Berita PilihanPemerintahan

1 Tahun Yulius–Victor Pimpin Sulut, Penegasan Arah Pembangunan Daerah : “Kerja Nyata untuk Rakyat”

×

1 Tahun Yulius–Victor Pimpin Sulut, Penegasan Arah Pembangunan Daerah : “Kerja Nyata untuk Rakyat”

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, SULUT – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan daerah: kerja nyata untuk rakyat.

Tagline “Kerja nyata, bukan sekadar janji” menjadi benang merah pemerintahan Yulius–Victor. Dalam 12 bulan pertama, berbagai program prioritas dijalankan menyasar sektor strategis, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga tata kelola pemerintahan.

Dengan semangat “Bersama Rakyat, Membangun Sulawesi Utara. Maju untuk Indonesia”, duet ini menekankan kolaborasi bersama kabupaten/kota, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat sebagai fondasi percepatan pembangunan.

 

Hidupkan Kembali Peristiwa Merah Putih 1946

Salah satu langkah simbolik sekaligus strategis adalah menginisiasi kembali peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, yang selama puluhan tahun nyaris tak diperingati secara besar.

Perayaan akbar digelar di Lapangan KONI Sario, Manado, 14 Februari 2026. Momentum ini ditegaskan sebagai upaya merawat ingatan kolektif dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Sejarah adalah jati diri daerah. Kita tidak boleh melupakan perjuangan para pahlawan,” tegas Gubernur Yulius.

Pemprov Sulut berkomitmen menjadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan.

 

Stimulus Ekonomi dan Kebijakan Pro-Rakyat

Di sektor ekonomi, berbagai kebijakan pro-rakyat diluncurkan. Keringanan pajak kendaraan bermotor dan penghargaan bagi daerah yang mendukung digitalisasi pajak menjadi langkah konkret meningkatkan kepatuhan sekaligus meringankan beban warga.

Memasuki Triwulan I 2026 dan menjelang Idulfitri, Pemprov menggulirkan paket Stimulus Ekonomi berupa diskon transportasi, skema *work from anywhere* untuk mendorong perputaran ekonomi daerah, serta bantuan pangan bagi masyarakat.

Kerja sama internasional juga diperluas, termasuk kolaborasi dengan Jepang dalam program magang, pengembangan mineral, pariwisata, ekspor produk unggulan, hingga investasi.

“Kita ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran pemerintah,” tegas Yulius.

 

Sinergi Program Nasional

Implementasi program pusat turut dipercepat. Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hampir 100 persen rampung di Sulut.

Program Makan Bergizi Gratis menjangkau ratusan ribu penerima manfaat. Sementara itu, ekspor Sulut menembus pasar Asia dan Eropa.

Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) juga dieksekusi melalui aksi bersih pesisir dan pengangkutan ratusan ton sampah, melibatkan ASN, TNI-Polri, dan masyarakat.

“Ketika pusat dan daerah berjalan seirama, percepatan pembangunan benar-benar dirasakan,” ujar Gubernur.

 

Respons Cepat Penanganan Bencana

Dalam penanggulangan bencana, pendekatan respons cepat menjadi prioritas. Banjir, longsor, hingga angin puting beliung ditangani dengan status tanggap darurat.

Sebanyak 286 unit hunian tetap dibangun bagi korban erupsi Gunung Ruang di Sitaro. Saat banjir besar melanda Manado Maret 2025, koordinasi lintas sektor langsung digerakkan, termasuk pengerahan tenaga medis spesialis.

Instruksi gubernur jelas: bantuan bagi korban kebakaran maupun bencana lain harus segera disalurkan tanpa birokrasi berbelit.

“Pemerintah harus hadir di saat masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

 

Layanan Kesehatan hingga Kepulauan

Penguatan layanan kesehatan menjangkau wilayah pelosok dan kepulauan. Ambulans disalurkan ke daerah terpencil di Bolmong, serta dihadirkan kapal klinik untuk melayani masyarakat kepulauan.

Sulut meraih penghargaan kesehatan daerah dan pencegahan stunting terbaik nasional 2025 serta UHC Award atas cakupan perlindungan kesehatan.

Pemprov juga memastikan RSUD tetap melayani warga terdampak pembatasan JKN PBI.

 

Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah

Pengendalian banjir Manado melalui program NUFReP, pembersihan Danau Tondano, optimalisasi TPA Mamitarang, serta target listrik 24 jam di pulau-pulau terpencil menjadi fokus pembangunan infrastruktur.

Pemprov menargetkan seluruh pulau teraliri listrik penuh pada 2026.

 

Kebangkitan Olahraga dan Sport Tourism

Revitalisasi Kolam Renang Ranowangko, penataan arena pacuan kuda Minahasa sebagai ikon *sport tourism*, serta dukungan terhadap kebangkitan Persma 1960 menjadi bagian dari perhatian pada sektor olahraga.

Sulut juga dipercaya menjadi tuan rumah PON Bela Diri 2026.

 

Ketahanan Pangan dan Pertanian

Gerakan Pangan Murah digelar di 190 titik. Optimalisasi 2.000 hektare lahan padi dan bantuan alsintan memperkuat produksi.

Program “Tanam Apa yang Dimakan” digalakkan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat.

 

Pendidikan dan SDM

Pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan, revitalisasi 50 sekolah, ribuan beasiswa, serta rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado menjadi langkah strategis peningkatan SDM.

 

Pariwisata dan Akses Internasional

Revitalisasi Bukit Kasih, pembenahan museum daerah, dukungan Festival Bunaken, serta dibukanya penerbangan langsung Seoul–Manado memperkuat posisi Sulut sebagai destinasi internasional.

Peran PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU) juga diaktifkan kembali untuk mengoptimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD.

 

Ekonomi Tumbuh 5,66 Persen

Tahun 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dengan PDRB Rp204,75 triliun. Industri pengolahan dan ekspor menjadi motor utama.

Inflasi terkendali, kemiskinan dan pengangguran terjaga, serta daya beli masyarakat stabil menunjukkan pertumbuhan yang inklusif.

Satu tahun pertama kepemimpinan Yulius–Victor disebut sebagai fondasi percepatan pembangunan. Tantangan ke depan masih besar, namun arah kebijakan telah ditegaskan: pembangunan harus terasa, menyentuh, dan berdampak langsung bagi rakyat Sulawesi Utara.