manadoterkini.com, MANADO – Kejadian yang menimpa siswa SMK Negeri 1 Manado yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Pariwisata menimbulkan kekesalan bagi guru-guru.
Sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan cabul yang dilakukan oknum kadis, tidak lagi mengirimkan siswa ke instansi tersebut.

HW diduga melakukan aksi bejat itu terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) yang sedang melakukan PKL. Informasi beredar, itu terjadi di ruang kerjanya pada rabu pecan lalu.

Bunga yang merupakan salah satu siswa primadona di SMK Negeri I Manado juga telah mengakui nasib sial yang menimpanya itu kepada Kepseknya, Moddy Lumintang.

“Dia (Bunga, red) kami sudah panggil dan dia sudah menjelaskan yang sebenarnya terjadi,” kata Lumintang.

Kedepan, menurut Lumintang, dirinya tidak akan lagi mengirimkan anak didiknya untuk melakukan PKL di Disparbud.

“Kemungkinan tidak akan lagi jika oknum pejabat itu masih sebagai kepala dinas,” tegas Lumintang.

Pasalnya, bunga selama di Disparbud bukan hanya santai tapi sedang menjalankan kurikulum belajar sesuai program pemerintah.

“Kami titipkan di instansi itu untuk dididik sehingga ada peningkatan kompentensinya. PKL itu masuk kurikulum. Jadi anak kami disana sedang menjalankan program pemerintah. Tahun depan tidak ada lagi PKL disana,” pungkas Lumintang. (tim)

manadoterkini.com, MANADO – Dugaan perbuatan cabul oknum Kadis Parbud Manado, Selasa (13/9/2016) sore kemarin tercium media. Kronologis dugaan cabul oknum Kadis bernisial HW hingga terungkap ke public itu bermula Selasa pagi, Bunga, bukan nama sebenarnya, tercatat siswi PKL (Praktek Kerja Lapangan) asal SMK Negeri I Manado menjadi korban oknum Kadis bejat itu berkicau di depan Kepseknya, Moddy Lumintang.

“Tapi tolong ditelusuri lagi karena kami Cuma memegang pengakuan korban dan kami sangat menyesalkan perbuatan oknum kadis terebut,’’ ujar Lumintang.

Informasi diterima, awalnya Bunga (nama samaran korban) berada lantai dua gedung kantor Disparbud di kawasan Megamas. Jingga sendiri adalah salah satu siswi PKL di kantor milik oknum pejabat itu.

Saat menunggu pegawai apel, sisiwi kelas III jurusan perkantoran dari arah belakang tangannya ditarik oleh oknum pejabat eselaon II tersebut.

Karena yang memegang sang Kadis, Jingga tak curiga. Dia malah menuruti permintaan oknum pejabat itu untuk berbicara dalam ruangan kerja sang pejabat.

Betapa kagetnya Bunga, di dalam ruangan justru dia ditarik dan didudukkan di atas pangkuan oknum pejabat bejat itu dengan diiming-imingi akan diangkat menjadi honorer di kantor itu.

Bersamaan dengan bujuk rayu, tangan oknum pejabat tersebut mulai menggerayangi bagian tubuhnya. Beruntung Bunga sadar ada seorang staf yang masuk ke ruang kerja Kadisparbud. Terhentilah perbuatan bejat itu.

Awalnya Bunga ingin segera melaporkan perbuatan oknum Kadis tersebut usai kejadian. Tapi takut jangan sampai program PKL-nya terhambat, Bunga pun nanti membeberkan naas dialaminya Selasa pagi.

“Menurut korban kejadiannya Rabu. Mereka ditarik (dari PKL) Sabtu. Karena senin libur, nanti sekarang (Selasa) baru terungkap,” ujar Lumintang.(tim/ald)

 

manadoterkini.com, MANADO – Dugaan perbuatan cabul oknum Kepala Dinas (Kadis) Pemkot Manado, terhadap siswa PKL (Prakter Kerja Lapangan) siswa SMK 1 Manado belakangan menjadi buah bibir dijajaran Aparat Sipil Negara (ASN). Informasi dugaan cabul oknum pejabat tersebut heboh, Selasa (13/9/2016) kemarin sore.

Ironya lagi, dugaan perbuatan cabul dilakukan di ruang kerja oknum Kadis yang kebelet ngeseks pagi hari pada Rabu pekan kemarin.

Siswa PKL yang menjadi korban tercatat sebagai siswa kelas III jurusan perkantoran sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya) diduga menjadi korban dari oknum Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado (Kadisparbud) Manado berinisial HW di kantor yang terlelat di kawasan megamas.

Saat akan dimintai keterangan Bunga yang masih shock dengan kejadian tersebut.

Hanya saja, Kepsek SMK I Manado, Moddy Lumintang yang dikonfirmasi membenarkan kejadian malang itu menimpa salah siswinya tersebut.

“Tadi pagi saya sudah panggil anak (siswi) itu. Dan dia sudah menjelaskan yang sebenarnya terjadi,” kata Lumintang yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/9/2016) sore.

Menurut Lumintang, dirinya sangat menyesalkan dengan perbuatan oknum pejabat tersebut. “Iya kan. Kalau kesalahan dari anak kami, tentu akan ditindaki. Tapi kalo kesalahan datang bukan dari anak kami, tentu kami sangat menyesalkan,” ujarnya.

Lumintang sendiri meski sudah menginterogasi Bunga, namun enggan membeberkan kronologis sebenarnya. “Nanti tanya saja kepada yang bersangkutan. Yang pasti kami sangat menyesalkan,” pungkas Lumintang.(ald/tim)

Wawww… Oknum Bos di PT Air Manado Diduga Lakukan Perbuatan Cabul

manado
Kantor PT Air Manado. (ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Vecky alias VS oknum bos di PT Air Manado, diduga melakukan perbuatan cabul kepada MH mahasiswi Politeknik Manado yang sedang mengikuti kegiatan magang di Kantor PT Air Manado.

Diketahui dugaan perbuatan cabul yang dialami mahasiswi MH tersebut berawal dari aktivitas rutinnya di depan komputer di ruangan kerja VS yang juga Direktur Teknik (Dirtek) PT Air Manado tersebut. Ketika kesempatan itu datang, oknum Dirtek menyuruh MH untuk mengaskes situs porno malalui google yang kemudian menjurus para perbuatan cabul.

Dugaan perbuatan cabul oknum Dirtek, sempat membuat pihak Politeknik Manado geram, bahkan mahasiswa Politeknik mengacam melakukan aksi demo di Kantor PT Air Manado.

“Mahasiswa Politeknik so ancam demo di kantor, mar pimpinan utus dua orang pigi di Politeknik untuk negosiasi supaya nda demo,” kata sumber resmi yang meminta namanya tidak dimuat.

Sementara VS alias Vecky tak bisa dimintai keterangan. Beberapa kali wartawan hendak menghubungi di nomor 081143… sudah tak pernah aktif.(tim)