Assa : Manado Bukan Kota Baru, Batu Anggaran Besar Atasi Persoalan Banjir

manado
Kadis PUPR Kota Manado, Peter KB Assa ST MSc Ph.D (ist)

manadoterkini.com, MANADO – Kota Manado adalah kota yang memang sudah ada sejak dulu, sehingga berbagai pembangunan tak memikirkan secara dini peristiwa banjir. Berbeda dengan pembangunan kota baru yang memang didesain sedemikian rupa.

“Masalah drainase di kota ini sangat rumit, karena sudah ada dari dulu kala. Ini tak terencana. Tapi meski agak terlambat, kita juga harus lakukan penanggulangan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Peter Karl Bart Assa.

Untuk itu, butuh waktu lama dan anggaran yang sangat besar sehingga Kota Manado benar-benar bebas dari banjir. Diakuinya, banjir merupakan masalah kompleks yang disebabkan tiga factor. “Banjir itu ada yang karena alam, manusia atau salah pengelolaan pemerintah,” ujar mantan Kepala Bappeda Kota Manado itu.

Lanjut doktor luar negeri ini, Kota Manado semakin hari, makin banyak pembangunan. Seiring dengan itu, makin tak mumpuni juga saluran air di kota ini. Masyarakat seharusnya sadar.

“Saya contohkan. Pelebaran jalan, curi ruang drainase. Warga buat rumah, pagarnya curi drainase. Kalau di pinggir sungai, mereka bangun masih ke arah sungai. Ini tak terkontrol,” ucap Assa yang pernah menjadi konsultan banjir ini.

Kota Manado sebenarnya punya peraturan daerah soal tata ruang, satu di antaranya rumah tak boleh lewat sepadan sungai atau sepadan jalan drainase.

“Sesuai dengan perda, yang kedapatan memang harus mendapat punishment. Tapi yah itu membutuhkan dana yang sangat bedat,” ujar Assa. (*/tim)

ASPOL Bisa Atasi Kemacetan, Bart Assa: 2019, Sarana Pendukung Dibangun

Bart Assa
Kadis PUPR Manado Peter KB Assa ST MSc PhD

manadoterkini.com, MANADO – Untuk menuju Manado ke arah yang lebih baik, Kadis PUPR Peter KB Assa ST MSc PhD berharap tahun 2019 mendatang sarana pendukung ASPOL bisa selesai di bangun.

“Selain Aspol masih ada beberapa solusi kemacetan untuk Kota Manado seperti pembangunan highway atau jalan layang, namun hal tersebut memerlukan waktu yang lebih lama karena banyaknya lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan ini,” ucap Assa. sembari menambahkan highway bisa jadi solusi jangka panjang sambil mengedepankan program Aspol sebagai solusi kemacetan paling praktis di Kota Manado.

Lebih jauh dijelaskannya, jika program Angkot, Shuttle bus, parkir dan tol (ASPOL) bisa dilaksanakan, “Saya yakin kemacetan di ruas jalan utama di pusat kota Manado bisa direduksi hingga 50 persen.Karena adanya Aspol akan mengatur kemacetan di jalan Samratulangi dan Piere Tendean (Boulevard) sehingga dapat teratasi,” tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) Kota Manado Bart Karl Assa di ruang kerjanya, waktu lalu. (mlz)

Dinas PUPR Upayakan Pembangunan Gedung PMI dan Infrastruktur Tepat Waktu

manadomanadoterkini.com, MANADO – Kepala Dinas PUPR Kota Manado Peter KB Assa ST MSc PhD mengatakan, proyek yang segera dikerjakan akan diupayakan selesai tepat waktu.

Seperti halnya pembangunan gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Manado di jalan Ring Road, pembangunan dan pengembangan pasar Malalayang di jalan raya Kayu Bulan Kecamatan Malalayang, hotmix jalan Lengkong Wuaya Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, hotmix jalan Pulau Kalimantan Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, program penataan kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) pusat Kota Manado termasuk pembuatan kanopi, serta sejumlah pekerjaan perbaikan dalam kota Manado.

“Seluruh proyek tersebut diatas akan segera dimulaikan pekerjaannya,dan akan diupayakan selesai sesuai waktu yang ditentukan,” jelas Assa.

Dia mengatakan keberhasilan proyek pro rakyat ini akan tuntas dengan baik jika mendapat dukungan doa dan pengawasan dari seluruh warga kota Manado.

Untuk diketahui, pembangunan gedung PMI di jalan raya Ringroad, Kelurahan Tingkulu Lingkungan 5 Kecamatan Wanea menelan anggaran sebesar Rp 2.821.500.000,- (APBD) dan dikerjakan selama 150 hari kalender. Pembangunan pengembangan Pasar Malalayang, di jalan raya Kayu Bulan, Kecamatan Malalayang dengan anggaran Rp 9.802.300.000,- (APBD) di kerjakan selama 120 hari kalender.

Peningkatan jalan hotmix jalan Lengkong Wuaya dengan panjang 2,35 kilo meter dari total jalan 3,5 meter, lebar jalan existing 8-11 meter, menelan anggaran Rp 19.574.458.000,- diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan 2017,- dikerjakan selama 150 hari kalender. Peningkatan jalan Hotmix jalan Pulau Kalimantan menelan anggaran Rp 2.820.620.000,-

Selanjutnya pembuatan kanopi di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) dengan dana Rp 1.469.000.000,- (APBD) di kerjakan selama 120 hari kalender. Program penataan kawasan TKB pusat Kota Manado meliputi pembangunan trotoar dan saluran drainase sebesar Rp 4.942.000.000,- (APBD), dan Proyek perbaikan beberapa ruas jalan di Kota Manado sepanjang 1.125 meter dan lebar yang akan dikerjakan 5 meter, dengan total anggaran sebesar Rp 4.626.340.000,- (APBD/DAU). (mlz)

Assa : Seluruh Bagian Pasar Kita Revitalisasi

manadomanadoterkini.com, MANADO – Revitalisasi atau bangun kembali pasar pinasungkulan karombasan mengunakan dana APBD Kota Manado tahun 2017. Tak ayal, pengembangan pasar tradisional tersebut dianggarkan sebesar Rp 14.730.781.000. Demikian laporan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado, Peter KB Assa ST MSc PhD dihadapan Walikota DR GS Vicky Lumentut SH MSI DEA.

“Sumber dana pembangunan Pasar Pinasungkulan ini berasal dari APBD murni Kota Manado tahun anggaran 2017. Pembangunan ini memang sudah lama direncanakan, namun baru terealisasi sekarang. Kita tidak lagi membangun secara bertahap, tetapi sekaligus seluruh bagian pasar ini kita revitalisasi atau bangun kembali,” ujar Assa.

Lanjut dikatakan, beberapa pekerjaan yang dilakukan dalam pembangunan pasar ini yakni normalisasi aliran sungai, pematangan lahan dan pagar keliling pasar, saluran, jalan pedestrian utama, lantai kawasan pasar, pelebaran jalan sepanjang 10 meter, pembangunan los baru seluas 37×35 meter persegi, pembangunan bak sampah sementara, renovasi pasar tua dan pembuatan sign in Cerdas.

“Proses perencanaan kegiatan pembangunan dan revitalisasi Pasar Pinasungkulan, mulai dari pembuatan talud, pembuatan jalan selebar 10 m dari sungai, hanggar, renovasi bangunan dua tingkat bekas kebakaran lalu, pembuatan meja untuk penjual serta kios kios dan lainnya,” kata mantan Kepala Bappeda Manado tersebut.

Lanjutnya, pembangunan dan revitalisasi Pasar Pinasungkulan segera dikerjakan. Bahkan segala aspek terkait pekerjaan ini telah dibereskan dan sudah tak ada masalah lagi. “Terima kasih untuk Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado Fery Keintjem SE Ak yang telah membuat pengaturan lokasi berjualan di pasar sehingga mempermudah pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan revitalisasi pasar,” jelas Kadis PUPR.(Pra/aldi)

Bart Assa: Pembangunan Rsud Dan Gedung PMI serta Renovasi Pacuan Kuda di Mapanget Sudah Sesuai Aturan

bart
Kadis PUPR Bart Assa ST MSc PhD

manadoterkini.com, MANADO – Rencana Pemerintah Kota Manado (Pemkot) akan membangun Rumah Sakit Umum(RSU) Daerah dan Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Manado, serta renovasi pacuan Kuda di Mapanget sudah sesuai  aturan yang ada.Sebab rencana pembangunan  itu sudah melalui  mekanisme pembahasan mulai dari KUA/PPAS kemudian RKA, sampai kepada penetapan Ranperda menjadi Perda APBD tahun 2017. Hal tersebut di katakan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado Peter K.B.Assa PH.D. di ruang kerjanya.

“Mengenai mekanisme pembahasan mulai dari KUA/PPAS kemudian RKA, sampai kepada penetapan Ranperda menjadi Perda APBD tahun 2017, yang kemudian dikonsultasikan kepihak Pemprov, tidak bermasalah. Itu sebabnya saat ini pihak Dinas PUPR  sedang dalam posisi melakukan pelelangan atas sejumlah proyek,” jelas Assa.

Di tambahkan,Pembangunan RSUD dan Geduang PMI Kota Manado  itu, akan sangat membantu bagi percepatan pelayanan masyarakat Kota Manado, dan hal ini merupakan langkah maju bagi pemerintah Kota Manado.

Sebelumnya  Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Manado Roy Maramis SH, menyambut baik rencana pemerintah kota Manado dalam membangun RSUD dan gedung PMI serta renovasi pacuan Kuda di Mapanget.

“Saya kira ini adalah langkah maju pemerintah kota Manado, karena warga kota Manado membutuhkan tambahan rumah sakit dan fasilitas lainnya,” kata Maramis,bertempat di ruang komisi A DPRD Manado.(mlz)

Assa : Bappeda Manado Fungsinya Membuat Perencanaan

manadoMTerkini.com, MANADO – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Peter KB Assa ST MSc PhD, menjawab kritikan yang ditujukan kepada dirinya terkait proyeksi dan rencana pembangunan jalan layang di Manado. “Bappeda Manado sesuai fungsinya adalah membuat perencanaan Manado. Tanpa perencanaan, tahapan selanjutnya di pengusulan tidak dapat dilakukan. Persetujuan pemerintah pusat untuk pembiayaan infrastruktur daerah, terutama terkait bidang ke-PU-an baik dengan DAK (Dana Alokasi Khusus) ataupun TP (Tugas Pembantuan) dari APBN harus didukung dengan dokumen perencanaan, apakah Master Plan atau DED (Detail Engineering Design). Tanpa dokumen perencanaan, pasti usulan akan ditolak,” ujar Assa, Minggu (10/01/2016) siang.

Dijelaskannya, di Bappeda Manado baik sistem transportasi ASPOL (Angkot, Shutter, Parkir, Tol) maupun jalan tol dalam kota/layang, keduanya baru dalam tahapan master plan. Di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sulut, untuk jalan tol/layang bahkan sudah dilakukan Feasibility Study/FS. “ASPOL telah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan, namun info terakhir beberapa kalangan masih keberatan. Jadi penerapan tahap pertama yaitu pembatasan angkot masuk Boulevard dan Jalan Samrat seiring dengan diberlakukannya free shuttle bus akhirnya belum dapat dilaksanakan (ditunda),” terang Assa.

Bagaimana dengan jalan layang? “Mengenai jalan laying itu, muncul pemberitaan tersebut karena saya ditanyakan wartawan saat mau keluar ruangan, dan saya sampaikan hal ini sementara diupayakan pemerintah daerah untuk mengusulkan ke pusat. Jadi intinya masih dalam tahapan pembuatan usulan/proposal. Karena tidak ada jalan lain untuk memecahkan persoalan kemacetan secara siknifikan tanpa ada penambahan jalan, utamanya jalan layang. Sinergitas, kemampuan lobby dan dukungan masyarakat tentu menjadi penentu utama jalan layang ini bisa terwujud,” ungkap Assa.

Sedangkan Revitalisasi DAS Tondano, lanjut dia, sudah pada tahapan pembayaran pembebasan lahan oleh Pemkot Manado. “Dan sesuai info yang saya terima bahwa mulai 2016 ini pembangunannya sudah akan dimulai oleh BWSS1. Seorang Kepala Bappeda tentu kemampuannya hanya sampai di berinovasi dan mengusulkan, me-manage perencanaan sesuai program dan permintaan user,” tutup Assa.(*/tim)

Pelajari Kesuksesan PBL-MAPALUS, Bappeda Kota Bandung Kunjungi Bappeda Kota Manado

bandungMANADO, (manadoterkini.com) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Manado pada Kamis (8/9/2015) menerima rombongan Bappeda Kota Bandung yang datang untuk mengadakan kunjungan kerja, studi komparasi keberhasilan Program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL-MAPALUS), yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan Kota Bandung, Drs, Budi Rukmana, M.AP.

Rombongan ini diterima secara langsung oleh Kepala Bappeda Manado, Peter K. B Assa, Ph.D di Ruang Rapat Bappeda Kota Manado bersama – sama dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kelurahan (BPMPK), Drs. Speiner Tahulending.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut, Ketua Tim Rombongan Bappeda Kota Bandung mengungkapkan bahwa tujuan kunjungan kerja mereka ke Kota Manado yaitu untuk mengetahui dan mempelajari Program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL-MAPALUS) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado.

Drs, Budi Rukmana, M.AP mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung memiliki program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) Kota Bandung yang mirip dengan program PBL-Mapalus dari Pemkot Manado. Dan mereka berniat untuk belajar dari kesukseskan program PBL-Mapalus.

Menanggapi maksud dan tujuan dari kunjungan ini, Kepala Bappeda Manado, Peter K. B Assa, Ph.D menyampaikan bahwa program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL-MAPALUS) adalah salah satu program dari 8 program Bapak Walikota Manado. Dan program PBL-MAPALUS merupakan program unggulan, yang ruang lingkupnya yaitu pemberdayaan masyarakat perencanaan partisipasi dari masyarakat (bottom-up) baik kegiatan pembangunan infrastruktur dan sosial di tingkat lingkungan.

Kepala Bappeda juga menyampaikan tujuan program PBL-MAPALUS yaitu untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota Manado dengan sasaran 504 lingkungan termasuk menjangkau pembangunan di seluruh pelosong lorong dan jalan yang sempit di wilayah lingkungan kota Manado.

“Program ini telah berjalan dan dilaksanakan dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014 dan tahun 2015 ini dan mengalami revisi aturan dengan Peraturan Walikota tentang PBL-Mapalus sampai ke Perwako No. 12 Tahun 2015 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan program ini,”katanya.

Kepala Bappeda juga menyampaikan tantangan dan masalah yang dihadapi terkait program PBL-MAPALUS ini yaitu antara lain masalah mencari format PBL-MAPALUS yang tepat, bagaimana mempermudah para Kelompok Masyarakat Mapalus (KMM), Tenaga Pendamping/ Fasiltator Kelurahan dan masyarakat dalam melaksanakan program ini.

Dalam diskusi tersebut rombongan Bappeda Kota Bandung mengungkapkan permasalahan terkait program sejenis di Kota mereka seperti hal alokasi pos anggaran pengadaan sepeda motor sampah ke belanja modal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Kota Manado menyampaikan bahwa, salah satu faktor kunci kesuksesan program PBL-MAPALUS di Kota Manado adalah semua masyarakat dan pemerintah ikut terlibat dan selalu mensosialisasikan program PBL-MAPALUS.

Pertemuan ini diakhiri dengan penyerahan cendramata, buku RPJMD, Buku Sosialisasi Program PIPPK, Buku Pedoman PBL-MAPALUS dan foto bersama antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan ini hadir juga Kepala Bidang Kelembagaan Agustian Lisa, Kepala Bidang Anggaran Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Milik Daerah (BPK-BMD) Ir. Vanda Tulenan, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Rainier Pangemanan, ST, Kepala Bidang Sosial Budaya Dra. Stany Lonteng, MM, dan Kepala Bidang Litbang Bappeda Edwin Zougira, SPi beserta staf di lingkungan Bappeda Kota Manado.(ald)

Bappeda Manado Terima Kunjungan Tim Pendampingan Bencana Bank Dunia dan Kementerian PUPERA RI

bappedaMANADO, (manadoterkini.com) – Kepala Bappeda Peter Assa, PhD menerima kunjungan dari Tim Bank Dunia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) RI yang dipimpin oleh Bpk. Sri dan Eki Arista Riski, ST, Kamis (13/8/2015), bertempat di Ruang Rapat Bappeda Kota Manado. Kunjungan tersebut untuk melakukan pertemuan konsultasi lanjutan identifikasi kebutuhan dukungan IDF dalam rangka identifikasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan dan Pemukiman pasca banjir bandang Manado 2014.

Dalam pertemuan tersebut Kaban Assa menyambut baik akan kunjungan dan pertemuan ini, dan beliau berharap dengan pertemuan ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi bagi warga Manado yang terkena bencana bandang beberapa waktu yang lalu.

Kaban Assa juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Manado masih menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat yang dijanjikan beberapa waktu lalu untuk dapat disalurkan kepada para korban banjir. Dijelaskan bahwa pasca peristiwa banjir bandang pada tahun 2014 lalu Pemerintah Pusat pada waktu itu menjanjikan akan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar 40 Juta rupiah untuk rumah yang rusak berat. Tapi hingga saat ini janji tersebut belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.

Terkait bantuan dana untuk para korban, Kaban Assa menjelaskan sampai saat ini Pemerintah Kota Manado telah menyalurkan hampir sekitar Rp. 50 Milyar kepada para korban banjir, dengan rincian sekitar Rp. 36 Milyar ditata pada APBD Kota Manado tahun 2014 dan 18 Milyar ditata pada APBD Kota Manado tahun 2015.

Sementara itu Bpk. Sri dari Bank Dunia mengatakan bahwa saat ini pihak Bank Dunia masih mengunggu kepastian komitmen dari pemerintah Kota, Provinsi, dan Pusat sebelum mengucurkan dana bantuan yang bersumber dari pendanaan New Zealand.

Bpk. Sri juga menyampaikan bahwa New Zealand akan membantu Pemerintah Kota Manado melalui Kementerian PUPERA RI untuk melaksanakan dan mengembangkan penanganan bencana dengan Rekompak. Beliau juga mengatakan relokasi seharusnya atas kemauan masyarakat dan tidak dipaksakan sehingga masyarakat dapat mengerahkan juga usaha mereka sendiri.

Dalam pertemuan ini dihasilkan beberapa kesepakatan antara lain yaitu masalah relokasi warga akan dilakukan dengan cara dialog atau diskusi agar kesadaran masyarakat terkait pentingnya relokasi ini semakin baik, masalah pembebasan lahan dan rekomendasi lahan harus lebih diseriusi lagi oleh Pemkot Manado, dalam penyajian data harus menggunakan data terkini, dan terkait bangunan Kementerian PUPERA RI akan membantu Pemkot Manado untuk merancangan penggunaan rancangan bangunan vertikal dan horizontal.(ald)

Bappeda Manado Mengelar Seminar Penyusunan Sejarah Manado

Bappeda manadoMANADO, (manadoterkini.com) – Bappeda Manado mengelar Seminar Penyusunan Buku Sejarah Kota Manado dan Kajian Kepahlawanan Dotu Mandagi dan Arie Frederik Lasut, bertempat di Ruang Serba Guna Kantor Walikota,  Kamis (13/8/2015). Kegiatan ini dibuka dengan doa, kemudian diikuti laporan dan pengantar oleh Kepala Bappeda, Peter Assa, PhD dan sambutan oleh Asisten II Setda Kota Manado, Drs. Rum Dj. Usulu.

Dalam kegiatan ini sejarah Kota Manado mulai diuraikan oleh para narasumber dan peserta Seminar, dikatakan bahwa Manado mulai dikenal melalui peta yang dibuat pada tahun 1541, namun baru pada tahun 1633 peta Manado dipatenkan dipeta, dan mulai saat itu juga orang Spanyol dan Portugis menggunakan nama Manado.

Disampaikan juga bahwa sejarah Kota Manado nantinya akan direkonstruksi berdasarkan nama kota, wilayah, pemerintahan, dan juga berdasarkan sumber primer dan sekunder yaitu berupa dokumen dan data – data lainnya.

Sementara itu Wempie Fredrik menyampaikan bahwa Warga Manado ingin sekali ada satu visi tentang sejarah Kota Manado. Beliau juga mengatakan untuk menyusun satu buku sejarah kita membutuhkan pakar sejarah, akademisi dan juga sejarahwan yang berasal dari luar negeri dalam hal ini Belanda. Mantan Walikota Manado ini juga menyampaikan bahwa sejarah Kota Manado yang dihasilkan haruslah dapat diterima oleh semua pihak baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Peserta seminar dan Kajian ini menyambut baik akan kegiatan ini dan mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan di kampus-kampus agar kawula muda Manado dapat mengenal dan menghargai sejarah Kota Manado dan pahlawan yang berasal dari Kota Manado.(ald)

Kaban Assa : 2016, Data Perencanaan Kota Manado Akan Memiliki Tingkat Akurasi Tinggi

bappeda MANADO, (manadoterkini.com) – Kepala Bappeda Manado, Peter K. B Assa, Ph.D mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan dan pengalamannya, data-data yang digunakan dalam perencanaan pembangunan di beberapa daerah masih menggunakan data-data yang tidak akurat sehingga tingkat kebenarannya sangat kecil. Hal ini mengakibatkan perencanaan yang dilakukan oleh daerah terkadang tidak tepat sasaran.

“Pada 2016 nanti, kami akan duduk bersama-sama dengan pihak akademisi, BPS, SKPD-SKPD Kota Manado untuk menyusun, meluruskan, dan mendapatkan data yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga dapat membuat perencanaan yang baik dengan prediksi yang tingkat kesalahannya kecil.” ujar Kaban Assa pada Focus Group Discussion (FGD) Indikator dan Pemetaan Daerah Rawan Pangan di Kota Manado yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2015) di Ruang Rapat Bappeda Kota Manado.

Selain itu, Kaban Assa juga menyampaikan dengan adanya kajian ini ia berharap akan dihasilkan suatu Peta yang akan memetakan daerah-daerah yang rawan pangan berdasarkan indikator-indikator yang diteliti oleh tim yang telah dibentuk oleh LPPM Fakultas Ekonomi UNSRAT.

Kaban Assa juga mengharapkan agar dalam kajian ini haruslah menampilkan data yang mudah dipahami, mudah dibaca, dan mudah dimengerti.

“Harap data yang diperoleh dari SKPD tertentu untuk dapat diperhatikan dan diperhitungkan kembali menggunakan standar yang berlaku, karena terdapat data-data SKPD yang salah karena terjadi kesalahan perhitungan” ujar Kaban Assa.(ald)