Komisi II Kecewa Kinerja Diperindag Sulut

Komisi II Deprov Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Terungkap dalam rapat kerja SKPD Provinsi Sulut dengan Komisi – Komisi yang ada di DPRD Provinsi Sulut.

Salah satunya yang terungkap dalam rapat kerja komisi III dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut. Legislator Sulut Anun Talibo anggota Komisi II kecewa dengan kinerja dari kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jeany Karow terkait tidak direalisasikannya anggaran sebesar Rp. 7 Milyar bantuan bagi kelompok UKM pada anggaran 2016.

Kekecewaan Ainun terungkap saat rapat pembahasan anggaran perubahan tahun 2016 antara komisi 2 DPRD Sulut yang dipimpin Sekretaris Komisi Rocky Wowor.

 “Saya sungguh kecewa kinerja Kadis Perindag karena bantuan peralatan bagi kelompok masyarakat tersebut sangat dibutuhkan, tapi tidak direalisasikan dalam APBD 2016. Saya sering ditanya masyarakat ketika turun ke dapil terkait realisasi bantuan tersebut yang begitu dibutuhkat masyarakat,” ujar Talibo.

 Hal senada disampaikan personil komisi 2 lainnya Ferdinand Mangumbahang yang menilai Kepala Dinas Perindag tidak mendukung proram pemerintah yakni Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK). Menurutnya salah satu pogram OD-SK adalah pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) bagi masyarakat.

 “Kegiatan seperti UKM mestinya jadi prioritas Dinas Perindag untuk direalisasikan karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama program pengentasan kemiskinan yang digaungkan Pemprov Sulut,” ujar Mangumbahang dan berharap kedepan untuk lebih fokus terhadap program-program kemasyarakatan. (Jef )

MTerkini.com, AMURANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi (Disperindakop) Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Disperindakop Minsel belum lama ini menggelar kegiatan bimbingan teknis.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Hotel Prince Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur ini dihadiri oleh puluhan peserta untuk dilatih soal cara produksi sabun berbahan baku kelapa.

Menurut Kabid Perindustrian Disperindag Sulut Benny Noungkan SE kepada sejumlah terkait pelatihan tersebut mengatakan, sasaran dilaksanakannnya Bimtek, adalah untuk melatih masyarakat atau petani kelapa tentang cara pemanfaatan hasil kelapa untuk diolah menjadi salah satu bahan pokok.

“Saat ini kan masyarakat hanya terfokus pada pengolahan hasil buah kelapa dengan membuat kopra. Bahkan ada sebagian petani hanya menjual hasil buah kelapa dalam bentuk bijian, sehingga berdampak pada tidak stabilnya harga kelapa. Oleh sebab itu, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bisa terbentuk satu kelompok usaha dari kalangan masyarakat petani kelapa, untuk memproduksi sabun dengan bahan baku kelapa,” ujar Noungkan.

Sementara itu, Kepala Disperindakop Minsel Semuel Setho Slaat ST MSi melalui Kabid Perindustrian Femmy Tanor mengatakan, mendukung dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut. “Kami Pemkab Minsel tentunya sangat mendukung dengan dilaksanakannnya kegiatan Bimtek ini. Dan kami berharap kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan bebearapa waktu lalu agar dapat memanfaatkannya dengan baik,” tandasnya.(dav)

SULUT, (manadoterkini.com) – Belum optimalnya sumber daya alam (SDA) dan produktivitas usaha, menggenjot pelaku-pelaku usaha tingkatkan produksi. Walaupun sekarang perkembangan ekspor impor Sulut cukup memberikan hasil yang baik.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut Drs TH Siregar MSi mengungkapkan produk-produk jadi itu nilai tambah meningkatnya ekspor Sulut.

“Tak dipungkiri produk Sulut umumnya bahan setengah jadi, tapi kendala yaitu menyangkut alat-alat atau butuh teknologi canggih agar ekspor dapat maksimal, bahan baku atau setengah jadi dapat dihasilkan langsung jadi produk akhir,”kata Siregar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, periode Januari sampai Mei 2015 secara kumulatif penilaian neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$432,05 juta dengan perbandingan nilai ekspor sebesar US$85,03 juta dan nilai impor sebesar US$4,63 juta.

Salah satu petani kopra di Minahasa Selatan Viktor menuturkan Rabu (22/7), musim kemarau sangat bagus, tidak terhalang memanen kelapa untuk dijadikan kopra dan menghasilkan minyak kelapa, tapi kendala sumber daya manusia (SDM) kurang.

“Melihat tawaran pekerjaan sekarang, petani banyak menilai mana menghasilkan keuntungan misalnya sekarang banyak memetik cengkeh (lihat musim-red), ditambah lagi biaya produksi kopra semakin meningkat alhasil kurang untuk perawatan kelapa,”ungkapnya.(alfa)