Penjabat Sekda dan Kaban Liny Studi Banding ke Pemkab Banyuwangi

manadomanadoterkini.com, MANADO – Penjabat Sekda Kota Manado, Bart Assa, beserta Kaban Liny dan tim melalukan studi banding di Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jumat (28/09/2018).

Tujuan studi banding ini yaitu Pemkot Manado ingin melakukan studi bagaimana mereka mengelolah Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dengan e-Gov yang sudah terintegrasi satu dengan yang lain.

Dalam kunjungannya, Pemkot Manado diterima melalui Lounge Kantor Bupati. Semua tamu wajib kesini terlebih dahulu untuk registrasi online, untuk minum kopi maupun menyicip panganan khas Banyuwangi, dan jika ingin mencari informasi by system maka tersedia beberapa monitor untuk searching data. Suasana kawasan Kantor Bupati yang asri dengan tanaman vertikal dan kolam air tanah penyejuk lingkungan sekitar.

Pertemuan antara Pemkot Manado dan Pemkab Banyuwangi ini berjalan dengan baik. Pemerintahan Pemkab Banyuwangi yang sudah menerapkan e-Gov terintegrasi ini memiliki berbagai keunggulan. Semua terukur dan memiliki sasaran yang jelas. Kinerja aparat semuanya terukur oleh sistem sebagai dasar pembayaran tunjangan kinerja.

“Layaklah jika banyak award untuk Kabupaten ini dari berbagai kategori. Kabupaten kecil yang berubah menjadi cantik dan menarik dengan berbagai event sepanjang tahun. Semua event dikelolah oleh Pemkab tanpa menggunakan EO. Kepemimpinan yang luar biasa dari seorang Bupati yang secara rutin setiap bulan bertatap muka dengan para ess 2 dalam rapat evaluasi bulanan sehingga konsisten mengawal rencana dan implementasi pembangunan Kabupaten banyuwangi”, apresiasi yang diberikan Kaban Liny dalam Akun Facebooknya. (*/tim)

Pajak galian material bukan logam di Palu lebih rendah dari Minut

DPRD minutMTerkini.com, Airmadidi – Dari hasil studi banding Komisi C Dekab Minut, terkait galian mineral bukan logam, lebih khusus galian batu, pajak dan harga jual di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), lebih rendah dibandingkan Kabupaten Minut.

“Pajak galian batu di Palu hanya 7,5 persen, ini lebih rendah dibandingkan dengan Minut 20 persen. Begitu juga harga jualnya rendah,” ungkap Denny Sompie, Ketua Komisi C Dekab Minut, ketika dikonfirmasi Rabu (2/3/2016).

Lanjut disampaikannya, pajak dan harga jualnya rendah, karena pemerintah melihat persaingan pasar. “Karena Palu berdekatan dengan Donggala, yang juga ada tambang batu. Sehingga untuk menjaga persaingan pasar, pajak dan harga jual ditekan rendah,” tandasnya.(pow)

MANADO, (manadoterkini.com) – Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Manado, Kamis (18/6), Rombongan Komisi 1, 2, 3 dan 4 DPRD Kabupaten Gianyar dibawah pimpinan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Made Togog, Msi Melakukan kunjungan kerja ke DPRD Manado.

Wakil Ketua DPRD Manado Richard Sualang saat menerima kunjungan tersebut menyampaikan bahwa DPRD Kota Manado menyambut baik kedatangan anggota DPRD Kabupaten Gianyar. Menurut Sualang pihaknya memberikan gambaran dan jawaban atas beberapa pertanyaan yang disampaikan I Made Togog Cs dalam pertemuan tersebut.

”Mereka bertanya tentang pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Kota Manado, pengolaan pajak retribusi hotel dan restoran, kemudian tentang pengelolaan air, APBD dan PAD pemerintah Kabupaten Gianyar hampir sama dengan Manado,” ujar Sualang Politisi PDIP.

Sekedar diketahui, maksud kunjungan DPRD Kabupaten Gianyar kali ini adalah sehubungan dengan beberapa permasalahan tentang Ijin Operasional Air Bawah Tanah (ABT), Pariwisata, Pertanian, Pajak Hotel/Restaurant, Pendidikan, Pembinaan Pemuda dan Olah Raga.

Kunjungan ini diterima Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Richard Sualang, Benny Parasan, Bobby Daud, Sonny Lella, Nur Rasyid Abd. Rahman dan Dijana Pakasi. (Chris)

Raihan Adipura 8 Kali Beruntun, Tarik Perhatian Pemkab Bekasi

manado
Wawali didampingi para asisten bersama Bupati Bekasi

MANADO, (manadoterkini.com) – Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dipimpin Bupati dr.Hj.Neneng Yasin Hasanah, Rabu (8/10) berkunjung di Pemkot Manado. Rombongan diterima Wakil Walikota Harley AB Mangindaan di ruang toar Lumimuut.

Dikatakan Hasanah, studi banding itu untuk mempelajari upaya Pemkot Manado menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Bupati Neneng menjelaskan bahwa mereka ingin mencari kunci keberhasilan Kota Manado mengenai kebersihan sehingga bisa meraih adipura sampai 8 kali. “Kami senang dengan kebersihan Manado,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Manado sengaja dikunjungi karena sudah menggondol delapan kali Adipura berturut-turut. “Sedangkan Bekasi sepengetahuan saya belum pernah meraihnya sama sekali,” terangnya.

Selain itu, Pemerintah Bekasi juga ingin mempelajari tata ruang pantai milik Manado dan kebijakan terkait dunia pendidikan. “Bekasi punya 72 KM pantai, tapi tak seindah dan sebersih milik Manado,” ungkapnya. Rencananya, rombongan Pemkab Bekasi akan berada tiga hari di Manado.

Ditempat terpisah Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado, Julises Oehlers, menuturkan Adipura yang selama ini diraih Kota Manado merupakan buah kerja semua elemen masyarakat Kota Manado. “Ini bukti kerja keras semua pihak, baik itu warga Kota Manado, Pemkot Manado dan petugas kebersihan yang setiap hari bergelut dengan sampah,”ujar Oehlers.

Dalam studi banding tersebut, terjadi dialog terkait perizinan, kependudukan dan tata ruang serta kebersihan, dan tawaran-tawaran solusi masalah pemerintahan.

Sementara itu, Wawali Harley AB Mangindaan, berharap studi banding tersebut bisa bermanfaat bagi semua pihak. “Meski harus diakui, Manado juga masih memiliki kekurangan sebagaimana kota lainnya,”ujar Ai sapaan akrab Wawali.

Dia menambahkan, sinergitas pemimpin kota yang disertai komitmen SKPD jadi kunci berbagai keberhasilan pemkot. “Memang masih ada masalah, seperti pemadaman listrik, meski sebenarnya itu tanggung jawab PLN tapi yang diserang wali kota dan wakil wali kota dan juga pemerintah kota,” ungkapnya. (ald)

Pemkot Bandung Belajar SAKIP dan LAKIP di Manado

manado, Studing
Studing Pemkot Bandung di Kota Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Pembenahan adminstrasi Pemerintahan di Kota Manado selama ini ternyata mendapat perhatian daerah lain. Terbukti, Kamis (3/9) Pemkot Manado mendapat kunjungan Pemkot Bandung, untuk melakukan studi banding tentang SAKIP dan LAKIP. Rombongan Pemkot Bandung, dipimpin Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Bapak H.Dadang Supriatna MH diterima langsung Wakil Walikota Manado Dr.Harley mangindaan SE,MSM bertempat di ruang Toar Lumimuut.

“Kami menilai untuk SAKIP dan LAKIP Kota Manado sangat bagus dibandingkan Kota Bandung yang hanya 40 pada saat lalu dan kini tengah naik menjadi 50.3 dan ingin terus belajar untuk memperbaiki nilai tersebut,”ujar Supriatna.

Dayung bersambut, Wawali mengakui perkembangan Kota Manado, belakangan ini karena terus melakukan pembenahan. Makanya, menjadi tujuan study banding sejumlah daerah di Indonesia.“Kota Manado berkembang karena penduduknya yang dinamis,”ujar Wawali.

Terkait tujuan studi banding Kota yang dipimpin Ridwan Kamil tersebut, Wawali menjelaskan bahwa Pemkot Manado menerima Penghargaan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Kabupaten/Kota 2013 dengan predikat B dan penghargaan ini diterima oleh 4 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.

“Hanya butuh setahun Manado lompat ke nilai B. Karena Pemkot Manado mantap dari segi perencanaan, implementasi dan Monitoring Evaluasi gunakan E-Sakip,”ujar Ai sapaan akrab Wawali Manado.(ald)