.

“Kami juga sudah mendapat jaminan dari kepolisian bahwa pengamanan akan ditingkatkan di sekitar sekolah,” katanya.

Masyuri menambahkan, beberapa pekan sebelumnya pihaknya baru saja menerima kunjungan dari Polres Kotamobagu dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka pembinaan kepada siswa. Namun, menurutnya, ke depan perlu ada langkah yang lebih konkret.

“Kami berharap adanya nota kesepahaman atau MoU antara pihak sekolah, Pemerintah Kota Kotamobagu, dan Polres untuk menjamin keamanan lingkungan sekolah secara menyeluruh,” ujar Masyuri.

Dari keterangan yang diterima pihak sekolah, warga sekitar melaporkan ada sekitar 14 unit sepeda motor yang datang ke lokasi, dengan pengendara berboncengan dua hingga tiga orang, mengenakan jaket hitam dan masker yang membuat mereka sulit dikenali.

Dalam kericuhan tersebut, seorang siswa yang diduga berasal dari SMK Cokroaminoto Kotamobagu dilaporkan jatuh dari sepeda motor. Pihak SMA Negeri 1 langsung mengamankan siswa tersebut ke dalam lingkungan sekolah guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebelum akhirnya aparat kepolisian tiba di lokasi.

Pihak sekolah berharap insiden ini bisa menjadi momentum bersama untuk memperkuat sinergi antar institusi dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan pendidikan di Kota Kotamobagu.