Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Minahasa Selatan

Dinsosnakertrans Minsel Buka Shelter PPA-PKH

×

Dinsosnakertrans Minsel Buka Shelter PPA-PKH

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, AMURANG – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) lewat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) terus berupaya mendukung program pemerintah pusat dalam mensejahterakan masyarakat. Salah satu yang tengah dilaksanakan adalah Pengurangan Pekerja Anak – Program Keluarga Harapan (PPA-PKH).

Program ini bertujuan agar anak yang putus sekolah bisa belajar lagi. Umumnya yang ikut kegiatan ini anak usia 10 sampai 17 tahun. Kegiatan yang dilaksanakan selama 21 hari ini diikuti 82 anak dan dibagi dalam dua shelter Pondang dan Tumpaan. Masing-masing shelter menampung 42 anak.

“Banyak anak dalam usia sekolah jadi pekerja makanya lewat program ini dapat mengembalikan mereka ke dunia pendidikan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan umumnya mereka yang ikut dalam kegiatan ini dari latar belakang keluarga yang kurang mampu dan jarang mendapat perhatian dari orang tua.

“Jadi anak-anak dibawah 17 tahun tidak bisa dipaksakan bekerja. Kita ingatkan orang tua tidak boleh memaksakan mereka bekerja Seharusnya mereka menikmati pendidikan bukan jadi pekerja, justru untuk itu lewat program ini kita mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan. Yang baru putus sekolah di sekolahkan kembali dan yang sudah lama berhenti bisa mengikuti paket,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, tim teknis PPA-PKH 2016 Kabupaten Minsel, Jerry Masinambow mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya dari Kementerian Tenaga Kerja dengan fokus utama pengurangan pekerja anak dan menghindari pada bentuk pekerjaan terburuk.

“Masalah pekerja anak sangat kompleks karena terkait masalah kemiskinan, sehingga penangganannya harus dibarengi dengan kesempatan pendidikan bagi pekerja anak yang putus sekolah,” kata Masinambow.

Dia menambahkan, inti program ini adalah memberikan pendampingan pada pekerja anak yang telah ditarik dari pekerjaan agar mempunyai motivasi kembali memasuki dunia pendidikan.

“Fungsi selter menarik mereka dari jalanan dengan tujuan adalah mengali dan mengembangkan mereka dengan memberikan pendidikan. Kedepan tentunya anak-anak ini dapat melanjutkan pendidikan dan bisa meraih sukses,” tandasnya.(dav)