manadoterkini.com, AMURANG-Aktivitas Hotel Sutanraja yang beroperasi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terancam dihentikan. Pasalnya, hotel tersebut diduga tidak pernah membayar retribusi.

Menurut pengakuan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Minsel Drs Nofriet Ransulangi mengatakan kalau pihaknya sudah beberapa kali melakukan penagihan, namun tidak pernah diindahkan oleh pihak hotel.

“Kami sudah beberapa kali menghubungi, bahkan menyampaikan kepada general manager dan staf administrasi hotel Sutanraja Amurang, agar segera membayar retribusi pemadam kebakaran. Namun hingga saat ini belum ditanggapi serius, atau sengaja diabaikan,” kata Daddy sapaan akrab Ransulangi.

Dia menegaskan, jika waktu yang telah mereka tetapkan pihak Hotel Sutanraja masih mengabaikan kewajibannya, Satpol PP Minsel akan mengambil tindakan tegas. Tindakan yang dia maksudkan, yakni penutupan atau penghentian sementara aktivitas hotel.

“Kami masih memberikan waktu. Kalau masih saja diabaikan, aktivitas hotel akan kami hentikan,” tegasnya.

Mantan Camat Amurang Barat ini juga mengaku, masalah tersebut telah dilaporkan langsung ke Wakil Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH. Itu dilakukan agar atasan mengetahui duduk persoalan yang mereka hadapi. Dia pun mengecam Hotel Sutanraja yang tidak memberikan kontribusi buat Minsel.

“Untuk apa investasi besar kalau tidak ada kontribusi sedikitpun buat Kabupaten Minsel. Lebih baik diganti dengan pengusaha lain yang mau membayar kewajibannya,” tandasnya.(dav)

RATAHAN, (manadoterkini.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) sukses melampaui target terkait realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2014. Bahkan PAD yang di realisasi itu mencapai 234 persen atau sebesar Rp 13, 4 Miliar.

Hal ini membuktikan bahwa Pemerintahan Bupati James Sumendap, SH dan Ronald Kandoli, sukses dalam pengelolaan pendapatan daerah tahun 2014. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Mitra Ari Wua, melalui Sekertaris Dispenda Mitra Rommy Mewengkang, mengatakan bahwa, dari data realisasi pencapain anggaran pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp 6.254.845.30 pada 25 november lalu berhasil dilampaui mencapai Rp 12.487.420.448.82. “Data pendapatan naik lagi per 30 November mencapai Rp 13.401.994.880.28. Peningkatan PAD di tahun ini cukup besar, meski masih kurang ditarget retribusi umum, namun dapat ditutupi dengan pendapatan lainnya,” ujar Mewengkang.

Lanjutnya, hasil yang diperoleh tahun 2014 ini akan dipertahankan. Bahkan akan terus ditingkatkan. “Pada tahun 2015 mendatang kami akan lebih mengenjot lagi retribusi umum dan mulai melirik apa yang menjadi potensi daerah, yang bisa menciptakan peningkatan PAD,” tutupnyanya.(tr2)

Data Realisasi PAD Pada 25 dan 30 November 2014 :

Pendapatan daerahTarget 6254,845,303, realisasi per 25 November 12,487,420,448,82, sedangkan realisasi per 30 November 13,401,994,880,28 (200 Persen).

Pajak daerah Targert2,377,943,369, realisasi per 25 November 2,501,275,293,00, sedangkan realisasiper 30 November 2,649,265,690,00. (105 persen).

Retribusi Daerah Target 2,918,7258,000, realisasi pet 25 November 2,549,793,400, sedangkanrealisasi 30 November 2,575,006,400. (88 persen).

Retribusi Jasa UmumTarget 2,619,728,00 Realisasi per 25 November 2,549,793,400 sedangkan realisasiper 30 November 2,575,006,400. (88 persen).

Retribusi Jasa UsahaTarget 31,000,000, Realisasi per 25 November 31,442,000,00, sedangkan realisasiper 30 November 31,702,000,00. (102 persen).

Retribusi PerijinanTertentu Target 268,000,000, Realisasi per 25 November 179,771,000,00 sedangkanRealisasi per 30 November 193,124,000,00 Prosentase. (72 persen).

PAD Lain-lain Target 958,173,934, Realisasi per 25 November 7,436,351,755,82 sedangkan realisasi per30 Novmber 8,177,722,790,28. Target secarakeseluruhan dicapai 6,254,845,303, Realisasi 25 November12,487,420,448,82 sedangkan realisasi per 30 November 13,401,994,880,28. (234 persen).

Sumber Dispenda Mitra.