Berita PilihanEdukasi dan ReligiManado

Aksi Protes di Fakultas Peternakan, Minta Polda Sulut Tangkap Rektor Unsrat

×

Aksi Protes di Fakultas Peternakan, Minta Polda Sulut Tangkap Rektor Unsrat

Sebarkan artikel ini

 “POLDA SULUT MOHON SEGERA TANGKAP REKTOR UNSRAT OKTAVIAN B.A. SOMPIE"

manadoterkini.com, MANADO – Aksi protes turun ke jalan dilakukan civitas dan alumni Fakultas Peternakan Unsrat menolak Plt Dekan, Kamis (26/02/2026) siang.

Pada aksi tersebut, mereka membawa dua spanduk seukuran 1×3 meter dibentangkan dan diarak dari halaman fakultas keluar jalan raya, dan kembali lagi ke kampus Fakultas Peternakan.

Spanduk satu bertuliskan: “CIVITAS DAN ALUMNI FAKULTAS PETERNAKAN UNSRAT TOLAK PLT DEKAN”, dan spanduk kedua bertuliskan: “POLDA SULUT MOHON SEGERA TANGKAP REKTOR UNSRAT OKTAVIAN B.A. SOMPIE”.

Aksi protes dengan membentangkan spanduk menarik perhatian warga. Tontonan gratis para mengendara roda dua, empat, ataupun pejalan kaki, yang membuat macet sesaat. Pada saat yang bersamaan, acara wisuda Unsrat mulai bubar, menambah parah kemacetan.

Diketahui aksi tersebut buntut tidak dilantiknya Calon Dekan Terpilih Sintya JK Umboh periode 2026-2030 oleh Rektor Unsrat, membuat mahasiswa dan dosen melakukan aksi protes sambil berorasi di lingkungan Fakultas Peternakan Unsrat.

Padahal, pada pemilihan tanggal 10 Desember 2025 lalu, Calon Dekan Sintya JK Umboh memperoleh suara sebanyak 27, Dr Ir Nansi M Santa MSi IPM MEng memperolah suara sebanyak 3, dan calon Dr Ir Erwin HB Sondakh MSi memperoleh suara 7. Dengan demikian, Calon Dekan Sintya Umboh berhak menduduki kursi nomor satu di Fakultas Peternakan Unsrat.

Sebelumnya, pada Rabu (25/02/2026) di Ruang Rapat Rektor, Rektor Unsrat mengangkat Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan Fakultas Peternakan Usrat Ralfie Pinasang (Wakil Rektor III Unsrat).

Sementara Wakil Ketua 1 IKA Fapet Unsrat Ir Abraham F Pendong, MSc yang didampingi Ir Alvin Pongtuluran, MSi menyatakan kekecewaan mereka dengan tidak diundang serta tidak dilantiknya dekan terpilih Sintya JK Umboh.

“Kami menyatakan protes dan akan mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengatasi masalah ini dengan Rektor Unsrat,” tegas Pendong dan Pongtuluran.

Baik Abraham F. Pendong maupun Alvin Pongtuluran pun menyesalkan, kenapa pada saat akan dilantik malah disuruh mengundurkan diri. Kehadiran IKA Fapet Unsrat dalam kasus Sintya ini untuk memberikan pencerahan kepada pihak Unsrat agar bisa bertindak profesional.

“Segala ‘jalan air’ yang berkelok-kelok dan tidak semestinya, harus ‘diluruskan’ kembali ke jalannya yang sebenarnya,” tambah Alvin Pongtuluran diplomatis memberi ilustrasi.

Diduga Ulah Oknum Staf Khusus Gubernur

Beberapa spekulasi mencuat. Anggota Senat Unsrat yang enggan namanya ditulis menyebutkan bahwa dekan terpilih Sintya JK Umboh disuruh membuat Surat Pengunduran Diri, karena diduga ulah salah seorang oknum Staf Khusus Gubernur Sulut.

Dari Fapet Unsrat santer dibicarakan bahwa Staf Khusus yang dimaksud menginginkan jika kerabatnya yang menjadi dekan Fapet untuk periode saat ini. Padahal, dalam penjaringan 3 besar bakal calon dekan saja kerabat yang dimaksud tidak lolos.

Sumber pun mengait-ngaitkan dengan dipanggilnya Rektor Unsrat oleh pihak kepolisian akhir-akhir ini terkait beberapa masalah untuk membuat mental Rektor drop.

“Pak Rektor sepertinya dalam tekanan,” jelasnya seraya menambahkan bahwa, diduga, karena itulah Rektor harus meluluskan permintaan oknum tertentu yang bermain di belakang layar.(**/red)