manadoterkini.com  MANADO – Apes yang dialami perempuan bernama Dwi Kurnia Mamentu (17), salah satu warga Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua. Pasalnya, Mahasiswi ini menjadi korban penganiayaan oleh perempuan berinisial  VKS alias Ria (18), warga Kelurahan Bahu, Kecamatam Malalayang. Peristiwa itu terjadi di Halaman Apartemen Lagon Manado, Kamis (26/10) pagi, sekira pukul 10.00 Wita.

Dari informasi isi laporan korban di sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polresta Manado, sebelum peristiwa itu terjadi, awalnya pelaku memesan pakaian ke korban yang dijualnya lewat situs online. Setelah pesanan pelaku sampai, ternyata pakaian yang dipesan pelaku tidak pas.

Tidak puas dengan pelayanan korban, saat bertemu di lokasi kejadian, tiba-tiba pelaku langsung menjambak rabut korban sampai kepala korban terasa sakit. Tidak puas dengan menjambak rambut, mahasiswi itu menarik pakaian korban sampai robek, serta handphone samsung milik korban dihancurin oleh pelaku.

Setelah itu, pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian, sementara korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolresta Manado. Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah di terima, dan dalam proses penyidik,” ucapnya.(fry)

Mahasiswa Unsrat Pamerkan Robot Nona Pinter Menari

 

manadomanadoterkini.com, SULUT – Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) jurusan tehnik elektro, memamerkan robot hasil karya mereka bernama Nona yang pinter menari di Stan Bekraf Developer Day (BDD) di Hotel Sintesa Peninsula Manado, yang dilaksanakan oleh Badan Ekonomi Kreatif, Sabtu (25/02/2017) kemarin.

Karya ini, menunjukan kreatifitas dibidang tehnologi putra-putri daerah Sulawesi Utara (Sulut) yang semakin menunjukan kemajuan yang luar biasa.

Kepada manadoterkini.com, seorang perancang robot Nona, Sofyan Kusuma mengatakan, robot Nona hasil rancangan mereka ini, sudah pernah menjadi juara 1 pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia tingkat regional yang diadakan tahun 2016, oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat.

Kemudian pada tahun yang sama, pada bulan Juni, di Surabaya, Jawa Timur, berhasil memboyong piala dari Kementerian Riset, Tehnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, dengan peringkat harapan.

“Kami sudah pernah menjuarai Kontes tingkat regional di UPI Bandung, selanjutnya pada tingkat Nasional di Surabaya, kami mendapat peringkat harapan dari ratusan peserta,” ungkap mahasiswa semester 6, jurusan tehnik elektro ini sembari mengatakan dalam mengikuti kontes tersebut mereka hadir satu tim, dan didampingi 6 dosen.

Dia pun menjelaskan, Robot ini dibuat oleh tim, yang jumlahnya 6 orang. Sementara untuk waktu pembuatannya kurang lebih 4 bulan.

“Tim kami berjumlah 6 orang, saya sendiri dan 5 teman, Sri rahayu saleho, Affi amira daniel, Karina kaloh, Austen kambey, Aaron kevin sidabutar, ” tuturnya pria berumur 19 tahun ini.

Sofyan menambakan, untuk tahun 2016 Unsrat mengikuti, 5 divisi dari total 6 divisi untuk kejuaraan ini, antara lain ; seni tari, pemadam api berkaki, pemadam api beroda, Sepak bola beroda, dan industri, sementara untuk divisi sepak bola berkaki belum diikuti.

“Untuk kontes tahun ini, khusus untuk divisi seni tari, kami akan menampilkan robot yang bernama Noni, semoga kami bisa memberikan yang terbaik, ” tuturnya.(alfa)

Penarikan Mahasiswa Unsrat KKT Angkatan 107, Kumaat : Terima Kasih Ibu Tetty

minselAMURANG, (manadoterkini.com)-Setelah kurang lebih dua bulan berada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tepatnya pada Selasa (14/4) siang tadi secara resmi ditarik kembali ke Universitas Sam Ratulangi lewat rangkaian acara Penarikan Mahasiswa KKT yang dilaksanakan di Aula Waleta Kantor bupati Minsel.

Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang menggelar Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 107 di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) memberikan apresiasi kepada Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE atas bantuan yang diberikan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Unsrat Manado Prof DR Ellen Kumaat mengatakan walaupun mereka bukan di wilayah Minsel, tapi Bupati Minsel tetap membantu mereka anak – anak Mahasiswa yang melakukan KKT di Minsel. “Terima kasih kepada ibu Bupati yang membantu mahasiswa KKT Angkatan 107 selama di Minsel, apalagi ada perhatian khusus dari bupati kepada kami selama di Minsel,” Ujar Kumaat.

Dalam Sambutan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE mengatakan bahwa, Ilmu adalah Harta yang Paling mahal di Dunia,untuk itu diharapakan kiranya apa yang di dapat lewat KKT di Minsel mahasiswa bisa menjadi teladan, bahkan berdaya saing. “Untuk lebih memantapkan, niat belajar dalam menimbah ilmu, sehingga menjadi Mahasiswa yang Cerdas-Energik-Profesional,” ujarnya.

Di samping itu Bupati Juga memberikan Apresiasi kepada Pihak Rektorat Unsrat yang memberikan kepercayaan kepada Pemkab Minsel untuk menjadi Lokus pelaksanaan KKN.(dav)

BITUNG, (manadoterkini.com) – Sekretaris Kota (Sekot) Bitung Drs Edison Humiang MSi menerima kunjungan mahasisiwa Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado pada Jumat (5/12) kemarin. Kunjungan tersebut dalam rangka studi lapangan para mahasiswa.

Pertemuan yang digelar di Lantai IV Kantor Walikota Bitung itu, diawali dengan laporan pimpinan rombongan, Herman Karamoy. Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan alasan dipilihnya Kota Bitung sebagai tempat studi lapangan ini. “Kami memilih Kota Bitung, karena Bitung merupakan kota terbaik dalam hal penataan keuangan. Buktinya, sudah tiga kali berturut-turut meraih opini WTP,” ujar Karamoy.

Lanjut Karamoy, lewat studi lapangan ini mahasiswa mendapatkan kesempatan terbaik untuk menambah wawasan mereka dalam hal mengelola laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.

Adapun dalam pemaparannya kepada para mahasiswa, Humiang berbagi ilmu mengenai strategi pengelolaan keuangan Pemkot Bitung. Disampaikannya, prinsip utama dalam mewujudkan laporan keuangan yang akuntabel adalah kejujuran dan integritas. “Soal kemampuan, itu bisa dipelajari dan dengan sendirinya akan terlatih kalau sudah terbiasa. Tapi soal integritas, itu perlu ditanamkan sejak dini dan camkan dalam hati dan pikiran,” ujarnya.

Lanjut Humiang mengatakan, yang tidak kalah penting adalah pemahaman terhadap aturan dan prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan. “Ini sangat perlu untuk mencegah terjadinya kesalahan yang berujung pada kerugian keuangan maupun proses hukum,” tukasnya.

Secara khusus, Humiang memberi apresiasi dengan studi lapangan yang dilakukan para mahasiswa. Menurutnya, program seperti ini sangat bermanfaat karena para mahasiswa bisa langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh. “Saya akan mendoakan para mahasiswa agar sukses menuntaskan pendidikan mereka dan kembali ke pekerjaan masing-masing dengan bekal kemampuan yang sudah terasa,” ungkapnya.(tr1)