Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Minahasa Selatan

Musim Kemarau, Banyak Sumur Warga Minsel Mulai Kekeringan

×

Musim Kemarau, Banyak Sumur Warga Minsel Mulai Kekeringan

Sebarkan artikel ini

AMURANG, (manadoterkini.com)-Warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terancam krisis air bersih. Pasalnya, banyak didapati sumur milik warga mulai kering akibat kemarau panjang di sejumlah wilayah.

Misalnya sumur milik warga di Kecamatan Tumpaan dan Amurang Raya mulai kering, bahkan ada yang ditutup karena sudah tidak didapati air. Kondisi tersebut mengharuskan masyarakat mengambil alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan air.

Seperti yang dikeluhkan Frida Mondoringin warga Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang dirinya mengaku sumur miliknya mulai kekeringan akibat kemarau sejak tiga bulan terakhir dan itu sudah mulai menyulitkan mereka mencari air bersih. Sumur yang dijadikan sumber air tidak bisa digunakan karena sudah terlanjur kering.

“Kami biasa mengambil air di dalam sumur. Ini memang menyulitkan, karena hampir semua sumur milik warga di sini tak berair lagi, tambah lagu Pam beberapa hari terakhir ini tidak jalan,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan warga di Kelurahan Ranoyapo Juliana Ubis, ibu rumah tangga. Dia mengatakan, pompa air yang digunakan tidak bekerja karena volume air sumur terus berkurang.

“Lihat saja saat ini sumurnya sudah kering. Kami warga terpaksa mengambil air di rumah warga lainnya yang sumurnya masih berair,” katanya.

Kondisi krisis air pun terjadi di Kecamatan Tumpaan. Wenda Kalo, warga Tumpaan Dua mengungkapkan, keberadaan sumur sebagai sumber air tidak difungsikan akibat kekurangan air. Mereka pun kuatir karena jika hujan belum turun dalam waktu dekat, pasti kondisi kekeringan akan lebih parah.

“Ini kiranya bisa menjadi perhatian pemerintah. Apalagi saat ini, air dari PDAM Minsel tidak berjalan maksimal,” keluhnya.

Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Minsel Jootje Tuerah menuturkan, pemerintah kabupaten saat ini sedang mengerjakan sejumlah program yang berbasis air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga. Hal itu kata dia sebagai upaya untuk membantu warga, terlebih khusus di wilayah yang sulit mendapatkan air.

“Kekurangan air saat ini memang menyeluruh di beberapa wilayah akibat kemarau panjang. Mudah-mudahan, program pembangunan sarana air bersih yang sementara dikerjakan bisa membantu warga di musim kemarau ini,” ungkapnya.(dav)