Ekonomi dan Bisnis

Perkuat Benteng Integritas, Bank SulutGo Gelar Literasi Pengendalian Internal dan Strategi Anti-Fraud

×

Perkuat Benteng Integritas, Bank SulutGo Gelar Literasi Pengendalian Internal dan Strategi Anti-Fraud

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Komitmen berkelanjutan Bank SulutGo (BSG) dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan memperkuat pengawasan internal di seluruh lini bisnis.

Tak ayal, giatkrusial bertajuk “Literasi Pengendalian Internal dan Strategi Anti Fraud” di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Kamis 15 Januari 202, menghadirkan pakar yang sangat berpengalaman di industri keuangan, mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat, Dr. Beston Panjaitan, SE, Akt, Msi, Ph.D, CFE, CA.

Beliau membedah secara mendalam mengenai pola-pola mitigasi risiko serta pentingnya sistem pengendalian internal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan terkini.

Direktur Utama BSG, Revino M. Pepah, SE, MM, yang juga menjadi pembicara utama, menegaskan bahwa kepercayaan nasabah adalah fondasi utama perbankan.

“Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG. Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan,” tegas Revino.

Komitmen nyata melalui Pakta Integritas puncak dari rangkaian acara ini adalah penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif yang dilakukan oleh seluruh Branch Manager (Pemimpin Cabang) dan Sub Branch Manager (Pemimpin Cabang Pembantu) Bank SulutGo.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh jajaran Direksi dan narasumber, menandakan komitmen hitam di atas putih para pimpinan cabang untuk menjaga wilayah kerja mereka dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan maupun nasabah.

Dengan adanya literasi ini, diharapkan seluruh jajaran pimpinan di tingkat cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan operasional bank berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemimpin cabang berkonsultasi langsung dengan Dr. Beston Panjaitan terkait tantangan riil pengendalian internal di lapangan. (*/ald)