Devi Tanos Optimis Sulut Masuk 3 Besar Lomba UKS

 

devi tanosmanadoterkini.com, SULUT – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Karo Kesra Setdaprov Sulut) dr Kartika Devi Tanos MARS optimis, peserta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sulut tahun ini akan masuk pada peringkat 3 besar di tingkat nasional.

“Dengan persiapan yang lebih matang, saya optimis tahun ini, masuk 3 besar,” ungkapnya sembari mengatakan tahun 2016 Sulut masuk pada peringkat 7 besar.

Seiring persiapan yang dilakukan, dimana pematangan peserta UKS dari Bolmut, Kotamobagu dan Bitung, Diapun mengharapkan SKPD terkait mampu bersinergi dengan Biro Kesra, terutama dalam program-programnya.

“Sekarang-kan sudah ada pemenang ditingkat Provinsi, nantinya pada bulan Mei akan ada lagi penilaian tingkat pusat. Pemprov sendiri akan melakukan pemantapan agar yang kurang-kurang bisa disempurnakan, ” ujar Tanos.

Sebelumnya, Biro Kesra sendiri telah melakukan dua agenda rapat, diantaranya membahas evaluasi persiapan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) dan UKS, yang turut melibatkan Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Provinsi Sulut.(alfa)

Sekolah di Sulut Diharuskan Aktifkan UKS

SULUT, (manadoterkini.com) – Program UKSProgram Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) perlu diaktifkan kembali di Provinsi Sulawesi Utara. Demikian ditegaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung Msi, saat membuka pemantapan program UKS tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Sulut yang digelar Biro Kesra Setda Provinsi Sulut, di ruang rapat ex WOC.

“Pendidikan dan kesehatan merupakan dua sisi mata uang yang satu sama lain saling berkaitan, tak terpisahkan serta merupakan dua dari tiga indikator indeks pembangunan manusia (IPM) yang menentukan kualitas SDM,”terang Palandung.

Karena itu sekolah harus mengaktifkan kembali program UKS yang memiliki banyak manfaat bagi siswa. Karena lewat UKS bagaiman siswa di ajarkan cara hidup sehat seperti mencuci tangan yang baik, cara mengosok gigi yang baik, cuci tangan sebelum makan, tidak sembarangan jajanan di sekolah, menanam apotik hidup dihalan sekolah dan lain sebagainya.

“Dulunya program tersebut berjalan baik mulai dari Sekolah Dasar hingga ditingkat SMA/SMK, namun kini mulai menurun program UKS tersebut,” ujar Palandung.

Senada dengan Palandung Kadis Diknas Sulut Asiano G Kawatu SE MSi juga mendorong agar sekolah-sekolah di sulut supaya mengaktifkan kembali perogram UKS, karena program tersebut sangat baik, terutama bagi siswa itu sendiri.

Menurut Kawatu, UKS dengan titik berat kegiatan pada upaya promotif dan preventif serta didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif berkualitas yang dijalankan melalui trias program UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan.hidup sekolah yang sehat, tandas Kawatu. Karo Kesra dr Bahagia Mokoagow mengatakan, kegiatan tersebut diikuti Diknas kabupaten/Kota se- Sulut. (alfa)