Target Cetak 15 ribu KIA, Disdukcapil Tunggu Blanko

Lalondos
Kepala Dukcapil David Lalandos MSi

manadoterkini.com, RATAHAN – Tahun 2018, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menargetkan pencetakkan 15 ribu keping Kartu Identitas Anak (KIA), namun Kepala Dukcapil David Lalandos MSi belum memastikan kapan mulai decetak.

Lantaran pihaknya menunggu kedatangan blanko (bahan) dari pemerintah pusat, yang diprediksikan tiba di Mitra April 2018 mendatang. Lalandos mengatakan, pastinya pencetakan bisa dimulai apabila blanko sudah tersedia. Program pencetakan KIA, kata Lalandos, sudah dimulai sejak Tahun 2017 dengan pencetakan perdana sebanyak 4 ribu keping.

Kalaupun berhasil tercetak 15 ribu keping di awal Tahun 2018, artinya Dukcapil perlu mencetak 11 ribu keping lagi. “Ditargetkan pencetakan 30 ribu keping. Sesuai jumlah anak yang terdata di Dukcapil,” kata Lalandos.

Adapun menurut Lalandos, dasar hukum pembuatan KIA mengacu aturan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri melalui Permendagri Nomor 2 Tahun 2016. “Setiap anak usia nol hingga 17 tahun kurang 1 hari wajib memiliki KIA,” lanjut Lalandos mengutip isi Permendagri.

Dijelaskan Lalandos, KIA merupakan dokumen kependudukan dengan fungsi dan bermakna sama dengan KTP orang dewasa. Lantas apa fungsinya?. Diterangkannya, KIA diperlukan memenuhi kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS, serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak.

“Juga untuk pendaftaran anak-anak sekolah, bimbingan belajar dan lain sebagainya. Kedepan nanti pihak-pihak yang akan berhubungan dengan urusan pelayanan publik terhadap anak-anak, diharapkan dapat ikut menggaungkan pentingnya penggunaan KIA,” pungkas Lalandos.(Jay)

MTerkini.com, RATAHAN – Kartu Identitas Anak (KIA) siap diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), khususnya Instansi terkait yakni Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil).

Kepala Dinas Dukcapil Mitra David Lalandos mengatakan, pemberlakuan KIA merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 2 tahun 2016.

“Permendagri tersebut menyebutkan, anak usia 0 sampai 17 tahun kurang satu hari wajib mengantongi KIA. Di Mitra sendiri ada kurang lebih 32 ribu anak di bawah usia 17 tahun,” ujar Lalandos.

KIA ini sendiri sebagaimana dijelaskan Lalandos, terbagi dalam dua klasifikasi yakni anak umum 0-5 tahun dan anak umur 5 sampai 17 tahun kurang satu hari.

“Data penduduk usia tersebut sudah kita kantongi. Prinsipnya, Mitra sudah siap menerapkan KIA tersebut, tinggal menunggu blanko dari pemerintah pusat,” jelas Lalandos.

Lanjut Lalandos, selain sebagai identitas, KIA ini juga punya peran penting, salah satunya menghindari terjadinya human traficking.

“Ini juga sebagai upaya untuk mendata penduduk sejak lahir. Nantinya, KIA tersebut diganti dengan KTP-el ketika anak-anak ini sudah berusia 17 tahun,” tandas mantan Kabag Humas Pemkab Mitra ini.(dav/tim)

RATAHAN, (manadoterkini.com)- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Minahasa Tenggara (Mitra) tahun 2016 akan memberlakukan denda bagi masyarakat jika dokumen kependudukan yang dimiliki dinyatakan hilang.

Hal ini dikatakan Kepala Disdukcapil Mitra. Untuk memberlakukan hal tesebut katanya, akan dibuat produk hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang akan diusulkan ke lembaga legislative.

‘’Dokumen kependudukan dimaksud adalah Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Akte Kelahiran. Soal besar kecilnya denda tersebut nanti dibahas di DPRD,” kata Lalandos.

Ditambahkan Lalandos, untuk pengurusan akte kelahiran, KK, tidak boleh melewati tiga hari. Jika melewati batas waktu maka akan dikenakan denda.

‘’Penerapan ini diberlakukan agar masyarakat ada efek jera dalam pengurusan dokumen keluarga,”terangnya seraya menambahkan akan berkonsultasi lagi dengan Bupati James Sumendap SH sebelum diusulkan ke DPRD.(tim)