Bupati Minsel Hadiri Ibadah KKR di Tompasobaru

minsel
Bupati Tetty Paruntu memberikan kesaksian pada KKR di Tompaso Baru

manadoterkini.com, AMURANG – Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Minsel dan BAMAG Minsel di Kecamatan Tompasobaru, menghadirkan pembicara Pdt Gilber Lumoindong, Rabu (25/7/2018).

Bupati DR (HC) Christiany Eugenia Paruntu SE, turut memberikan kesaksian, bagaimana campur tangan Tuhan yang selalu ia alami dalam kehidupannya terlebih dimana saat ia di percayakan memimpin Kabupaten Minsel.

“Dalam kehidupan saya, Campur tangan Tuhan, dan penyertaan Tuhan selalu saya rasakan, apalagi sebagai seorang bupati, dimana dalam mengambil suatu keputusan dan kebijakan saya selalu memohon petunjuk dan pertolongan dari Tuhan Yesus Kristus, dan kesemuanya itu di jawab oleh Tuhan, dimana saat ini saya susah memasuki periode ke dua sebagai Bupati Minsel,” katanya.

minsel
Pdt Gilbert Lumoindong dalam ibadah KKR di Tompaso Baru

Bupati juga mengajak kepada warga masyarakat dan warga jemaat Tompasobaru dan Maesaan, untuk selalu mengikuti perintah-perintah Tuhan, berusaha untuk selalu hidup damai dengan sesama, lingkungan, apa terlebih dengan Tuhan.

“Kepada seluruh masyarakat Tompasobaru dan Maesaan, saya menghimbau terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban agar tetap terjaga dan kondusif, guna kelancaran pembangunan, serta saya mohon dukungan dari seluruh masyarakat, untuk selalu mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bahkan Pusat, guna kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Rencananya ibadah KKR ini akan dilaksanakan selama tiga hari yakni 25 hingga 27 Juli. Dengan pembicara Pdt Gilbert Lumoindong, Ketua KPRS GMIM Pnt dr Michaela Elsiana Paruntu MARS dan Kepala Biro Penginjilan MD GPDI Sulut Pdt Herry Moningkey.(dav)

MTerkini.com, TOMPASOBARU – Terputusnya ruas jalan dari arah Tompaso Baru menuju wilayah Amurang semenjak beberapa hari lalu, tidak membuat warga berlama-lama menunggu bantuan dari pemerintah dan dinas terkait.

Jalan darurat yang merupakan swadaya masyarakat meski hanya dibuat dari batang kelapa. Baik kendaraan roda dua ataupun roda empat sudah bisa melewati jalan yang amblas akibat hujan deras.

Kapolsek Tompasobaru, Iptu Verry Liwutang mengatakan, kendaraan roda empat sudah bisa melewati jalan tersebut dibatasi, dengan kata lain harus dalam keadaan kosong mengingat jalan darurat yang terbuat hanya memakai batang kelapa.

“Dengan kondisi tersebut juga, jalur tersebut diatur kendaraan yang melintasinya satu arah. Secara bergantian kendaraan yang lewat dari arah Tompaso dan Amurang melewati jalan tersebut dengan bantuan dua orang petugas yang mengatur lalu lintas. Dengan kondisi jalan tersebut, diharapkan para pengendara harus berhati-hati saat melewati jalan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel Ir Joutje Tuerah ST MM ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, jalan tersebut merupakan jalan nasional sehingga yang berwenang menanganinya yakni Balai Jalan Nasional (BLN).

Kendati demikian Bupati Christiany Eugenia Paruntu sudah mengintruksikan pihaknya untuk segera turun tangan. “Setelah kami melakukan komunikasi dengan BLN, kami langsung meninjau lokasi tersebut, dan rencananya akan memulai penimbunan jalan, tinggal menunggu perbaikan alat yang dalam keadaan rusak,” singkatnya.(dav)

Jalan Putus, Warga dan Aparat Membuat Jembatan Darurat dari Batang Kelapa

MTerkini.com, TOMPASOBARU – Pasca jebolnya jalan di Desa Tompaso Baru Satu mengakibatkan akses jalan di Kecamatan Tompaso Baru, Maesaan dan Modoinding, Jumat (6/5/2016) hari ini Pemerintah Kecamatan Tompaso Baru dibantu TNI/Polri bersama warga setempat membuat Jembatan Darurat untuk memudahkan akses warga setempat untuk beraktivitas.

tompasobaruJembatan darurat dari Batang Kelapa khusus kendaraan tidak berpenumpang atau memuat bahan dan kendaraan beroda dua.

Camat Tompaso Baru Henri Palit, SH mengatakan pihaknya telah melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. “Kami sudah melaporkan ke Ibu Bupati dan instansi terkait,” kata Palit.

minselSementara itu, Bupati Minahasa Selatan yang saat ini berada di Jakarta telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Minsel untuk segera kelokasi dan menginventarisir kerusakan jalan ini.

“Saya telah menginstruksikan Dinas PU untuk segera secepat mungkin mengatasi jembatan ini agar memudahkan aktivitas warga setempat,” ujar Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE yang baru di lantik sebagai Bendahara Umum APKASI seluruh Indonesia.

minselSeperti diberitakan sebelumnya, Hujan yang mengguyur Minahasa Selatan Kamis (5/4/2016) mengakibatkan 3 Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yakni Kecamatan Tompaso Baru, Maesaan dan Modoinding terisolasi akibat jebolnya badan jalan di Desa Tompaso Baru Satu Kecamatan Tompaso Baru.

Akibatnya, arus kendaraan di 3 wilayah Kecamatan ini tidak bisa lewat. Bahkan kendaraan Sayur dari Modoinding terpaksa harus putar balik ke Kotamobagu dan mengikuti jalan Trans Sulawesi Poigar. (dav/tim)

Investor ADB Lirik Pertanian Minsel

ADBMTerkini.com, TOMPASOBARU – Potensi hasil pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) khususnya infrakstruktur pertanian milik para petani dilirik oleh salah satu investor besar yang bergerak di bidang infrakstruktur pertanian. Sebagaimana dikatakan Camat Tompasobaru Henri Palit SH kepada manadoterkini.com.

Palit mengatakan bahwa, Minsel khususnya di Kecamatan Tompasobaru adalah salah satu daerah yang dilirik oleh investor yang bergerak dibidang pertanian yakni Asia Develoment Bank (ADB), menjadi sasaran utama mereka untuk berinvestasi.

“Iya, pihak ADB saat ini telah melirik Minsel, dan pada Rabu (3/2) siang tadi tim mereka telah meninjau lokasi yang ada di Kecamatan Tompasobaru,” kata Palit, sembari menambahkan pihak ADB akan berkoordinasi dengan Pemkab Minsel terkait rencana ini.(dav)

Besok, 42 Pasangan di Tompasobaru Siap Dinikahkan

amurang
Tetty Paruntu

TOMPASOBARU, (manadoterkini.com) – Sebanyak 42 pasangan akan segera dipersatukan dalam ikatan pernikahan pada acara kawin massal yang menurut rencana digelar pada Jumat (12/12) besok. “Ya, Jumat Besok Pemerintah Kecamatan Tompasobaru sekitar jam 10:00 WITA kita akan menikahkan sebanyak 42 pasangan dan itu akan dilaksanakan di Gereja GMIM Efrata Sion Tompasobaru,” ujar Camat Tompasobaru Henri Palit SH kepada manadoterkini.com Kamis (11/12) siang tadi..

Palit menjelaskan, pihaknya akan menggunakan gedung gereja yang berada di Jemaat GMIM Efrata Sion. Hanya saja pemberkatannya di gedung gereja masing-masing, tapi untuk pencatatan sipilnya akan dilakukan secara bersama-sama. “Hal ini dilakukan karena selain jemaat GMIM, ada juga yang berasal dari aliran gereja lain. Seperti halnya dari Umat Katolik dan Pantekosta serta jemaat lainnya yang ikut serta dalam kawin massal ini,” ujarnya lagi.

Dijelaskannya, hingga pendaftaran terakhir, tercatat ada 42 pasangan calon pengantin yang mendaftarkan diri ikut dalam kawin masal tersebut. Karena kawin massal ini program Bupati dalam rangka pemberdayaan kesejateraan keluarga dengan memberikan kepastian Hukum kepada masyarakat yang sudah Hidup bersama, tetapi belum sah secara Hukum seperti yang tertera pada UU perkawinan No 2 tahun 1974 serta Peraturan pemerintah No 9 tahun 1975. “Justru itu Kami dari Pemerintah Kecamatan Tompasobaru mengelar kawin massal pada Jumat besok,” jelasnya.

Lanjut Palit, kawin masal ini diselenggarakan untuk meringankan biaya perkawinan bagi 42 pasangan yang tidak mampu.”Mungkin mereka ada yang hendak menikah, namun belum jadi, karena tidak ada biaya, nah disinilah mereka dibantu untuk dinikahkan gratis,” pungkasnya.

Ia menambahkan, ini juga untuk mengurangi terjadinya kumpul kebo. “Ya banyak juga kan yang sudah tinggal sama-sama, tapi belum menikah lantaran tidak ada biaya, makanya dibantu, supaya mereka sah,” tandasnya.

Kawin massal yang akan dilaksanakn oleh Pemerintah Kecamatan Tompasobaru disponsori langsung Pemkab Minsel yang didalamnya Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Minsel. Bahkan acara ini akan dihadiri langsung oleh Kepala Dukcapil Minsel Drs Corneles Mononimbar, Kepala UPT Kecamatan Tompasobaru Boy Maleke SE, unsur PIKA, BKSUA, BAMAG, serta Hukum Tua (Kumtua) se-Kecamatan Tompasobaru.(dav)

minsel
Hendri Palit SH

TOMPASOBARU, (manadoterkini.com) – Selain anggaran pembangunan infrastruktur di sejumlah instansi jajaran Pemkab Minsel yang dialokasikan untuk kemajuan wilayah Minsel. Pemkab Minsel melalui Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE juga memberi perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah Pedesaan termasuk Kecamatan Tompaso Baru.

Pada 2014 ini, wilayah Tompaso Baru kembali mendapat suplai anggaran PNPM-MP sekitar Rp 850 juta. Bupati menjelaskan anggaran PNPM-MP untuk Kecamatan Tompasobaru juga dalam rangka percepatan dan peningkatan infrastruktur pembangunan Desa.

“Harapannya dana PNPM MP ini dimanfaatkan sesuai aturan yang berlaku, sehingga manfaat dari anggaran ini termasuk swadaya masyarakat bisa memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat,”kata Tetty.

Camat Tompaso Baru Hendri Palit, SH, menjelaskan tahun 2014 ini ada 6 Desa di Kecamatan Tompaso Baru, yang dapat kucuran dana PNPM MP dengan total Rp 850 juta. Enam Desa yang mendapat kucuran PNPM, MP masing-masing Desa Lindangan Rp 153 Juta untuk Pengerasan jalan. Desa Raratean Rp 145 Juta untuk Perintisan jalan, Desa Kinalawiran Rp136 Juta dimanfaatkan untuk Perkerasan jalan. Desa Torout Rp 136 Juta juga Perkerasan jalan, Desa Liandok 147 Juta untuk pembangunan drainase, sedangkan Dersa Tompaso Baru Dua Rp130 juta untuk Perintisan Jalan.

“Saya mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minsel khususnya Bupati Christiany Eugenia Paruntu yang terus memberikan perhatian untuk peningkatan pembangunan di pedesaan,”ujar Palit.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Diduga akibat melampiaskan kemarahan mereka, sejumlah massa membakar ludes 3 rumah warga yang ada di Jaga II Desa Tompasobaru Satu Kecamatan Tompasobaru Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada pukul 11:00 WITA tadi malam. Pihak berwajib berhasil mengantisipasi sehingga tindakan anarkis tersebut tidak meluas. Ketiga rumah yang dibakar massa yaitu milik dari Keluarga Yopi Lumentut Wangko, Keluarga Lontaan Ruau, dan Keluarga Timporok Paendong.

Aksi pembakaran terhadap tiga rumah warga oleh massa itu diduga lantaran salah satu warga Desa Tompasobaru satu jaga Enam yakni Fekky Tulungen kehilangan nyawanya, saat terlibat perkelahian antar jaga II dan VI yang terjadi pada Sabtu dan Minggu pekan kemarin.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, massa pun mendatangi jaga II. Sialnya, tiga rumah warga di sekitarnya dibakar massa hingga rata tanah.

Puluhan aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Minsel digabung dengan Personil dari Polsek Tompasobaru dan instansi terkait dengan sigap mengamankan lokasi, dan membubarkan massa yang beringas. Agar api tak menjalar ke rumah warga lainnya, polisi dan warga memadamkan 3 rumah yang dibakar massa.

Sementara itu Kapolres Minsel AKBP Iis Kristian SIK melalui Wakapolres Kompol Mochamad Irvan yang dikonfirmasi manadoterkini.com membenarkannya.”Ya, tadi malam sedikitnya, ada tiga rumah warga dibakar oleh massa,” ujarnya.

Hanya saja dia mengatakan kalau saat ini pihaknya sudah menurunkan satu peleton dari Polres Minsel dan dibantu peleton Brimob Polda Sulut, situasi di Desa Tompaso baru satu saat ini sudah kondusif.”Saat ini, situasinya sudah kondusif, meskipun begitu, kami dari pihak kepolisian tetap akan terus berjaga-jaga,” ungkapnya.(dav)

TOMPASOBARU, (manadoterkini.com) – Camat Tompaso baru Henri Palit, menuturkan Pemkab Minsel dan aparat kapolisian bersama tokoh masyarakat setempat saat ini sementara mengambil inisiatif menempuh upaya perdamaian untuk mempertemukan dua kelompok yang bertikai.”Kami saat ini sementara melakukan usaha untuk mendamaikan kedua kelompok yang bertikai supaya bertemu untuk berdamai,” kata Palit kepada manadoterkini.com melalui handpone selulernya, Senin (15/9).

Tak ayal, Pemkab Minsel dan Polres Minsel, serta Polsek Tompasobaru sudah menjadikan dua Desa Tompasobaru Satu, Kecamatan Tompasobaru sebagai salah satu target kegiatan pengamanan. Hal ini untuk mencegah meluasnya perselisihan antar kampung yang telah terjadi pada hari Sabtu dan Minggu kemarin.

Menurut Palit, kondisi Tompaso baru, pasa tarkam telah kembali normal.”Memang saat ini situasinya sudah konduktif, dan tidak ada kejadian apa-apa lagi,” ujarnya lagi, sembari mengatakan kalau kedua kelompok yang bertikai tersebut sempat didoakan oleh tokoh-tokoh Agama dari Sinode.

Diketahui, perkelahian antar kelompok yang ada di Desa Tompasobaru satu sempat memanas akibat pecahnya perkelahian. Dimana pemuda-pemuda kampung dari jaga II dan VI kembali berselih paham, terlibat saling tegang, dengan mengunakan parang, panah wayer, senjata angin dan lain sebagainya.

Tarkam antara jaga II dan jaga VI pertama pecah pada hari Sabtu (13/9) lalu sekitar pukul 23.00 WITA dan kembali terjadi pada Minggu (14/9) sekitar pukul 03:00 WITA subuh.

Informasi, akibat perkelahian ini, sejumlah rumah-rumah warga rusak dan satu unit bentor milik warga dilaporkan dibakar karena perkelahian tersebut, tidak hanya itu beberapa wargapun dikabarkan dilarikan di Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang akibat mengalami luka berat akibat tertancap panah wayer serta sabetan benda tajam jenis parang.(dav)

TOMPASOBARU, (manadoterkini.com)-Tawuran antara kampung (tarkam) kembali pecah di Desa Tompasobaru Satu, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 23:00 WITA dan Minggu (14/9) sekitar Pukul 03.00 WITA subuh dini hari. Tarkam yang melibatkan sekelompok pemuda yang ada di jaga II dan jaga VI tersebut mengunakan benda tumpul berupa batu dan senjata tajam jenis parang maupun panah wayer dan senjata angin, sehingga mengakibatkan beberapa rumah milik warga dan satu kendaraan motor jenis bentor milik warga, serta Empat warga Desa Tompasobaru yakni Moddy Kambey (22) dari Jaga II langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang akibat terkena panah wayer di bagian dada kiri, dan tiga warga dari lingkungan VI yakni Fekky Tulungen (41), mengalami luka panah wayer dibagiam kepala, Fenly Taniowas (36) mengalami luka panah wayer di bagian punggung kanan belakang, dan Jenly Mokalu (44) yang mengalami luka tebasan parang di bagian Kepala dan Paha bagian kiri.

Berdasarkan informasi yang dirangkum manadoterkini.com menyebutkan, pada Sabtu (13/9) tadi malam kedua kelompok ini terjadi masalah sepeleh, hanya saja tidak diterima, sehingga tawuranpun jadi, dengan mengakibatkan salah satu warga yakni Moddy Kambey dari Jaga II mengalami luka panah wayer dibagian dada kiri, mengingat warganya ada yang terluka aksi balas dendam dari jaga II yang dibantu sekelompok pemuda dari Desa Tetangga yakni Desa Kinalawiran pada Minggu (14/9) sekitar pukul 03:00 WITA kembali menyerang jaga VI, sehingga tiga orang dari Jaga II yakni Fekky Tulungen, Fenly Taniowas dan Jenly Mokalu mengalami luka-luka dan sejumlah rumah serta sepeda motor jenis bentor dibakar sekelompok warga yang ada di jaga II, sampai menelan korban jiwa yakni Fekky Tulungen akibat luka yang dia derita terlalu parah.

Sementara itu, Kapolres Minsel AKBP Iis Kristian SIK melalui Kapolsek Tompasobaru AKP Roy Saruan yang dikonfirmasi manadoterkini.com membenarkan kejadian tersebut.”Saat ini para korban sementara dirawat di rumah sakit Kalooran, sedangkan yang satunya yakni Fekky Tulungen sudah dipulangkan ke rumahnya untuk dimakamkan,” ujar Saruan, sembari menambahkan, kalau saat ini pihaknya dari polsek Tompasobaru dibantu personil dari Polres Minsel masih sementara melakukan penjagaan guna untuk pengamanan.(dav)