Anggaran Ratusan Juta, Relokasi Waruga Di Kawangkoan Minut Diduga Tak Rampung

received_10207986425969581manadoterkini.com, AIRMADIDI-Relokasi Waruga di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat Minahasa Utara (Minut), untuk kepentingan pembangunan Waduk Kuwil, diduga tidak rampung dan tidak sesuai rencana awal, meskipun anggarannya cukup besar, sekira Rp180-an juta.

Diketahui, Waruga yang berjumlah 70-an yang akan dipindahkan, dari informasi yang ada hanya 47 waruga yang dipindahkan. Dan hasil pemindahan ini disinyalir asal jadi.

Sebelumnya, sesuai paparan tim ahli dari Balai Pelestarian Benda Purbakala dalam pertemuan dengan lembaga adat, ormas adat dan Disbudpar Minut tahun 2016 lalu, pemindahan waruga ini harus ditata dengan baik, minimal sesuai dengan sebelumnya. Selain itu, harus diadakan pemetaan agar letak waruga dari tempat asal teridentifikasi dengan akurat.

Akan hal ini, Pemerhati Budaya Anete Shierly Katiandago menyayangkan hal ini terjadi. Menurutnya, ini harus diseriusi oleh pihak terkait termasuk pemerintah.

“Ini peninggalan sejarah budaya yang harus dijaga dan dilestarikan, karena situs purbakala waruga ini hanya ada di tanah Minahasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekjen Majelis Adat Minahasa Walian Matulandi Supit, saat mengetahui hal ini mengatakan Tim 9 dan Disbudpar Minut harus menuntaskan pemindahan ini, sesuai dengan kondisi semula dengan mengikuti petunjuk ritual yang telah dilaksanakan, apalagi anggaran yang disediakan cukup besar.

“Ini harus diselesaikan dengan baik dan harus dilestarikan, karena Waruga ini adalah salah satu warisan budaya leluhur Tou Minahasa, lebih khususnya sub etnis Tonsea,” tegas Supit, sembari meminta agar lembaga adat di Sulut, terus memonitor perkembangan relokasi Waruga ini.

Sementara ini, Kadis Pariwisata Minut Theodora Luntungan MSi, ketika dikonfirmasi wartawan biro Minut, terkait hal ini mengungkapkan, dirinya tidak tahu soal ini, apalagi soal anggarannya.

“Saat itu Saya belum menjabat sebagai Kadis Pariwisata, untuk itu soal mekanisme penyaluran dana untuk relokasi Waruga itu, Saya tidak tahu. Dan yang saya tahu, dana untuk pemindahan tersebut sebesar Rp180 juta, yang berasal dari Balai Sungai Sulut,” tandasnya.(Pow)

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Abadikan Waruga

manadoterkini.com, TONDANO – Ada hal yang menarik dari kunjungan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di Kabupaten Minahasa, Minggu (18/12/2016) kemarin.

LukitaDimana Lukita mengabadikan Waruga di Lokasi Benteng Moraya. Lukita mengaku kagum terutama dengan ditemukannya waruga (kuburan tua) dilokasi Benteng Moraya.

“Benteng Moraya ini adalah tempat yang punya nilai sejarah. Saya berharap ini bisa dilestarikan dalam upaya menarik kunjungan wisata,” imbuhnya.

Benteng Moraya adalah salah satu tempat wisata budaya yang akan diusulkan untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi sebelum menghadiri Natal Nasional.

OLly Olly“Kami nanti akan usulkan ke Presiden agar Benteng Moraya ini juga bisa diresmikan secara on the spot oleh Presiden Jokowi,” tutur Lukita didampingi Bupati JWS saat mengabadikan Waruga di lokasi Benteng Moraya.

Diketahui kunjungan Lukita ke Minahasa, untuk meninjau kesiapan Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa dalam menggelar Natal Nasional yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi pada tanggal 27 Desember 2016 mendatang.

Bupati Minahasa Jantje Woiwiling Sajow, Sekprov Sulut Edwin Silangen dan Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng turut mendampingi Lukita dan Domdokbambey saat menyambangi Minahasa.(tim)

Waruga Di Lokasi Pembangunan Waduk Kuwil Akan Direlokasi

waruga minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI-Dari pertemuan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kabupaten Minut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, BPNB Sulut, Balai Arkeologi Sulut, BPCB Gorontalo serta sejumlah LSM Adat dan masyarakat, akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama untuk merelokasi Waruga (Kubur Batu) dari lokasi dekat proyek pembangunan Waduk Kuwil.

“Kesimpulan dari pertemuan ini, semua sepakat untuk relokasi Waruga yang kena dampak pembangunan Waduk Kuwil, dengan memperhatikan aturan dan adat budaya Minahasa. Dan akan dibentuk Tim Teknis berjumlah 9 orang, yang terdiri dari perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat, yang akan mengatur proses pemindahan Waruga, secara adat dan budaya Minahasa,” ujar Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut Ferry Sangian, diakhir pertemuan yang digelar di Kantor Hukum Tua Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Minut Dra Femmy Pangkerego MPd ME, mengapresiasi akan kepedulian semua pihak terkait dalam forum lengkap tersebut, sebagai wujud kecintaan terhadap warisan budaya, khususnya yang ada di Minut. Pentingnya kajian dari tiga balai terkait, tokoh adat, ormas adat dan lembaga adat, untuk mempersiapkan upacara pemindahan Waruga yang ada di lokasi proyek.

“Kepada pihak Balai Sungai dan kontraktor Waduk Kuwil, Saya mewakili Pemerintah mengingatkan, agar sebelum diadakan pemindahan Waruga, dokumen lahan untuk relokasi yang disediakan harus dilengkapi dulu, jika tidak maka pemindahan tidak bisa dilakukan,” tegas Pangkerego.

Dalam kesepakatan yang dituangkan dalam satu catatan sebagai bukti tertulis, ditandatangani oleh masing-masing, mewakili Pemprov dan Disbudpar Sulut Kabid Kebudayaan Ferry Sangian, Pemkab Minut Kepala Disbudpar Dra Femmy Pangkerego MPd ME, Camat Kalawat Marco Karongkong, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Rony Rudson, Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo Rosalona Kambuas IS, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulut Dra Agus Walukow, Balai Arkeologi Sulut Dra Ipa Fahriani, Lembaga adat ne Tounsea Jan Wurangian, Paimpuluan Ne Tounsea Edu Watupongoh SE, Brigade Manguni Indonesia (BMI) Waany Unsulangi, Laskar Manguni Indonesia (LMI) Syeni Watulangkouw, Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut (WPITL) Alfian Aso Posumah, Penasehat Aliansi Makapetor Roy Turangan serta Ketua Lembaga Pemerhati Kebudayaan Minut Djemie Karongkong.(Pow)

Diduga Tak Diperhatikan, Cagar Budaya Waruga Kena Imbas Proyek Waduk Kuwil

 

minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI–Proyek pembangunan Waduk Kuwil di Kecamatan Kalawat Minahasa Utara (Minut), diduga tidak memperhatikan cagar budaya waruga (Kubur Batu) yang ada disekitar lokasi tersebut.

Kepala Departemen Khusus Lingkungan Hidup LSM Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut (WPITL) Alfian Asso Posumah mengungkapkan, makam para orang tua (Leluhur) tersebut, hampir tertutup timbunan tanah dari proyek tersebut.

“Ini melecehkan adat dan budaya Minahasa, karena lokasi Waruga sudah dipenuhi timbunan tanah dari proyek waduk itu,” ungkap Asso-sapaan Posumah, didampingi Pengurus LSM WPITL Minut John Lambertus Simbuang, yang turun langsung di lokasi, Sabtu (29/10/2016) akhir pekan lalu.

Sebelumnya juga, saat pertemuan pihak Balai Sungai dan pihak kontraktor dengan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP), telah diingatkan soal Waruga ini, agar diperhatikan.

“Bukannya kami menyembah berhala, namun aset budaya seperti Waruga, harus diperhatikan. Dan harus dihargai dan dihormati, karena Waruga adalah bagian dari warisan budaya Minahasa, yang harus dijaga,” tegas Bupati VAP, saat itu.

Bahkan Tonaas Brigade Manguni Indonesia (BMI) Minut Wanny Unsulangi, yang juga hadir saat itu telah mengingatkan, agar dilakukan pemindahan Waruga dengan tata upacara adat, untuk menghormati para leluhur.

“Upacara adat harus dilakukan untuk pemindahan Waruga, sebelum proyek dilakukan, jangan sampai terjadi bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan saat pelaksaan proyek pembangunan berjalan. Kita harus menghargai budaya yang ada, di semua daerah, di Indonesia punya budaya masing-masing, yang tentunya harus dihargai dan dihormati,” ujar Om Wanny-sapaan akrab Unsulangi.(Pow)