Investasi Berkedok Komunitas Marak Lagi di Manado

Catatan Manager  Marketing Alfa J. Liando

alfa Liando
Manager Marketing Alfa Liando

IVESTASI dengan iming-iming keuntungan besar dan berlipat ganda masih saja marak terjadi di Kota Manado. Salah satu yang dipastikan merupakan investasi bodong adalah Financial Break Through dengan berkedok komunitas yang asal muasalnya dari Medan. Diketahui Financial Break Through memiliki kemiripan pola kerja dengan Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) yang beberapa waktu lalu juga dinyatakan ilegal.

Manager Marketing www.manadoterkini.com mendapat beberapa informasi dari masyarakat yang khawatir terhadap risiko kegiatan penghimpunan dana Komunitas FBT yang pada Hari Kamis 20/08/2015 sudah mengadakan acara di Hotel Arya Duta Manado. Setelah diinvestigasi, wartawan www.manadoterkini.com menemukan kesamaan motif dengan produk-produk investasi ilegal sebelumnya. Contohnya, MMM dan Sama-Sama Sejahtera (SSS).

Sebagaimana disampaikan Owner Financial Break Through bernama David Muslimin, “Kami perusahaan yang tidak menghimpun dana masyarakat atau investasi. Kami tidak mempunyai Ijin Usaha atau berbadan Hukum dan Ijin OJK karena kami hanya komunitas,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, “Kedepan kami akan membuat web portal iklan, seperti toko bagus, kaskus sehingga orang bisa beriklan di web kita. Pengembangannya kami akan bekerja sama dengan bank-bank lokal di Indonesia, sehingga kami bisa bertransaksi di web dan mempunyai atm yang berlogo perusahaan kita. Ini merupakan system dimana kegiatannya, member FBT diminta mentransfer pokok deposit ke peserta lain setelah menerima instruksi,” jelasnya

Dalam acara yang dilaksanakan di ruangan lantai 6 Hotel Aryaduta, Owner mengatakan, “Setelah mentransfer FBT mengklaim bakal mencairkan dana investor serta diumumkan di media sosial dan website. Kegiatan promosi itu tidak dilengkapi resiko yang mungkin terjadi,” pungkasnya

Diketahui dari calon member FBT yang tidak mau menyebutkan namanya, setiap member yang berhasil melakukan usaha perekrutan member baru, akan mendapatkan bonus 10 % dari dana yang diberikan. “Dana tersebut balik dengan transferan member lain yang dipastikan dana tersebut bertamba 30% per bulan, namun yang bisa diambil hanya komisinya, modalnya bisa diambil setelah tiga bulan,” jelasnya.

Namun pertanyaannya, siapa yang akan bertanggung jawab jika dananya tidak ditransfer? atau jika webnya di tutup? (*)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Warga yang ada di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, mendesak Pemkab Minsel dalam hal ini instansi terkait untuk menghentikan pembangunan tower di Kelurahan Buyungon, tepatnya dekat dengan kantor Koramil.

Menurut salah satu warga Buyungon Michael Siwu, pembangunan tower tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat. Anehnya bisa dibangun.”Kami saja yang tinggal dekat dengan tower tidak pernah diberitahu dan ada dugaan tower ini tidak memiliki ijin alias illegal,” ujar Siwu.

Ditambahkannya, untuk mengantisipasi ancaman yang tidak diinginkan, warga mendesak Pemkab Minsel dalam hal ini Kantor Perijinan Terpadu Satu Atap dan Satuan Polisi Pamong Praja, bisa menghentikan pembangunan tower.

Kepala Kantor Perijinan Terpadu Satu Pintu Sonny Sondakh SPd kepada manadoterkini.com mengungkapkan, dirinya baru mengetahui ada pembangunan tower di Kelurahan Buyungon. “Sampai saat ini saya belum mengeluarkan ijin pembangunan tower. Nanti saya cek dulu. Bila tidak ada ijin maka pekerjaannya akan dihentikan,” tandas mantan Kabag Ortal ini.(dav)