Terkait PT Conch, Angouw : Perusahaan, Apabila Tidak Ada Ijin Hentikan Saja

Andrei Angouw
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw

manadoterkini.com, SULUT – Keberadaan PT Conch Cement North Sulawesi, belangan menuai pro dan kontra di kalangan personil DPRD Sulut. Bahkan adanya ancaman dari pihak PT Conch terhadap Gubernur Sulut, membuat berang personil PDIP di gedung cengki sario, tak terkecuali Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.

Dimana dengan tegas Angouw mewarning PT Conch Cement North Sulawesi untuk berhenti beroperasi apabila ijin-ijin tidak dipenuhi. “Berhenti beroprasi jika ijin-ijin belum dilengkapi,” ungkap Angouw kepada manadoterkini.com.

Untuk diketahui terungkap sebagai fakta dalam hearing dengan Komisi lll DPRD Sulut bahwa PT. Conch Cement North Sulawesi yang bergerak di bidang pertambangan khususnya semen ada beberapa beberapa ijin yang belum di urus.(jef)

Angouw Pastikan Cap Go Meh Tetap Dilaksanakan

manado
Perayaan Cap Go Meh di Manado tahun sebelumnya dan Andrei Angouw (ist).

manadoterkini.com, MANADO – Kendati tidak semua Klenteng yang ada di Manado akan turut ambil bagian, namun perayaan Cap Go Meh tahun 2017 tetap dilaksanakan. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Cap Go Meh, Andrei Angouw.

Angouw yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulut ini menuturkan Cap Go Meh telah menjadi agenda Pemerintah sebagai bagian dari Ivent Pariwisata. Apalagi beberapa klenteng sudah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

“Ada kurang lebih empat Klenteng akan berpartisipasi dalam perayaan Cap Go Meh ini. Tapi yang paling penting disini bukan soal kemeriahan acara ini nantinya, namun bagaimana kita menunjukkan kepada pihak luar soal keberagaman di Sulut, itulah makna besarnya.” tandas Angouw.

Diketahui, Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara juga dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut, suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

Sementara perayaan Cap Go Meh di Manado diadakan rutin setahun sekali pada tanggal 15 bulan pertama Imlek. Pada Cap Go Meh, jalanan di sekitar daerah Kampung Cina (Pecinan) Manado akan ditutup. Akan diadakan arak-arakan Kio yang dinaiki oleh Tangsin (Wadah Roh Suci). Prosesi arak-arakan biasanya berlangsung hingga larut malam sampai waktu kunci sembahyang. Setiap Klenteng akan mengarakan Dewa atau Dewi tertentu berdasarkan Klenteng masing-masing.(timredaksi)

Efek Pilkada, Pimpinan DPRD Sulut Dilanda Isu Keretakan

andrei angouw
Andrei Angouw

manadoterkini.com , SULUT – Pimpinan DPRD Sulut kini diisukan tengah diterpa keretakan akibat efek pentas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw tidak menyakini kondisi yang terjadi, karena seluruh wakil rakyat Sulut adalah politikus yang profesional.

Efek Pilkada di dua Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Bolmong, secara otomatis menyeret keterlibatan para legislator Sulut untuk kembali ke kepentingan partai guna memenangkan Pilkada.

Itu dibuktikan makin seringnya anggota dewan dari kedua daerah pemilihan tersebut. Kalaupun mereka datang di kantor DPRD Sulut terkesan menunggu siapa yang akan terlebih dahulu angkat bicara seputar Pilkada, sebagai jebakan untuk memancing bocoran stratagi yang disiapkan masing-masing partai.

Disayangkan pembahasan seputar kegiatan internal DPRD seakan dinomor-duakan. “Biasalah itu dalam berpolitik. Secara politik setiap partai pasti ada calon yang diusung maju pilkada. Tapi saat kembali ke dewan, tentunya harus melaksanakan tugas sebagai anggota dewan,” tandas Ketua DPRD Suut Andrei Angouw saat diwawancara wartawan di koridor utama gedung DPRD Sulut, Senin (23/01/2017).

Angouw menambahkan “menurut saya, teman-teman anggota DPRD semuanya sudah profesional dalam berpolitik. Kalau masalah pilkada, ya pilkada. Dan kalau bicara soal dewan, ya semuanya harus profesional,” pungkas Angow.(Jef)

Bari Kuliah Umum, Angouw Ajak Mahasiswa Politeknik Jadi Pengusaha

angouw
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw saat memberikan kuliah umum di Politeknik Manado.(ist)

manadoterkini.com, SULUT – Latar belakang sebagai pengusaha, Senin (24/10/2016) Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw memberikan kuliah umum di hadapan mahahasiswa Politeknik Negeri Manado.

Angouw dalam sambutan dan kuliah umumnya menyampaikan beberapa hal menyangkut Perekonomian dan kewirausahaan dan dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab dengan mahasiswa.

Bagi Angouw lulusan Politeknik harus berguna bagi daerah dan negara ini. Artinya ilmu yang dimiliki jangan dipakai sendiri tapi diterapkan ditengah masyarakat dan berguna bagi bayak orang.

“Ketika lulus, jangan cari lapangan kerja tapi ciptakan lapangan kerja sendiri supaya mampu mempekerjakan banyak orang, misalnya soal kewirausahaan,” kata Angouw.

Ditambahkannya, bahwa potensi dalam diri sendiri harus dimaksimalkan, apalagi ditambah dengan pengetahuan yang sudah dimiliki ketika menjadi Mahasiswa. Sebab seorang jebolan PT seperti Politeknik, jika tidak mampu mengembangkan kualitas yang sudah dimiliki waktu belajar justru membuka peluang semakin suburnya pengangguran.

Angouw sendiri memaparkan tentang Rekomendasi Bank Dunia 4% wirausaha dari jumlah penduduk. Saat ini Indonesia 1,6%, Vietnam 3,6%, Thailand 5%, Malaysia 6%, Singapore 7%.

Menurut Angouw, Survei terbaru dari semua mahasiswa di PT se Indonesia, 83% mahasiswa mau jadi pegawai.

“Nah kalau kuliah hanya bercita-cita jadi pegawai negeri berarti targetnya cuma ijazah. Kuliah harus cari ilmu supaya dapat mengembangkan wawasan secara lebih luas,” kunci Angouw yang mendapat atensi luar biasa dari mahasiswa yang hadir.

Kegiatan turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Inggried Sondakh dan Syeni Kalangi, Pimpinan dan para Dosen.(tim)

Pasca Libur Lebaran, Ketua DPRD Sulut Masih di Luar Negeri

Andrei Angouwmanadoterkini.com, SULUT – Pasca libur lebaran, suasana Gedung DPRD Sulut masih sepi. Bahkan informasi menyebutkan Ketua DPRD Sulut berlibur di luar negeri.

Menariknya lagi, Senin (11/7/2016) tidak satu pun pimpinan DPRD Sulut yang nampak hadir di gedung cengki sario tersebut. “Yang jelas 4 pimpinan DPRD Sulut, Andrei Angouw ( Ketua), Marthen Manoppo, Stevanus Vreeke Runtu, Wenny Lumentut (Wakil Ketua) dan sebagian anggota dewan tidak terlihat di hari pertama kerja usai liburan,” celote salah satu wartawan yang keseharian mangkal di kantor para wakil rakyat Sulut itu.

Padahal banyak sekali agenda DPRD Sulut belum tuntas dilaksanakan. Seperti pembahasan beberapa Ranperda yang belum selesai dibahas.

Yang nampak hadir di Gedung Cengkih Sario Manado adalah anggota Dewan yang memang rajin. Seperti Ketua Fraksi Golkar Eddyson Masengi, Ketua Fraksi PDIP, Teddy Kumaat, Ketua Fraksi Demokrat, Edwin Lontoh, Ketua Komisi Satu, Ferdinand Mewengkang, Wakil Ketua Komisi II, Noldy Lamalo, Ketua Badan Legislasi, Boy Tumiwa, Sekertaris Komisi Satu, Jeany Mumek, Denny Sumolang, Affan Mokodongan.

Sedangkan Sekertaris DPRD Sulut, Bertolomeus Mononutu ketika dikonfirmasi menyatakan, khusus staf di Sekretariat DPRD Sulut hampir semua anggota dewan hadir.

“Beberapa Aparatur Negeri Sipil (ASN) tidak masuk karena sakit. Ada yang dirawat di Rumah sakit,” tukas Mononutu

(jef)

Seriusi Persoalan Aset, Deprov Sulut Awasi Temuan BPK

Andrei Angouwmanadoterkini.com, SULUT – Meski telah meraih Wajar Tanpa Pengecualian IWTP) namun temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD tahun 2015 di Pemerintah Provinsi Sulut menjadi perhatian serius anggota DPRD di Gedung Cengki Sario.

Apalagi catatan BPK terkait persoalan aset akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus). ”Catatan khusus BPK RI tentang pengelolaan dan masalah aset yang tidak memadai juga menjadi perhatian DPRD Sulut,” aku Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw.

Lanjutnya, masih ada temuan didapatkan oleh BPK dan harus segera ditindaklanjuti dalam waktu 60 hari. “Terkait dengan temuan BPK tersebut, Dewan akan mengawasi dan menindaklanjuti rekomendasi BPK RI itu,” katanya.

Bahkan Wakil Gubernur Steven Kandouw sudah mengingatkan masalah aset itu sangat penting untuk segera dituntaskan dan meminta DPRD segera membuat Pansus Aset.

Sekertaris Komisi II, Rocky Wowor mengakui jika sudah 3 bulan lalu telah diingatkan oleh Ketua Dewan soal aset Pemprov.

”Kami telah melakukan hearing dengan Badan Pengelolah Keuangan dan Barang Milik Daerah. Ada banyak aset bermasalah milik dari Pemprov. Kami meminta data secara akurat karena untuk masalah aset ini DPRD akan segera membuat Pansus,” aku Wowor.(tim)

Ketua DPRD Sulut: Dana Reses 45 juta Untuk Kepentingan Rakyat

Andrei Angouw, Ketua DPRD Sulut, Dana Reses
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (Foto: jef/ist)

MTerkini.com, SULUT – Dipastikan pada tanggal 26 April sampai 3 Mei 2016, anggota DPRD Sulut berjumlah 45 orang akan turun ke daerah pemilihan (dapil) dalam rangka reses.

Andrei Angouw Ketua DPRD Sulut
mengatakan untuk reses ini, anggota DPRD Sulut akan mendapatkan anggaran yang berbeda. “Karena usulan kenaikan dana reses telah disetujui dengan dikeluarkannya Peraturam Gubernur (Pergub) nomor 18/2016 tentang Belanja Kegiatan Masa Reses tertanggal 11 April 2016,” Ujarnya.

Ketua DPRD Sulut kepada wartawan menyatakan, berapa pun dana reses yang dibiayai negara adalah untuk kepentingan masyarakat. “Dananya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk komsumsi, sewa tenda/tempat termasuk uang duduk,” ungkap Angouw.

Masih menurut Bendahara DPD I PDIP Sulut ini, dana reses anggota dewan yang telah disetujui berjumlah Rp45 juta dipotong pajak.

”Dana reses dikelola Sekretariat Dewan diperuntukkan untuk pengadaan ATK sebesar 1 juta, Cetak Rp.500 ribu, Penggandaan Rp.500 ribu, sewa tempat 10 juta, Konsumsi 15 Juta dan Pelaksanaan Kegiatan (termasuk uang duduk peserta reses) 18 juta,” tutup Angouw. (Jef )

Rakor DPRD Sulut Bersama OD-SK Dengan DPRD Kabupaten/Kota

rakorrakorMTerkini.com, SULUT – Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Sulut memfasilitasi pertemuan seluruh Anggota Dewan Kabupaten/Kota se Sulut bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O E Kandouw guna mengsinkronkan program-program daerah dengan program Provinsi Sulut, di ruang Paripurna Deprov Sulut, Selasa (22/3) kemarin.

rakor rakorAngouw mengatakan, pertemuan ini selain sebagai ajang silahturahmi antar sesama Anggota Dewan se Sulut, tapi juga untuk mengsinkronkan program-program untuk kemajuan daerah,” ujar Angouw.

rakor rakorSementara Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif ini sangat penting misalnya program prioritas Pemprov Sulut dalam pemberantasan kemiskinan, yang semakin bertambah.

rakor rakor“Data kami tahun lalu berkisar angka 7% kini meningkat tajam 8,8% itu alasannya kita perlu sinkron dengan kabupaten/kota agar programnya bisa berjalan dengan sukses,” ujarnya.

rakor rakorDalam rangka pembahasan 16 Ranperda perlu juga adanya sinkronisasi antara Pemerintah dan eksekutif. “Kita juga sementara membuat perda zonasi perlu sinkronisasi agar sinkron juga dengan kebijakan-kebijakan di daerah,” katanya.

OD pun berterimakasih karena Deprov Sulut telah memfasilitasi pertemuan tersebut. “Saya berterimakasih kepada pimpinan dewan yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Tujuan kita untuk kemajuan sulut dan pemahaman yang sama dewan dan eksekutiv,” pungkasnya.

rakor rakorUntuk diketahui rapat sinkronisasi ini diundang kepada seluruh Ketua Dewan dan wakil ketua se Sulut bersama Sekwan.

Sementara yang hadir pada pelaksanaan rapat ini diantaranya perwakilan Bolmut, Boltim, Bolmong, Kota Kotamobagu, Minsel, Mitra, Minahasa, Minut, Bitung, Tomohon, Nanado, Sitaro, Sangihe serta Talaud.(Jeferson Karundeng).

Pantouw :”Laskar Manguni Siap Kembangkan Budaya Asli Sulut”

laskar manguniMTerkini.com, SULUT – Kebudayaan sulawesi Utara saat ini yang mulai terkikis akibat perkembangan jaman patut jadi perhatian. Pengikisan budaya ini ternyata mendapat perhatian khusus dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang Budaya Laskar Manguni.manguni

Laskar Manguni terbilang baru namun kini telah beranggotakan sedikitnya 20 ribu orang, baru-baru ini mendatangi DPRD Sulut bertujuan memberikan presure kepada legislator Sario agar menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang mempertajam pada pemberdayaan Ornamen daerah. Dibawah pimpinan Hany Pantouw sebagai Tonaas Wangko Laskar Manguni bersama 250 pengurus inti, membawa naskah akademik yang disusun Laskar Manguni sebagai pertimbangan untuk pembuatan Perda Ornamen Daerah.

laskar brigade manguni4

laskar manguniTonaas Hanny Pantouw berpendapat Sulut yang memiliki keberagaman kebudayaan kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Ciri Kultural Sulut telah tergantikan, cenderung Ornamen budaya asing yang banyak dipamerkan di Sulut, ini memalukan dan menenggelamkan budaya daerah sendiri,” kata Pantouw.

Pantouw menambahkan Laskar Manguni yang berpijak pada 3 Pilar yaitu Keamanan, Sosial Masyarakat dan Budaya, berharap Penghuni gedung cengkih mampu memperjuangkan agar ornamen daerah diberdayakan dengan ditempatkan diwilayah terbuka dan tertuang resmi dalam Perda.

manado

Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan usulan tersebut sangat pantas diperjuangkan karena menyangkut Identitas daerah dan ini terlihat sangat diantusias oleh Andrei Angouw, terbukti dengan penuh Semangat Andrei Angouw untuk pertamakalinya memekikan salam Laskar Manguni dengan Meneriakan I Yayat U Santi.

laskar brigade manguni6

“DPRD Sulut bersifat Kolektif kolegial keputusan bersama, saya berada dibawah anggota dewan dengan memberikan dukungan. Perda harus punya semangat dan tujuan, Ini pantas dibuatkan perda, akan dibahas ke baleg (Badan Legislasi) agar dimasukan dalam prolegda,” jelas Angouw.

manado

Ini juga semakin dipertegas oleh Jems Tuuk, dimana Ia menegaskan usulan tersebut segera diproses. “Saya mendukung dan meminta agar ini segera diproses dalam waktu 6 bulan ini sudah jadi perda,” tegas Tuuk.

laskar brigade manguni

Demikian pula halnya dengan Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang yang secara tegas meminta agar pimpinan dewan segera memberikan perhatian terhadap usulan positif ini.

manguni

“Mekanisme harus jalan dari hari ini sejak dimasukannya usulan, dan berproses sehingga dalam jangka waktu 6 bulan kedepan Sulut telah memiliki Perda Ornamen daerah,” ungkap Mewengkang.

manado

Penegasan serupa juga dilontarkan oleh Anggota Komisi I Rocky Wowor dan berharap usulan ini akan menjadi embrio penegakan identitas kebudayaan daerah. “Jika kita berkunjung kebeberapa provinsi lain, di gedung perkantoran pemerintah dan swasta, Ornamen daerah provinsi tersebut, berdiri megah sejak memasuki pelataran perkantoran sampai kebagian dalamnya, mengapa Sulut tidak bisa,” tegas Wowor sembari menambahkan Ornamen daerah pantas diberikan perhatian khusus dan menjadi kebanggan daerah. (jefferson/advetorial)

Liputan Khusus Pelantikan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw

Ketua Pengadilan Tinggi Lantik Angouw Ketua DPRD Sulut

 

Pengucapan Sumpah Janji Ketua DPRD Sulut Resmi Diparipurnakan

PARIPURNA Pengucapan Sumpah/Janji Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut) yakni Andrei Angouw Selasa (16/2) resmi digelar.

DPRD Sulut

Dalam rapat paripurna tersebut Ketua DPRD sementara Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) membuka jalannya persidangan didampingi wakil Ketua Marthen Manoppo SH dan Wenny Lumentut SE dihadiri oleh perwakilan Mendagri Dirjen Otda Kemendagri DR Soni Sumarsono MDM, beserta Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw beserta Ketua Pengadilan Tinggi.

DPRD Sulut

SVR mengatakan sesuai pasal 328 ayat 4 dan 5 maka meresmikan Ketua DPRD Sulut dan membahas tentang sumpah jabatan dimana mengharuskan Ketua DPRD terpilih melaksanakan pengucapan sumpah janji sebagai pengendalian dan dipertanggungjawabkan dalam perwujudan kecerdasan masyarakat.”Sesuai Pasal 328 ayat 4 dan 5 mengatur tentang pengucapan sumpah janji Ketua DPRD yang harus dipertanggungjawabkan dalam perwujudan kecerdasan masyarakat,” tuturnya.

DPRD Sulut

Ditempat sama Sekertaris DPRD Sulut Bartholemeus Mononutu membacakan surat keputusan Kemendagri nomor 161.71.372 Tahun 2016 tentang pengangkatan salinan dimana dipergunakan semestinya dan memerintahkan anggota DPRD Sulut mengangkat Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven Kandouw sesuai perundang-undangan yang berlaku.”Surat tersebut sudah bertanda Mendagri Tjahjo Kumolo,” ujarnya.(*)

Sambutan Pertama Angouw Setelah Dilantik

PARIPURNA Pengucapan Sumpah/Janji Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut) yakni Andrei Angouw Selasa (16/2) resmi digelar.

DPRD Sulut

Dalam rapat paripurna tersebut Ketua DPRD sementara Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) membuka jalannya persidangan didampingi wakil Ketua Marthen Manoppo SH dan Wenny Lumentut SE dihadiri oleh perwakilan Mendagri Dirjen Otda Kemendagri DR Soni Sumarsono MDM, beserta Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw beserta Ketua Pengadilan Tinggi.

SVR mengatakan sesuai pasal 328 ayat 4 dan 5 maka meresmikan Ketua DPRD Sulut dan membahas tentang sumpah jabatan dimana mengharuskan Ketua DPRD terpilih melaksanakan pengucapan sumpah janji sebagai pengendalian dan dipertanggungjawabkan dalam perwujudan kecerdasan masyarakat.”Sesuai Pasal 328 ayat 4 dan 5 mengatur tentang pengucapan sumpah janji Ketua DPRD yang harus dipertanggungjawabkan dalam perwujudan kecerdasan masyarakat,” tuturnya.

DPRD Sulut DPRD Sulut

Ditempat sama Sekertaris DPRD Sulut Bartholemeus Mononutu membacakan surat keputusan Kemendagri nomor 161.71.372 Tahun 2016 tentang pengangkatan salinan dimana dipergunakan semestinya dan memerintahkan anggota DPRD Sulut mengangkat Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven Kandouw sesuai perundang-undangan yang berlaku.”Surat tersebut sudah bertanda Mendagri Tjahjo Kumolo,” ujarnya.

Dalam sambutannya yang pertama Angouw mengucapan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terutama kepada Megawati Soekarno Putri. “Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Partai PDI P terutama Ibu Mega yang yang telah diberikan kepercayaan menjabat Ketua DPRD Sulut,” ucapnya.

DPRD Sulut

Angouw melanjutkan dirinya berterima kasih pada Pers yang banyak membantu, dimana diharapkannya dalam bertugas nanti wartawan selalu setia mengawal lewat pemberitaan.”Saya berterima kasih banyak pada insan Pers yang banyak membantu, diharapkan saat bertugas nanti Pers selalu mengawal saya dalam pemberitaan,” katanya.

Ditambahkan Angow dirinya akan berkoordinasi dan bertanggung kawab penuh kepada seluruh anggota dewan.” Seperti segitiga terbalik saya dibawa dan mendukung rekan-rekan di Dewan,” pungkas Ketua yang menyayangi isteri dan keluarga tersebut.

DPRD Sulut

Dia pun menuturkan sebagai Ketua yang baru dirinya akan membuat kebijakan bersama pemerintah namun dirinya meminta setiap anggota harus beraspirasi dengan kata berbobot. “Semuanya demi kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Sementara itu Mendagri diwakili Dirjen Otda Kemendagri DR Soni Sumarsono MDM mengucapkan selamat kepada Andrey yang resmi menjadi Ketua DPRD Sulut.”Dalam sejarah pertama kalinya konghucu menjadi Ketua dprd sulut dan inilah Sulut Hebat,” tuturnya.

DPRD Sulut DPRD Sulut

Diketahui dalam acara tersebut dilakukan pengucapan sumpah janji Ketua DPRD Sulut Andrey Angouw dan prosesi penyerahan palu setelah itu Andrey Angouw langsung menduduki kursi kepemimpinan dan melanjutkan rapat tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh mantan Gubernur Sulut dua periode 2005-2015 Sinyo Hary Sarundajang, Forkopimda puluhan anggota DPRD Sulut, jajaran Pemerintah Pemprov Sulut, SKPD Pemprov Sulut, Staf Kepegawai DPRD Sulut dan undangan lainnya.(*)

Sumarsono Kagum Ketua Deprov Beragama Konghuchu

DIRJEN Otonomi Daerah Soni Sumarsono sebagai Perwakilan Menteri Dalam Negeri hadir dalam acara pelantikan Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, Selasa (16/2/2016).

DPRD Sulut

Dalam sambutannya, Soni Sumarsono mengakui sangat berbahagia sebagai Dirjen Otda karena pengurusan SK Ketua Dewan yang baru hanya berlangsung 5 hari biasanya 14 hari.

DPRD Sulut

Pada rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, mantan Penjabat Gubernur Sulut ini merasa banģga atas dilantiknya Andrei Angouw yang beragama Konghuchu.

DPRD Sulut

”Saya merasa bahagia karena ini baru pertama kali saya temukan di Indonesia Ketua DPRD Dewannya beragama Konghuchu. Ini membuktikan keanekaragaman masyarakat Sulawesi Utara berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika terus terjaga,” ungkap Sumarsono, sembari mengakui dilantiknya Andrei Angouw yang beragama Konghuchu merupakan kehebatan Sulawesi Utara.

DPRD Sulut

“Inilah Sulut Hebat. Ini akan menjadi contoh tamansari Indonesia yang beraneka ragam tapi kita tetap satu,” tambahnya.

(jeferson/liputan khusus)