Paskah Raya dan Hari Anak GMIM di Manado Berlangsung Meriah

Dihadiri Gubernur OD, Ketua Panpel Buktikan Manado Kota Toleran

manado

PASKAH Raya dan Hari Anak Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2018 dilaksanakan di lapangan Sparta Tikala Manado, Sabtu (14/04/2018) pagi hingga sore tadi.

manado

Dihadiri ribuan Anak Sekolah Minggu (ASM) dan Guru Sekolah Minggu (GSM) se-GMIM itu dihadiri Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut sekaligus Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Ny Ritha Dondokambey Tamuntuan, Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA serta Ketua TP-PKK Manado yang juga Bunda PAUD Kota Manado dan mantan Ketua Komisi Pelayanan Anak Sinode (KPAS) GMIM Pnt Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA serta undangan lainnya.

Wilayah Manado Sentrum Tuan dan Nyonya Rumah

manado

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Paskah Raya dan Hari Anak GMIM tahun 2018 Ny Imelda Bastiaan Markus SE dalam laporannya mengatakan pelaksaan perayaan Hari Kebangkitan Yesus Kristus tersebut dilaksanakan di Wilayah Manado Sentrum dan diikuti 124 jemaat yang tersebar di tiga kota dan empat kabupaten se-Sulut.

manado

“Sebagai Panitia Pelaksana kami merasa senang bisa melayani ribuan anak-anak dan guru-guru Sekolah Minggu di GMIM. Sebagai panitia kami juga mengalami banyak tantangan dan puji Tuhan semuanya bisa kita atasi bersama,” tandas isteri tercinta Wawali Mor.

Imelda Markus : Kegiatan Ini Menegaskan Label Manado Kota Toleran

manado

Dilaksanakannya Paskah Raya dan Hari Anak GMIM tahun 2018 di Kota Manado, ingin menegaskan jika label Kota Manado sebagai kota paling toleran di Indonesia benar-benar nyata dan diimplikasikan seluruh warga Kota Manado meski berbeda suku, agama, ras dan antar-golongan.

manado

“Inilah Kota Manado yang dijuluki sebagai kota paling Toleran di Indonesia. Karena beginilah kami, meski berbeda-beda tetapi kami menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan ditengah masyarakat Kota Manado,” jelas Ny Imelda.

Gubernur OD Ingatkan Perhatikan Tingkah Laku Anak Zaman Now

manado

Sementara, Gubernur OD dalam sambutannya mengingatkan orang tua agar memperhatikan tingkah laku anak-anak zaman sekarang agar tidak melupakan identitasnya sebagai umat Kristen.

manado

“Saya hanya minta kepada orang tua agar terus mendampingi anak-anaknya agar mereka tidak sibuk dengan alat-alat teknologi modern seperti hand phone. Mari kita arahkan anak-anak kita pada hal-hal yang positif agar mereka tidak melupakan gereja,” tandas Gubernur OD mengingatkan.

Ibadah Paskah Dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt DR Hein Arina MTh

manado

Ibadah Paskah dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR Hein Arina MTh. Dalam ibadah tersebut dilaksanakan serah terima dari pengurus KPAS GMIM Periode 2014-2018 kepada pengurus KPAS Periode 2018-2022.

manado

Tampak hadir dan memberikan sambutan Ketua KPAS GMIM Periode 2018-2022 Pnt Michael Mait. Paskah Raya dan Hari Anak GMIM diakhiri dengan pawai Paskah dengan mengambil start dari lapangan Sparta Tikala dan Finish di Monumen Pohon Kasih kawasan Megamas Manado. Sebelum ibadah dimulai ditampilkan berbagai atraksi anak-anak baik drum band, tarian katrili, tarian maengket maupun barongsai.(liputankhusus)

Khusuk, Perjamuan Kudus di GMIM Victory Minanga Indah

manadoterkini.com, MANADO – Penghayatan akan Jumat Agung atau Kematian Tuhan Yesus Kristus oleh umat Kristiani di seluruh Dunia, Jumat (30/3/2018) kemarin, termasuk Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Victory Minanga Indah, Wilayah Malalayang Barta (Malabar), Manado.

Pdt Lidya Kandio - Waworuntu memimpin Ibadah Jumat Agung pagi hari (foto kiri) dan Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh menjadi khadim pada Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung sore hari (foto kanan)
Pdt Lidya Kandio – Waworuntu memimpin Ibadah Jumat Agung pagi hari (foto kiri) dan Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh menjadi khadim pada Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung sore hari (foto kanan)

Dalam memaknai karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus bagi umat manusia dan dosa seluruh bangsa, yang telah berkorban, disiksa, mati disalibkan di Bukit Golgota, jemaat GMIM Victory Minanga Indah menggelar ibadah Jumat Agung sekira Pukul 09.00 WITA dilanjutkan Ibadah perjamuan kudus pada Pukul 15.00 WITA (jam 3 sore) yang diikuti oleh ratusan jemaat dari 12 kolom.

Ibadah Jumat Agung pada pagi hari dipimpin Pdt Lidya Kandio Wawaruntu STh, yang mengangkat pembacaan Alkitab dari Perjanjian Baru, Yohanes 18: 1-40 dan 19:28-30. Perayaan ibadah Jumat Agung mengangkat Tema Mingguan GMIM “Setia Sampai Mati”

Dalam khotbahnya, Pdt. Lidya kembali mengingatkan Jemaat akan makna Jumat Agung jangan hanya sekedar perayaan biasa, namun menjadi titik balik bagi seluruh jemaat soal pengorbanan Yesus di Kayu Salib.manado

“Di jumat Agung ini, mengingatkan kita akan pengorbanan Yesus di kayu salib. Karena Dia Mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Setialah kepada Firman Tuhan kekal dari sekarang sampai selama-lamanya. Karena kasih karunia kita diselamatkan,” ungkapnya.

Ibadah Jumat Agung, dilanjutkan dengan sakramen Perjamuan Kudus, yang diikuti anggota sidi jemaat dipimpin Pdt Imelda Mohede Saroinsong STh. Dalam ibadah tersebut, Pdt Imelda mengambil pembacaan Lukas 23:33-43 dengan judul “Yesus Disalibkan”. Dimana dalam khotbahnya, Pdt Mohede menekankan tentang dua sisi dari kedua orang penjahat yang disalibkan bersama-Nya di Bukit Golgota.

Dalam perjamuan tersebut sidi jemaat yang dibagi beberapa kelompok, duduk di meja perjamuan yang dibentuk salib. Kemudian memakan roti tidak beragi dan meminum anggur. Setelah usai, kelompok yang lain bergantian dilayani. Kendati banyaknya anggota jemaat yang ikut perjamuan, ibadah Jumat Agung berlangsung khusuk.(aldi)

Olly Dondokambey Minta Masyarakat Harus Tegas Tolak Hoax

manadomanadoterkini.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengajak semua elemen masyarakat Sulut untuk bersama secara tegas menolak penyebaran berita bohong atau saat ini dikenal dengan istilah Hoax.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat melakukan kunjungan ke beberapa Gereja GMIM di Kabupaten Minahasa yakni Gereja Sentrum Efrata Sonder, Gereja Sentrum Tondano, Gereja Nasareth Touliang, Minggu (25/3/2018).

Masyarakat diharapkan cakap dalam menghadapi segala bentuk berita yang sangat cepat tersebar, dalam kehidupan bermasyarakat maupun berita yang ada di media sosial.

Gubernur mengajak semua masyarakat mengikuti apa yang dilakukannya selama 12 tahun menjadi politikus, dimana begitu banyak berita bohong dan fitnah dilayangkan pihak tidak jelas bagi diri Gubernur, namun Gubernur tetap bersabar dan tidak membalas mereka yang menyebarkan berita bohong tersebut.

“Selama 12 tahun banyak sekali berita bohong dilayangkan pada saya, itu merupakan resiko sebagai politikus, namun saya tetap sabar menghadapi hal tersebut, tidak membalas, berkati saja mereka yang menyebar fitnah, terus berbuat baik,” ujar Gubernur.

Dengan menolak berita hoax kehidupan damai antar sesama masyarakat dapat terus terjaga di Sulut. Khususnya di daerah Minahasa yang akan menghadapi Pilkada, Olly menghimbau semua masyarakat menjaga diri, tidak terpancing dengan isu negatif yang merusak kedamaian yang dapat mengacaukan pesta demokrasi.

Masyarakat harus menjaga predikat Sulut sebagai daerah dengan toleransi terbaik dapat terus dipertahankan. (*/Rizath)

Sukses, Olly Dondokambey Pimpin Panitia Pemilihan BIPRA GMIM 20 Jam Non Stop

manadoterkini.com, SULUT – Pemilihan Pengurus Kategorial Pelayanan Pria/Kaum Bapak, Wanita/Kaum Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak (BIPRA) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang berlangsung sejak Sabtu (3/3/2018) telah berlangsung dengan sukses.Olly

Kesuksesan itu boleh terlihat dari proses pemilihan yang baik dan transparan serta menggunakan backup data elektronik yang menjamin tidak ada penyimpangan. Kesuksesan itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan terhadap Panitia Pemilihan Sinode GMIM yang dipimpin oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Kesuksesan ini mulai tampak tatkala Olly Dondokambey menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang melayani dengan menjalankan tugas dan tanggung jawab memimpin secara non stop selama 20 jam.Steven

Ini dapat dilihat saat proses pemilihan pengurus P/KB Sinode GMIM yang berlangsung sejak Sabtu (3/32018) mulai pukul 10.00 Wita hingga Minggu (4/3/2018) pukul 06.00 Wita dini hari.

“Saya percaya kehadiran kita disini dalam rangka melaksanakan tugas kita sebagai pelayan. Sehingga apa yang kita harapkan dalam kerja bersama pemerintah dan gereja dapat tercapai. Karena kita tahu di pemerintahan Sulut, pejabat dari GMIM mendominasi. Jadi keberhasilan pemerintah Sulut tidak lepas dari keberhasilan GMIM. Jika kinerja kita baik, saya yakin masyarakat kita pasti akan sejahtera,” kata Olly Dondokambey seraya memuji kinerja panitia lokal pelaksanaan pemilihan Pengurus BIPRA Sinode GMIM.Sulut

Pada kesempatan tersebut, Olly memimpin jalannya pemilihan sebagai tugas pelayanan yang disematkan kepada beliau. Dimana proses pemilihan yang cukup alot dan menguras waktu serta tenaga namun dilaksanakan Olly dengan sukacita dan penuh ucapan syukur kepada Tuhan.

“Memang dalam tugas duniawi dipercayakan sebagai orang nomor satu dan pemimpin dalam pemerintahan di Sulawesi Utara, tetapi dalam Gereja harus tetap memposisikan diri sebagai pelayan yang setia sampai akhir yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan yang lain,” ujar Olly menyampaikan keyakinannya bahwa semuanya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan.Sulut

Olly menambahkan, pemilihan Ketua BIPRA kali ini menjadi sejarah karena pertamakalinya menggunakan sistem e- voting. Sistem ini terjamin kerahasiaannya dan mencegah kesalahan pada proses pemilihan.

“Puji Tuhan. Pemilihan BIPRA Sinode GMIM berjalan lancar. Dengan menerapkan sistem e voting dan data yang lengkap tentunya tidak bisa dimanipulasi karena transparan,” kunci Olly.

Untuk pemilihan Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa, dilaksanakan di Jemaat Sentrum Tatelu Warukapas, Minahasa dibuka dengan ibadah oleh Ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Pdt DR HWB Sumakul MTh.PKB GMIM

Dalam pemilihan itu, Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) terpilih sebagai Ketua P/KB Sinode GMIM dengan memperoleh 585 suara dengan persentase suara 60 persen, dari jumlah pemilih sebanyak 969 orang. GSVL mengungguli calon kuat lainnya yakni Stefanus BAN Liouw yang memperoleh 294 suara dengan presentasi suara 30 persen, dan Jantje Wowiling Sajouw (JWS) 84 suara dengan persentase suara 8 persen.

Sementara di waktu bersamaan namun di tempat yang berbeda, Wakil Ketua Panitia aras Sinode yang juga sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Gubernur Steven Kandouw berkesempatan memimpin jalannya pemilihan pada kategori Wanita/Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM. Sebanyak 938 perwakilan WKI seluruh jemaat se-Sinode GMIM menyalurkan hak pilihnya dari total 972 peserta

Pada kesempatan itu, Steven Kandouw, mengajak seluruh perwakilan yang hadir untuk bersama-sama menggumuli dan mendoakan agar siapapun yang terpilih nantinya dapat menjalankan pelayanan bagi sesama dengan hati tulus.

“Melayani bukan dilayani. Ingat, ibu-ibu yang juga mencalonkan diri sebagai Ketua khususnya, sebagian besar adalah abdi negara, mantan pejabat dan tokoh masyarakat. Jangan pemilihan ini dijadikan batu loncatan untuk pencapaian tujuan lainnya. Sangat disesalkan,” tukas Steven Kandouw.Sulut

Dari hasil pemilihan yang berlangsung alot ini akhirnya memilih Penatua Adriana Dondokambey  menjadi Ketua WKI Sinode GMIM periode 2018-2022 dengan perolehan suara  67 persen  total  suara  566 suara peringkat kedua Penatua Netty Pantouw  153 suara dan peringkat ketiga Penatua Micky Wenur  129 suara  total yang memilih 848 orang.

Sementara itu, untuk pemilihan Pengurus Pelayanan Pemuda Sinode GMIM yang berlangsung di Desa Makasili Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Pris Tangel memperoleh sekira 505 suara, dengan presentasi sekira 55 persen, mengungguli penatua Andre Mawikere, dengan 400 suara atau 44 persen.

Pada pemilihan Pengurus Pelayanan Remaja Sinode GMIM yang berlangsung di Jemaat Shalom Sentrum Wilayah Amurang I dr. Michaela (Mikha) Paruntu, MARS berhasil memperoleh suara terbanyak dengan jumlah 564 dan berhasil mengalahkan Billy Lombok yang hanya meraih 308 suara.

Untuk pemilihan Pengurus Pelayanan Anak Sinode GMIM yang berlangsung di Jemaat Efrata Kamasi Satu Wilayah Tomohon II, Michael Mait memimpin jauh perolehan suara dengan jumlah 580 suara (63%). Disusul Olga Singkoh 139 suara, Novren Koropit 134 suara, Rudy Roring 34 suara, Yamasiko Sondey 9 suara, Carolina Saerang 8 suara dan Syuli Rompis 6 suara. (Rizath)

Dilantik Ketua Pemilihan Komisi Ketegorial,  Olly Optimis Berjalan Optimal

manadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menghadiri pelantikan panitia pemilihan komisi pelayanan kategorial sinode, BPMS, BPPS dan MPS GMIM periode 2018-2022 yang dilaksanakan di GMIM Bethesda Ranotana, Manado, Sabtu (9/12/2017) malam.OD

Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengapresiasi seluruh panitia yang baru dilantik dan berharap dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.

“Saya ucapkan selamat bekerja dan mengemban amanah kepada segenap panitia yang baru saja dilantik. Teriring harapan, melalui kepanitiaan ini, proses pemilihan yang akan dijalankan nantinya mampu berjalan maksimal, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang berkenan di mata Tuhan,” katanya.

Lanjut Gubernur Olly, dalam kehidupan berjemaat, disadari bahwa baik pelayan khusus/majelis, pendeta dan jemaat merupakan bagian dari umat Tuhan yang masing-masing memiliki kedudukan, kewajiban dan tanggungjawab yang sama dalam bersaksi, bersekutu dan melayani di tengah dunia.

Namun, masing-masing juga mengemban tugas dan fungsi yang berbeda, sesuai dengan karunia, talenta dan panggilannya.

ollyDi sisi lain, Jabatan pelayan khusus, Komisi pelayanan kategorial, Badan Pekerja Majelis, dan lain sebagainya, ditetapkan untuk melaksanakan secara fungsional agar misi Allah dapat diwujudkan secara lebih efektif, sinambung, dan koordinatif.

“Sehingga keberadaannya pun sangatlah dibutuhkan dan harus mampu dipilih separipurna-mungkin dari antara para umat, karena keberhasilan pelayanan dan kuatnya persekutuan sekaligus pertumbuhan iman jemaat, akan sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas dari para sosok tersebut,” ujarnya.

Terkait berakhirnya periode pelayanan BPMS, Komisi Pelayanan Kategorial Sinode, BPPS, dan MPS GMIM periode 2013-2017, Gubernur Olly menyebutkan keberadaan kepanitiaan yang baru saja dilantik sangatlah penting.

“Masa depan pelayanan GMIM kedepan, akan sangat ditentukan oleh kinerja saudara sekalian dalam memastikan terpilihnya sosok-sosok yang memiliki karunia, talenta dan panggilan untuk melayani jemaat GMIM kedepan. Untuk itu, bekerjalah secara maksimal, tanpa pernah sedetik-pun mengabaikan tuntunan dan penyertaan Tuhan,” imbuhnya.

Usai sambutan, di tempat yang sama Gubermur Olly meresmikan penggunaan lonceng gereja GMIM Bethesda.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Dr HWB Sumakul dan para pengurus sinode GMIM.(*/red)

Pembangunan Sulut, Olly : GMIM Berperan Penting

Pelsusmanadoterkini.com, SULUT – Suksesnya pelaksanaan berbagai program Pemprov Sulut sangat ditentukan oleh kontribusi semua pihak, termasuk GMIM.Demikian diungkapkan Gubernur Sulawesi Utara Olly DondokambeySE.

“Melalui kesempatan ini saya ingin mengajak GMIM untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dengan senantiasa merapatkan barisan, saling bersinergi dan saling bahu membahu dengan pemerintah

daerah dalam mengoptimalkan setiap sumber daya, potensi dan talenta yang dimiliki untuk membangun dan memberdayakan masyarakat,” kata Olly saat menyampaikan materi pada Katekisasi Calon Pelayan Khusus (Pelsus) GMIM Tahap II yang dilaksanakan di Auditorium Mapalus, Senin (20/11/2017) sore.

Menurut Olly, implementasinya dapat dimulai dengan langkah kecil namun memiliki manfaat besar dan konstruktif. “Dengan mengarahkan jemaat/warga GMIM untuk terus meningkatkan produktifitas dan kapasitas diri, memanfaatkan

setiap jengkal tanah dengan tanaman dan ternak produktif, menjauhkan diri dari konsumsi miras, penyalahgunaan narkoba, pornografi, pergaulan bebas dan berbagai ekses negatif lainnya serta mencintai dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Disamping itu Olly juga berharap GMIM ikut mendorong jemaat untuk berani berwirausaha, khususnya di sektor UMKM dan IKM, karena disamping untuk peningkatan finansial secara pribadi, juga akan membuka lapangan pekerjaan.

Gubernur Olly melanjutkan, GMIM juga berperan membangun masyarakat yang cerdas secara spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Hal itu diharapkan mampu mendorong generasi muda gereja untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin, antara lain dengan memanfaatkan alokasi beasiswa yang telah disediakan pemerintah.

Lebih jauh, masih dalam materinya, Olly optimis GMIM mampu membawa jemaat untuk senantiasa hidup rukun dan damai, demi stabilitas dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat. “Ini sebagai syarat mutlak pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” bebernya.

Terkait pelaksanaan katekisasi tahap II Gelombang IV itu diikuti sekitar 650 peserta calon Syamas dan calon Penatua yang berasal dari wilayah Maesa, Manado Timur III, Sentrum, Mapanget, Sario, Tomohon II, Maesa, Manado Tenggara dan Manado selatan.

Pada katekisasi, seluruh calon pelayan khusus akan diperlengkapi dengan materi dan informasi penting lainnya agar pemahaman tentang dasar, makna, tujuan, tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan khusus dapat dihayati dengan benar.

Disamping itu, katekisasi bertujuan agar para pelayan khusus memiliki kekuatan, ketaatan dan komitmen pelayanan yang tahan uji, menjadi perlengkapan demi kematangan pribadi dan pertumbuhan gereja.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Oikumene pdt Hein Arina, APP Dr. Arthur Rumengan dan ratusan peserta katekisasi.(*/red)

Diajak Walikota GSVL ke Gunung Tumpa, Pendeta Jerman Kagum Objek Wisata Alam Manado

Jerman
Walikota GSVL saat mengajak para Pendeta jerman ke Gunung Tumpa

manadoterkini.com, MANADO – Para pemimpin gereja dari negara Jerman yang tergabung dalam Evengelischen Kirche in Hessen und Nassau (EKHN),  Senin (13/11/2017) diajak Walikota Manado GS Vicky Lumentut, untuk menikmati obyek wisata Gunung Tumpa di lokasi milik Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM). Dan ternyatan panorama alama yang indah Gunung Tumpa menarik minat para pendeta ini sebelum kembali ke Jerman.

“Pemandangan disini sangat bagus dan indah. Manado memang kota yang diberkati Tuhan,” puji Pdt Klaus Volker Schutz dan Pdt Joachim Schuh, sambil mengarahkan lensa kameranya.

Jerman
Walikota GSVL foto bersama para Pendeta Jerman dengan latar belakang Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua dan Pulau Siladen

Walikota GSVL yang turut didampingi Pdt Melky Tamaka STh mengajak para pendeta Jerman yang dipimpin Pdt Klaus Volker Schutz dan Pdt Joachim Schuh itu, untuk datang kembali ke Manado dan menikmati lebih banyak lagi tempat-tempat wisata di kota ini.

“Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi ditahun-tahun yang akan datang. Saya ajak pendeta-pendeta sekalian untuk datang kembali dan menikmati suasana pemandangan dan obyek wisata serta keramah-tamahan masyarakat di Kota Manado,” ujar Walikota GSVL, yang juga personil Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) GMIM.

Jerman
Foto berssama para Pendeta Jerman dengan Walikota GSVL dan Prof Paula di kediaman pribadi puncak Malalayang

Diketahuikedatangan pimpinan gereja EKHN di Sulawesi Utara untuk membangun kemitraan dengan GMIM. Diantaranya, pertukaran utusan pemuda serta perkunjungan antara pimpinan gereja baik dari EKHN dan Sinode GMIM.(*/mlz)

Surat Terbuka JOPPIE WOREK untuk Para Pendeta GMIM

manadomanadoterkini.com, KALAWAT – Tinggal menghitung hari lagi Jemaat GMIM akan melaksanakan Pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) dan Ketua Komisi Kategorial BIPRA. Melihat dinamika yang berkembang akhir-akhir ini, Joppie Worek Anggota Jemaat GMIM Kanaan Asabri, Wilayah Kalawat Dua. Desa Kolongan Tetempangan, Kabupaten Minahasa Utara memberikan surat terbuka untuk Para Pendeta GMIM. Surat terbuka tersebut Ia sampaikan lewat akun Facebook miliknya JOPPIE WOREK pada Senin (9/10/2017).

Berikut isi surat terbuka yang disampaikan JOPPIE WOREK untuk para Pendeta se GMIM:

Kepada Yth :
1.Para Pendeta di Aras BPMS GMIM
2. Para Pendeta di Aras Wilayah GMIM
3.Para Pendeta di Aras Jemaat GMIM

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kepala Gereja
Sambil mengucap syukur kepada Tuhan Yesus, izinkan saya mengirimkan surat ini secara terbuka, terkait panggilan tugas menghadapi Pemilihan di Aras Kolom, Jemaat, Wilayah, dan Sinode tahun 2017-2018 dan perjalanan GMIM selanjutnya. Surat ini adalah refleksi, korksi, sekaligus harapan kepada semua Pendeta GMIM dimana saja berada. Semoga juga dapat menjadi permenungan semua jemaat GMIM.

Sebelum lebih jauh mohon renungkan ini :

1. Derma jemaat kirim jadi sentralisasi ke BPMS
2. Gereja Jemaat yang bangun.
3. Pastori Konsistori jemaat yang bangun.
4. Kintal gereja/pastori/konsistori jemaat yang kase.
5. Listrik, aer, telp jemaat yang tanggong.
6. Hidop keluarga pendeta jemaat baku tolong.
7. Perpuluhan jemaat kumpul.
8. Acara jemaat, wilayah, sinode jemaat urus.
9. Kartu kawan, sahabat, donatur jemaat kase.
10. Proposal pembangunan jemaat kase bajalang.
11. Pendeta sinode berkunjung jemaat kase ole-ole.
12. Pendeta nae mimbar jemaat kase amplop ucapan terima kasih
13. Ibadah di gereja, BIPRA, kolom, jemaat yang urus.
14. HUT GMIM, wilayah, jemaat urus.
15. Perjamuan, baptisan, hari raya gereja, orang kaweng, sidi baru, katekisasi jemaat urus dan hadir
16. Perlengkapan dan hiasan gereja/pastori/konsistori jemaat sumbang.
17. Orang saki jemaat kumpul diakonia.
18. Orang meninggal jemaat urus.
19. Mimbar, lonceng, stola, togha, alat perjamuan, seragam, jemaat bantu.
20. Konsumsi rapat dan acara acara gereja jemaat bantu.
21. Pendeta mutasi, jemaat antar dan jemput pake acara syukur.
22. Gaji dan honor para pegawai gereja, kostor dari jemaat.
23. Beking skolah, sarana olahraga, kesenian, usaha ekonomi, poliklinik, jemaat yang usahakan.
24. Pengadaan sarana angkutan oto deng motor jemaat yang upayakan.
25. Beking kantin pembangunan jemaat yang kerja mapalus……….dll

Kesaksian, Persekutuan, Pelayanan jemaat beking samua deng sukacita sebagai jawaban panggilan pelayanan. Maaf neh Bapak Ibu Pendeta. Samua itu jemaat kase sebagai wujud kesetiaan GMIM pada Tuhan Yesus Kepala Gereja. Bukang mo babangke, Tuhan marah babangke.

Cuma dang, apa yang jemaat ada beking for gereja Tuhan hargai akang sadiki. Jang kasiang beking saki hati jemaat deng segala macam peraturan, juklak, surat edaran dari BPMS yang menyudutkan, membingungkan, membatasi, memojokan, menyalahkan, mengisolir dengan menuntut jemaat untuk tunduk pada peraturan yang sulit dipenuhi, menuntut jemaat seolah musti seperti “Malaikat”. Jemaat memang banya kekurangan dan dosa, mar jangan kasiang beking lebe kurang hati dan beking saki hati pa jemaat.

Para pendeta saya hormati,
Kita juga mo sampaikan, ada banya jemaat jadi malo berjemaat termasuk anak-anak dari “keluarga cerai hidup” yang sedemikian dipertegas dalam surat edaran susulan yang dibacakan di kolom-kolom dan gereja. Demikian juga ketentuan tentang LGBT dan turunannya yang dipaparkan dalam Juklak dan disampaikan di ibadah kolom dan gereja. Ini benar-benar menjadi pergunjingan liar yang sulit terkontrol dalam jemaat jelang Pemilihan di Aras Kolom dan Jemaat. “So malo tare torang, gereja so beking malo,” ucap seorang anggota jemaat.
kalu mo baku cari “bersih” deng cari “kotor” dalam berjemaat di semua aras melalui peraturan-peraturan dan tafsir-tafsir, terutama menghadapi pemilihan di semua aras. Sekarang ini, sudah ada gab atau kesenjangan psikologis antara jemaat dengan para pendeta terkait peraturan pemilihan. Kesenjangan psikologis seperti ini tidaklah baik untuk pertumbuhan jemaat ke depan. Disharmoni antara pendeta dengan jemaat, antara BPMS dengan jemaat akan sangat mengganggu pertumbuhan jemaat secara menyeluruh. “Iyooo pendeta katu suci samua” komentar seorang jemaat. Situasi ini tentu tidak baik dalam kerja dan “Berjalan Bersama”.

Dalam kaitan itu semua, izinkan saya memohon : “Perhitungkan akang sadiki itu PEMBERIAN DIRI” jemaat yang kita ada gambambarkan di atas. Sekali lagi, bukang mo baku rekeng. Tapi tu PEMEMBERIAN DIRI jemaat for Tuhan Yesus jangan ngoni rendahkan dengan peraturan-peraturan dan Juklak yang ngoni beking dan belum tentu ngoni bisa penuhi.

Bukankah ngoni sering ajarkan bahwa inti dari bergereja adalah PEMBERIAN DIRI ?! Jangan halangi dan batasi pemberian diri jemaat walau jemaat tdk memenuhi kriteria normatif yang ngoni beking.

Bapak Ibu Pendeta yang Saya Hormati,
Mo kase inga, torang jangan melupakan sejarah. Jemaat GMIM sejak berdiri/bersinode 83 tahun silam, hidup dan bertumbuh oleh pemberian diri jemaat yang ketika itu dipimpin oleh Guru Jemaat, manakala GMIM belum memiliki cukup pendeta. Nanti pada era 1980 barulah mulai banyak Pendeta menggantikan peran Guru Jemaat. Kehadiran pendeta di jemaat-jemaat disambut dengan sukacita oleh jemaat dan tua-tua jemaat termasuk Guru Jemaat yang menyerahkan peran Guru Jemaat kepada pendeta.

Sekarang setelah era Guru Jemaat berakhir, mengapa kalian mengecilkan peran para tua-tua jemaat, bahkan kalian membuat sedemikian banyak peraturan, juklak, surat edaran, yang sedemikian ketat kepada untuk tua-tua jemaat. Seakan-akan hanya kalian para pendeta yang lebih pantas memimpin jemaat.

Tidak bisa disangkal, GMIM tumbuh dan berkembang memiliki banyak teolog doctor professor master karena peran para tua-tua jemaat, Guru Jemaat tempo doeloe. Sungguh menyedihkan jika sekarang para pendeta di aras Sinode membuat banyak ketentuan dan peraturan sebagai pagar pemisah, membangun sebuah elitisme hedonis dikalangan pendeta yang semakin memisahkan gembala dan domba, memasang jarak antara pendeta dengan jemaat.

Padahal, GMIM menganut kepemimpinan Presbiter Sinodal yang diamanatkan “Berjalan Bersama”. Mengapa sekarang ada jarak dan perbedaan perlakuan antara pendeta dengan tua-tua jemaat, tidak lagi berjalan bersama. Para pendeta sekarang cendrung berjalan di jalan karier dan profesi, sementara para tua-tua jemaat (presbiter) tetap setia berjalan dari kolom ke kolom. Mengapa sekarang sudah terbangun eksklusifisme hedonis di lingkungan para pendeta, yang membuat jemaat memandang pendeta cendrung sebagai “yang dipertuan” secara structural. Padahal, sekali lagi kita diamanatkan Berjalan Bersama (presbiter sinodal).

Bapak dan Ibu Pendeta yang Baik,
Dari catatan dan refleksi di atas,, izinkan saya sebagai seorang “domba” dalam semangat Berjalan Bersama, menyampaikan beberapa usulan dan saran sebagai berikut :

1. Mohon tidak menjadikan point-point peraturan dan Juklak sebagai “Harga Mati”
2. Mohon segera mengembalikan semangat “Berjalan Bersama” antara pendeta dengan presbiter.
3. Mohon segera pulihkan kepercayaan jemaat pada kepemimpinan BPMS terkait beragam persoalan
4. Mohon pemilihan pelayan di semua aras sebagai momentum membuka pintu “Pemberian Diri” secara terbuka dan inklusif dan tidak terkontaminasi hedonisme atau kemewahan.
5. Mohon “pengampunan” bagi Pelsus terpilih yang tidak sepenuhnya memenuhi criteria Juklak dan Edaran Juklak, dengan pertimbangan, pembinaan dan pembekalan lanjut.
kalu mo baku cari “bersih” deng cari “kotor” dalam berjemaat di semua aras melalui peraturan-peraturan dan tafsir-tafsir, terutama menghadapi pemilihan di semua aras. Sekarang ini, sudah ada gab atau kesenjangan psikologis antara jemaat dengan para pendeta terkait peraturan pemilihan. Kesenjangan psikologis seperti ini tidaklah baik untuk pertumbuhan jemaat ke depan. Disharmoni antara pendeta dengan jemaat, antara BPMS dengan jemaat akan sangat mengganggu pertumbuhan jemaat secara menyeluruh. “Iyooo pendeta katu suci samua” komentar seorang jemaat. Situasi ini tentu tidak baik dalam kerja dan “Berjalan Bersama”.

Dalam kaitan itu semua, izinkan saya memohon : “Perhitungkan akang sadiki itu PEMBERIAN DIRI” jemaat yang kita ada gambambarkan di atas. Sekali lagi, bukang mo baku rekeng. Tapi tu PEMEMBERIAN DIRI jemaat for Tuhan Yesus jangan ngoni rendahkan dengan peraturan-peraturan dan Juklak yang ngoni beking dan belum tentu ngoni bisa penuhi.

Bukankah ngoni sering ajarkan bahwa inti dari bergereja adalah PEMBERIAN DIRI ?! Jangan halangi dan batasi pemberian diri jemaat walau jemaat tdk memenuhi kriteria normatif yang ngoni beking.

Bapak Ibu Pendeta yang Saya Hormati,
Mo kase inga, torang jangan melupakan sejarah. Jemaat GMIM sejak berdiri/bersinode 83 tahun silam, hidup dan bertumbuh oleh pemberian diri jemaat yang ketika itu dipimpin oleh Guru Jemaat, manakala GMIM belum memiliki cukup pendeta. Nanti pada era 1980 barulah mulai banyak Pendeta menggantikan peran Guru Jemaat. Kehadiran pendeta di jemaat-jemaat disambut dengan sukacita oleh jemaat dan tua-tua jemaat termasuk Guru Jemaat yang menyerahkan peran Guru Jemaat kepada pendeta.

Sekarang setelah era Guru Jemaat berakhir, mengapa kalian mengecilkan peran para tua-tua jemaat, bahkan kalian membuat sedemikian banyak peraturan, juklak, surat edaran, yang sedemikian ketat kepada untuk tua-tua jemaat. Seakan-akan hanya kalian para pendeta yang lebih pantas memimpin jemaat.

Tidak bisa disangkal, GMIM tumbuh dan berkembang memiliki banyak teolog doctor professor master karena peran para tua-tua jemaat, Guru Jemaat tempo doeloe. Sungguh menyedihkan jika sekarang para pendeta di aras Sinode membuat banyak ketentuan dan peraturan sebagai pagar pemisah, membangun sebuah elitisme hedonis dikalangan pendeta yang semakin memisahkan gembala dan domba, memasang jarak antara pendeta dengan jemaat.

Padahal, GMIM menganut kepemimpinan Presbiter Sinodal yang diamanatkan “Berjalan Bersama”. Mengapa sekarang ada jarak dan perbedaan perlakuan antara pendeta dengan tua-tua jemaat, tidak lagi berjalan bersama. Para pendeta sekarang cendrung berjalan di jalan karier dan profesi, sementara para tua-tua jemaat (presbiter) tetap setia berjalan dari kolom ke kolom. Mengapa sekarang sudah terbangun eksklusifisme hedonis di lingkungan para pendeta, yang membuat jemaat memandang pendeta cendrung sebagai “yang dipertuan” secara structural. Padahal, sekali lagi kita diamanatkan Berjalan Bersama (presbiter sinodal).

Bapak dan Ibu Pendeta yang Baik,
Dari catatan dan refleksi di atas,, izinkan saya sebagai seorang “domba” dalam semangat Berjalan Bersama, menyampaikan beberapa usulan dan saran sebagai berikut :

1. Mohon tidak menjadikan point-point peraturan dan Juklak sebagai “Harga Mati”
2. Mohon segera mengembalikan semangat “Berjalan Bersama” antara pendeta dengan presbiter.
3. Mohon segera pulihkan kepercayaan jemaat pada kepemimpinan BPMS terkait beragam persoalan
4. Mohon pemilihan pelayan di semua aras sebagai momentum membuka pintu “Pemberian Diri” secara terbuka dan inklusif dan tidak terkontaminasi hedonisme atau kemewahan.
5. Mohon “pengampunan” bagi Pelsus terpilih yang tidak sepenuhnya memenuhi criteria Juklak dan Edaran Juklak, dengan pertimbangan, pembinaan dan pembekalan lanjut.
Demikian surat refleksi, koreksi, dan harapan ini saya sampaikan sebagai salah satu wujud keterpanggilan “seorang domba kecil” dalam tubuh GMIM. Jika ada hal yang berkelebihan atau berkekurangan dalam dalam surat saya ini dan telah mengusik Bapa dan Ibu Pendeta. Saya memohon maaf dan ampun “Saya Sahabatmu dalam Perjalanan Bersama”.
Terima Kasih. Tuhan Yesus Memberikati GMIM

Joppie Worek,
Anggota Jemaat GMIM Kanaan Asabri, Wilayah Kalawat Dua.
Desa Kolongan Tetempangan, Kabupaten Minahasa Utara. 081017
Surat Terbuka untuk Para Pendeta GMIM. (red)

GMIM Eden Talikuran Kakas Rayakan HUT ke-52

manadomanadoterkini.com, KAKAS – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E Kandouw menghadiri ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Jemaat GMIM Eden Talikuran, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa Minggu (8/10/2017).

Kandouw mengingatkan jemaat agar mensyukuri dan memanfaatkan waktu serta kesempatan untuk beribadah. “Yang pertama bersyukur, kedua bersyukur dan ketiga bersyukur lagi karena bisa beribadah. Tidak ada kata lain yang lebih indah selain beribadah,” kata Kandouw.

Dalam ibadah ini, Kandouw yang datang bersama Wakil Ketua TP-PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS mengajak jemaat GMIM Eden Talikuran lewat bertambahnya usia dapat memacu pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “Mari sebagai jemaat untuk terus maju dan andalkan Tuhan dalam kehidupan kita bersama,” harap Kandouw.

Lebih jauh, Kandouw menyampaikan pesan dari gubernur kepada masyarakat Talikuran agar melalui momentum hari jadi itu dapat meningkatkan integritas baik dalam bermasyarakat ataupun melalui bergereja.

“Bapak Gubernur Olly Dondokambey, SE sangat mengapresiasi kehidupan bergereja seperti di jemaat Eden Talikuran ini” ujar Kandouw.

Adapun dalam Ibadah syukur yang dipimpin oleh pendeta Pdt Dr Hein Arina, dalam khotbahnya mengingatkan jemaat selalu mengandalkan Tuhan.

Turut hadir Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Dr Jemmy Kumendong , Camat Kakas Jefry Maisiouw, Camat Kakas Barat, Kapolsek Kakas, Danramil Kakas , Hukum Tua Desa Talikuran Renny Sumilat, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Eden Pdt Lita Emor Waladouw M. Th, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Ibu Trini Malonda dan Jemaat GMIM Eden Talikuran. (ons)

OLLY DONDOKAMBEY: Mari Kita Sama-sama Majukan GMIM

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Bunyi tetengkoren bergema di GMIM Sentrum Borgo, Tanawangko, Minahasa, Senin (2/10/2017) siang ketika dipukul bersamaan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE, Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. HWB Sumakul M.Th serta pejabat lainnya sebagai pertanda resminya pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-30.

Sidang akbar tersebut berlangsung selama empat hari mulai tanggal 2 hingga 5 Oktober 2017.

Olly menyatakan harapan agar agenda SMST mampu memberikan pencerahan sekaligus kontribusi positif hingga tercapainya tujuan pelayanan bagi kemuliaan dan keagungan Tuhan di bumi nyiur melambai.

“Saya harap pelaksanaan sidang tahunan ini mampu menggelorakan kembali spirit dan mengokohkan komitmen pelayanan seluruh komponen GMIM,” kata Olly.

Orang nomor satu di Sulut itu juga menyinggung perkembangan dunia saat ini yang menyebabkan kondisi pelayanan gereja yang semakin kompleks.

“Kondisi yang kompleks ini ini menuntut gereja secara kontinyu melakukan penataan dan pembenahan diberbagai aspek agar tidak terbuai dengan kondisi yang dapat mengakibatkan merosotnya kualitas iman jemaat,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi keadaan itu, Gubenur Olly mengingatkan seluruh komponen GMIM yang terlibat dalam agenda SMST mampu mengambil langkah penataan organisasi kedalam maupun keluar dan evaluasi terhadap berbagai program pelayanan yang telah dilakukan.

“Penataan sistem pelayanan di lingkungan gereja menjadi suatu hal yang penting dan strategis untuk dilakukan guna menjadikan gereja yang mampu mengantisipasi dinamika pelayanan ke depan,” beber Olly.

Lebih jauh, Olly mengajak semua perserta SMST GMIM ke-30 dapat mengikuti seluruh agenda persidangan dan mengandalkan tuntutan Tuhan sehingga sidang tahunan itu benar-benar menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Marilah kita bersama-sama memajukan GMIM sehingga semakin berkualitas dan kokoh dalam persaudaraan yang rukun dan damai,” imbuhnya.

Menariknya, setelah menyampaikan sambutan, Olly memberikan bantuan secara simbolis dua perahu ketinting kepada Kelompok Nelayan Tuna dan Kelompok Nelayan Berusaha dari Desa Borgo.

Sebelumnya, Ketua Umum Panitia SMST GMIM ke-30 Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dalam sambutan yang dibacakan Ketua Harian Dr. Olga Sajow-Singkoh, M.Hum menjelaskan tujuan dilaksanakannya SMST.

“Sidang ini akan mengevaluasi kinerja pelayanan, program serta ABP tahun 2017. Selain itu juga untuk menjabarkan rencana strategis ke dalam program dan anggaran serta menetapkan ABP Tahun pelayanan 2018,” katanya.

Adapun pertemuan itu turut Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt. Hendry Runtuwene, S.Th, M.Si, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Walikota Manado Dr. Vicky Lumentut, Bupati Minahasa Drs. Jantje Sajow dan Kepala Biro Umum yang juga Plt. Kepala Biro PKKP Clay June Dondokambey, SSTP, MAP. (red)