Merentek Terpilih Sebagai Kumtua Desa Poopo Barat

manadoterkini.com, RANOYAPO-Dalam pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Poopo Barat Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Rabu (31/8) kemarin, Ridel Merentek akhirnya meraup suara terbanyak dan terpilih sebagai Kumtua.

merentekmerentekDari data yang dihimpun, Merentek berhasil meraup suara sebanyak 418 suara mengungguli Frangky Sengkey yang hanya meraih 296 suara dan Nikolas Sarayar 54 suar serta Pratiwi Menajang yang hanya meraih 8 suara.

Kaban BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas membenarkan hal tersebut. “Untuk Poopo Barat yang terpilih adalah Ridel Merentek,” ujarnya.

Lanjut Dia mengungkapkan, bila ditahun 2016 ini, ada 48 desa yang menggelar pilhut. Dan untuk pelantikan kumtua terpilih, pihaknya masih menunggu jadwal dari bupati.(dav)

Dana Pilhut di Minsel Mulai Ditransfer ke Rekening Panitia

 

lumingkewas
Benny Lumingkewas

manadoterkini.com, AMURANG– Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minsel akan dilaksanakan secara serentak. Untuk itu, Anggaran Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) bagi 49 Desa penyelenggara mulai disalurkan melalui rekening masing-masing desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel Drs Benny Lumingkewas kepada manadoterkini.com Senin (18/7) ini.

Menurut Dia bahwa, penyaluran dana Pilhut ini ditransfer langsung kepada rekening panitia. Dana untuk panitia disetiap desa bervariasi, mulai dari 18 juta hingga 23 juta rupiah.

“Jumlah pembagian dana tersebut dilihat dari jumlah pemilih disetiap desa,” ujarnya.

Lanjut Lumingkewas mengingatkan bagi setiap panitia bisa menggunakan anggaran tersebut sesuai peruntukan, dan nantinya bisa membuat laporan pertanggung-jawaban penggunaan anggaran tersebut.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG-Menghadapi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak bagi 49 Desa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di akhir bulan Agustus 2016, pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel kembali menginformasikan beberapa aturan dalam tahapan Pilhut seiring jadwal pembukaan pendaftaran calon yang dijadwalkan akan dimulai pada 5 Juli mendatang. Seperti halnya menyangkut jumlah calon, yang dibatasi minimal 2 orang, dan maksimal 5 orang.

Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas mengungkapkan, mengenai jumlah calon yang akan mendaftar, sesuai aturan yang ada, jumlahnya dibatasi minimal 2 orang dan maksimal 5 orang.
“Dan jika nantinya melebihi 5 calon, maka akan dilakukan seleksi tambahan oleh panitia seleksi tingkat Kabupaten, yang sebelumnya dilaksanakan verifikasi ditingkat panitia di desa,” ujarnya.
Lebih lanjut Lumingkewas mengatakan bahwa, seleksi yang akan dilaksanakan ditingkat Kabupaten berupa tes tertulis, dan jika ada calon yang memperoleh nilai yang sama, maka pihak panitia seleksi tinggal melihat dari sisi pengalaman dibidang pemerintahan, pendidikan, maupun usia calon bersangkutan.
Sebagaimana diketahui, 49 desa yang akan melaksanakan Pilhut serentak di Kabupaten Minsel pada tahun 2016 ini, sebelumnya telah dibentuk panitia disetiap desa, yang kini sementara melakukan pengurusan daftar pemilih sementara dan pencatatan daftar pemilih tambahan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 1 Juli. Sedangkan hari-H pelaksanaan pemilihan dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 2016.(dav)

Bimtek Ke Malang, Kloter Pertama Untuk 107 Kumtua

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel Drs Benny Lumingkewasmanadoterkini.com, AMURANG-Bimbingan Teknis (Bimtek) sejumlah Hukum Tua (Kumtua) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ke Kota Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim), dibagi dalam dua kloter keberangkatan.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel Drs Benny Lumingkewas bahwa, dari 167 desa di Minsel terdapat 107 kumtua yang akan berangkat dari Bandara Samratulangi Manado ke Malang pada Minggu (5/05). Sejumlah Kumtua tersebut sedianya akan mengikuti Bimtek selama 5 hari di Batu Malang.
Lumingkewas menjelaskan, dalam Bimtek ini para kumtua akan digodok oleh para Pembina dari Kementerian Desa.
“Tidak hanya menyangkut pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi pemerintahan desa, namun disiplin sebagai seorang pemimpin juga turut diajarkan,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa, yang akan berangkat pada Bimtek ini, jika ada Kumtua yang berhalangan, bisa saja diwakilkan oleh pemerintah desa bersangkutan, seperti halnya Sekretaris Desa ataupun Aparat Desa, selain pihak BPD.
“Sebagaimana tujuan Bimtek ini yakni guna peningkatan kapasitas aparat pemerintahan desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut Lumingkewas mengungkapkan, mengenai anggaran Bimtek sebesar 15 juta, sudah meliputi tiket PP, penginapan dan lain-lain termasuk didalamnya uang saku selama 5 hari.
Adanya informasi rencana ke Bangkok Thailand, Lumingkewas mengatakan bahwa, itu tidak masuk dalam tujuan utama keberangkatan.
“Jika ada yang ingin ke Bangkok, anggarannya merupakan dana pribadi dari para kumtua,” tukasnya.
Dibagian lain, Kumtua Desa Talaitad Kecamatan Suluun Tareran Ventje Mangindaan kepada beberapa wartawan belum lama ini menyatakan jika dirinya hanya akan diwakili sekretaris desa. Beberapa kumtua lainnya saat diwawancara usai rapat koordinasi di Kantor BPMPD Minsel mengaku senang dengan agenda Bimtek ini, yang dinilai sangat penting untuk menambah wawasan guna kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa kedepan.(dav)

MTerkini.com, AMURANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD) saat ini mulai menyalurkan Alokasi Dana Desa (ADD) melalui rekening desa penerima.

Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas mengatakan untuk ADD tahap pertama yang diperuntuhkan untuk 167 desa di Minsel saat ini mulai disalurkan.
“Penyalurannya melalui rekening, guna menghindari adanya pungutan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Lumingkewas.

Lanjut mantan Kabag Humas Penkab Minsel ini mewarning agar pemanfaatan ADD dilakukan sesuai dengan APBDes. “Pergunakan sesuai dengan apa yang disusun dalam APBDes dan ditetapkan pada Perdes. Jangan mencoba melakukan penyimpangan. Kalau didapati maka dispastikan agar diperhadapkan dengan hukum,” tandasnya. (dav)

Pekan Depan, Evaluasi APBDes se-Minsel Selesai

apbdesMTerkini.com, AMURANG – Saat ini, proses evaluasi APBDes sudah mencapai 80-an dari 167 Desa yang menyerahkan ke Pemkab Minsel.

Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas mengatakan evaluasi APBDes sudah dimulai sejak pekan lalu. Paling lambat pekan depan proses evaluasi sudah selesai dilakukan.

“Evaluasi APBDes ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Dana Desa (Dandes). Kalau APBDes tidak dievaluasi, Dandes tidak akan dicairkan,” katanya.

Lebih Lumingkewas mengatakan, APBDes merupakan instrumen penting dan sangat menentukan dalam perwujudan tata pemerintahan yang baik. Untuk itu penyusunan APBDes harus sesuai petunjuk teknis (Juknis) karena jika ada kesalahan harus dipebaiki.

“Itu tujuannya dilakukan evaluasi. Kalau tidak sesuai aturan tentu dibongkar lagi. Jadi diharapkan desa yang memasukan APBDes harus sesuai Juknis, agar saat akan di evaluasi bisa diketahui apakah APBDes sudah sesuai atau belum. Kalau masih ada kesalahan tentu dikembalikan dan diperbaiki,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Asisten I Pemkab Minsel Drs Ben Watung MSi, ditambahkannya, dalam evaluasi ini tidak diatur per-kecamatan. Artinya, jika sudah ada desa yang menyelesaikan APBDes segera dimasukan dan langsung dievaluasi.

“Evaluasi ini tergantung dari desa yang sudah menyelesaikan APBDes. Sambil evaluasi berjalan kami juga menunggu desa yang belum menyerahkan APBDes untuk secepatnya dimasukan,” ujar mantan Sekertaris DPRD Minsel ini.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – H-1 jelang penutupan tahun anggaran 2015, masih ada sekitar 50 persen desa yang belum menerima Dana Desa (Dandes) tahap ketiga. Hanya saja pihak BPMPD Minsel optimis jika Dandes tahun 2015 akan tersalur 100 persen.

Menurut Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas mengakui kalau sampai saat ini masih ada sekitar 50 persen desa belum menerima Dandes tahap ketiga. Meski tahun anggaran 2015 tinggal menyisahkan satu hari. “Kami optimis Dandes untuk 167 Desa akan tersalurkan seratus persen,” ujarnya.

Diketahui, anggaran pencairan Dandes tahap ketiga ini jumlahnya tinggal 20 persen, yang sebelumnya telah disalurkan tahap pertama dan kedua masing-masing 40 persen.

Adapun total Dandes untuk 167 Desa di Minsel tahun 2015 berjumlah 40,9 Miliyar Rupiah, dimana setiap desa memperoleh dana sekitar 200 – san juta rupiah.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Kalau tidak ada aral melintang, Tahun 2016 Sejumlah Desa yang ada dikabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bakal mandi uang. Pasalnya, untuk Dana Desa (Dandes) yang ada di sejumlah tersebut mengalami kenaikan yang mencapai 144 persen, masing-masing desa yang ada akan menerima anggaran mulai dari 580 juta hingga 600 juta lebih setiap desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas kepada manadoterkini.com. Menurut Lumingkewas, sesuai PAGU yang ada, total dana desa untuk Minsel di tahun 2016 sebesar 100,3 Miliar atau naik 144 persen dari tahun lalu yang hanya berjumlah 40,9 miliyar.

Mantan Kabag Humas Pemkab Minsel ini juga mengungkapkan, dengan mekanisme atau aturan pembagian, yakni 90 persen dibagi rata dan 10 persen dibagi sesuai prorsional desa, maka besaran dana yang akan diterima setiap desa bervariasi mulai dari 580 juta hingga 600 juta lebih.

Bukan hanya dana desa saja, bahkan untuk Alokasi Dana Desa melalui APBD 2016 Minsel juga bertambah, yang totalnya sebesar 53 Miliyar yang akan dibagi ke 167 desa yang ada. Anggaran tersebut dibagi 60 persen untuk penghasilan tetap hukum tua dan perangkat desa, serta 40 persen untuk pemberdayaan masyarakat.

Dengan total anggaran yang akan masuk ke desa tersebut, maka diharapkan kemajuan pembangunan disetiap desa, terlebih dalam memacu roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat makin terjamin. “Untul itu, bagi para pengguna anggaran saya berharap dapat menggunakan anggaran dengan transparan, tanpa ada penyimpangan,” harapnya.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Ini merupakan kabar gembira bagi seluruh Hukum Tua (Kumtua) yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pasalnya, tahun 2016 mendatang kemungkinan Minsel akan keciprat dana desa (Dandes) sebesar Rp 100 Milliar yang bersumber dari APBN.

Hal ini disampaikan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu melalui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Pemkab Minsel Drs Benny Lumingkewas kepada manadoterkini.com.

Menurut mantan Kabag Humas dan Sekertaris KPUD Minsel ini mengatakan, dana tersebut nantinya akan langsung masuk rekening desa. “Untuk penyaluran Dandes akan disalurkan bervariasi, melihat luas wilayah dan kebutuhan desa. Nantinya setiap desa akan diberikan sekitaran 450-600 juta rupiah,” ungkapnya, sembari menambahkan, sebelumnya juga tiap desa harus memasukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) untuk pengunaan dana desa tahun 2015.

Sementara itu, Tonny Lumenta SH Tokoh Muda Minsel berharap , pemerintah kedepan harus rajin mengumpulkan para kades untuk konsolidasi. “Dan diharapkan monitoring perlu dilakukan secara cermat. Dengan begitu, penyerapan Dandes bisa lebih optimal sehingga pertumbuhan ekonomi di desa bisa berjalan lebih baik,” harapnya.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Rabu (21/10) kemarin mulai membayar Tunjangan Perangkat Desa Triwulan III Tahun 2015 dengan total dana yang disalurkan ke rekening tiap desa mencapai Rp 6,5 Milliar.

Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas menjelaskan tunjangan triwulan III ini dikhususkan bagi 4.135 perangkat desa di Minsel, dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan. “Yang akan menerima tunjangan diantaranya, 167 Hukum tua, 44 Sekdes, 593 Kaur, 1.045 Kepala Jaga, 1045 meweteng dan 1.245 BPD. Untuk total dana yang disalurkan sebesar Rp 6,5 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan kabag Humas Pemkab Minsel ini mengatakan, jika tahun lalu proses pencairan langsung diserahkan BPMPD, maka tahun ini prosesnya diserahkan ke desa lewat rekomendasi yang diberikan kepada bendahara desa.” Penyaluran ini sendiri tidak ada namanya pemotongan-pemotongan, karena langsung ke rekening desa,” tukasnya, sembari menambahkan, penyaluran tunjangan perangkat desa ini bersumber dari Alokasi Dana Desa atas kebijakan Bupati. “Karena dengan adanya tunjangan, tentu dapat memotivasi Perangkat desa agar dapat bekerja dengan lebih baik lagi,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Bendahara Pos Bantuan Pemkab Minsel Hanna Limpele. Menurut Limpele, pihaknya sudah mentransfer tunjangan perangkat desa tersebut melalui Bank Sulut Amurang. “Dana tunjangan perangkat desa sudah saya transfer ke rekening-rekening perangkat Desa,” tutupnya.(dav)