Ramaikan Bisnis Kuliner, Walikota GSVL Resmikan Rumah Kopi GODAS

Godas
Walikota Manado GS Vicky Lumentut meresmikan Rumah Kopi, ‘GODAS’ di Shopping Center, milik Yoppy Mandahari

manadoterkini.com, MANADO – Rumah kopi, salah satu usaha kuliner yang kini digandrungi para pelaku usaha di Kota Manado. Salah satunya adalah Rumah Kopi GODAS (Gabungan Orang Cerdas) yang hadir di kawasan Shoppig Center, Pasar 45.

Rumah kopi yang terletak strategis di kawasan pertokoan, direamikan langsung Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL), Senin (22/07/2019) sore tadi.

Sebelum diresmikan, diawali dengan doa yang dibawakan oleh Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, Pdt Renata Ticonuwu STh.

Walikota GSVL berharap tempat usaha yang baru ini akan menimbulkan efek ekonomi kepada masyarakat, salah satunya yakni ketersediaan lapangan pekerjaan, meskipun tidak banyak.

Di satu sisi, tempat usaha kuliner ini diharapkan dapat menjadi tempat berkumpul orang-orang membicarakan hal-hal positif untuk kemajuan Kota Manado.

“Tempat ini juga diharapkan jadi pertemuan orang-orang dan jadi ‘tampa bacirita’ tentang kerukunan, sebagaimana slogan ‘Torang Manado, Torang Rukun’. Sukses terus untuk usaha ini,” ujar Walikota GSVL.

manado
IWO Manado bersama Owner Rumah Kopi GODAS Yoppy Mandahari

Owner GODAS, Yoppy Mandahari berterima kasih kepada Walikota GSVL yang sudah berkenan meresmikan tempat usahanya yang baru ini.

Dikatakanya, usaha kuliner ini diawali dengan ketersediaan makanan ringan yang disajikan dengan berbagai menu sajian kopi, yang tak kalah dari rumah kopi (rumkop) lainnya di Kota Manado.

“Harganya terjangkau. Kita mulai dulu dari kopi dan makanan ringan. Cafe ini buka 24 jam,” ujar Ipoy, sapaan akrabnya.

Peresmian ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Manado, mulai dari Sekda Micler CS Lakat SH MH, pejabat eselon II hingga Camat dan Lurah. Hadir juga Direksi dan pegawai PD Pasar Kota Manado.

Bahkan dihadiri juga oleh Ketua Umum Panitia Manado Fiesta 2019 Coreta Kapoyos, dan Ketua Tim Rajawali GSVL Maikel Towoliu.

Menariknya, usai peresmian tempat usaha itu langsung dipinjam untuk konferensi pers Manado Fiesta 2019. Mari jo ka Manado.(*/ald)

Rumah Kopi d’Teras 54 Amurang, Cita Rasa Kelas Starbucks

minselmanadoterkini.com, AMURANG-Setelah beberapa tahun berprofesi sebagai pengusaha top di Kabupateb Minahasa Selatan (Minsel).

Rio Joseph pria asal Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang ini sukses berbisnis Kedai kopi dengan harga murah tapi bercita rasa kelas “Starbucks”.

Ko Rio nama pangilannya. Tahun 2015 Dia membuka bisnis kedai kopi. Dia membuka kedai kopi kelas kafe di seputaran Pasar 54 Amurang.

Dia membuat rumah kopi bernama d’Teras di jantung pusat Kota Amurang. Karena ketekunan dan cita rasa menu kopi yang berkualitas yang Dia suguhkan, banyak orang yang menyukai menunya dan menjadi pelanggan tetap Coffe d’Teras.

minselTidak disangka, setelah beberapa bulan berjalan ada pelanggan setianya yang ingin dibuatkan sebuah kedai kopi dengan konsep warung kopi.

Menjaga kualitas dan inovasi makanan dan minuman yang ditawarkan adalah kunci sukses bisnis Ko Rio. Menu kopi yang ia tawarkan adalah kopi bercita rasa dari Amurang. Ada pula minuman sekelas Starbucks seperti es cappucino, jus Cappucino, jus Mellon, jus Orange, nasi goreng cumi-cumi hingga kopi susu dan lain-lain.

Sedangkan untuk makanan ringan, d’Teras 54 menyuguhkan makanan khas daerah Minsel seperti Cucur, Lalampa dan makanan kas Minahasa lainnya. Semuanya dibandrol dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000. sangat terjangkau untuk kantong siswa dan siswi.(dav)

Asik Nongkrong di Warung Kopi,  27 PNS Pemprov Sulut Kena Sidak

nongkrongMTerkini.com, SULUT – Sebanyak 27 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kedapatan nongkrong disejumlah warung kopi di Kota Manado.

Tindakan PNS ini tidak seirama dengan slogan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw untuk Revolusi Mental PNS-nya, pasalnya disaat jam kerja mereka justru tidak berada dalam kantor justru asik duduk ngopi.

Sidak yang dilakukan Wagub Sulut Steven Kandouw bersama BKD Provinsi Sulut dibantu Sat Pol PP dan Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut, pada Jumat (01/3/2016) mendapati 13 ASN dan 14 tenaga harian lepas (THL) ikut terjaring dalam sidak kali ini.

“Kepala SKPD harus tegas menjalankan fungsi kontrol terhadap bawahannya yang kerap melanggar aturan. Kepala SKPD jangan lemah tingkat kedisiplinan kepada bawahannya,” tegas Kandouw dengan nada tinggi.

Diketahui 27 ASN yang kena sidak berada di empat lokasi yaitu Rumah Kopi (RK) Billy 17 Agustus, RK Jalan 17 Agustus samping RK Billy, RK K8 dan Rumah Makan belakang RS Advent Teling. (tim)

Walikota Manado Enjoy di Rumah Kopi Rike

GSVL

MANADO, (manadoterkini.com) – Salah satu rumah kopi yang sering menjadi tempat kongkow-kongkow warga Manado di Kawasan Rike, Senin (10/8) sore menjelang malam tampak berbedah dari biasanya.

Pasalnya, orang nomor satu di Kota Manado yakni Walikota GS Vicky Lumentut, meluangkan waktu sejenak bercengkrama bersama warga yang berkunjung di tempat tersebut. Padahal GSVL sapaan akrab Walikota Manado itu sangat padat dengan agenda pemerintahan di Kota Manado.

Menariknya, dari pantauan manadoterkini.com, secara kebetulan GSVL dipertemukan dengan mantan Walikota Manado Wempie Frederik dan mantan Wakil Walikota Teddy Kumaat yang kini duduk sebagai anggota DPRD Sulut.

“Manarik juga ya melihat Walikota GSVL diapit oleh kedua mantan pemimpin kota Manado. Apalagi keduanya (Wempie-Teddy) mantan Walikota dan Wakil Walikota itu merupakan pasangan dalam pemerintahan periode sebelum Walikota Jimmy Rimba Rogi,”ungkap mantan anggota DPRD Manado Didi Syafei kepada wartawan.

Membaurnya GSVL bersama teman lama maupun masyarakat yang sering mangkal dilokasi tersebut tak membuat suasana kaku, karena semuanya tampak begitu enjoy dengan kahadiran orang nomor satu di Kota Manado.

“So nda salah Walikota yang pro rakyat seperti ini. Kalo seperti ini bukan janji tapi so terbukti,”kata Om Ipoy.

Informasi lainnya yang berhasil dirangkum manadoterkini.com, kehadiran GSVL bagian dari menggali informasi terkait program-program yang kini bergulir di masyarakat apakah berjalan sesuai yang diharapkan. Pasalnya, hingga akan berakhirnya masa jabatan sebagai Walikota masih ada warga yang belum paham akan program pro-rakyat seperti UC, serta program lainnya.
“Itu kwa akibat dari kinerja bawahan yang kurang paham dan engan mensosialisikan kepada masyarakat,”tutur tante Enjel.(mlz)