Senin, 1 Juni 2020

Diterjang Banjir, Dua Bendungan di Desa Raraatean Ambruk Diterjang Banjir

Puluhan Hektar Sawah Tak Bisa Ditanami Padi

minsel
manadoterkini.com, TOMPASOBARU-Predikat Kecamatan Tompasobaru sebagai sentra produksi beras di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sepertinya bakal berakhir.

Ambruknya dua bendungan yang menjadi nadi mayoritas petani di Desa Raraatean yang terjadi beberapa waktu lalu, semakin menambah daftar panjang tantangan program Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SEbdan Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar SH untuk mewujudkan program swasembada beras di Kabupaten Minsel.

Sementara Desa Raraatean masuk merupakan salah satu desa yang masuk dalam program cetak sawah baru 100 hektar Pemkab Minsel.

“Dua bendungan yang menjadi urat nadi perekonomian petani di Desa Raraatean ambruk diterjang banjir beberapa waktu yang lalu. Untuk itu kami mohon perhatian dari pemerintah dalam hal ini dinas terkait,” ungkap Hansye Lanangona warga Desa Raraatean.

Sebagai salah satu desa yang masuk dalam program cetak sawah baru 100 hektar Pemkab Minsel, rusaknya dua bendungan yang ada di Desa Raraatean ini dipastikan akan berdampak besar terhadap keberhasilan program ini.

Senada, petani Desa Raraatean Selvinus Wowor mengungkapkan, rusaknya Bendungan Moyondok sangat berdampak ekonomi bagi petani yang ada di Desa Raraatean.

“Rusaknya bendungan berakibat sawah yang akan ditanami padi tidak bisa berproduksi lagi. Tidak hanya sawah milik kami tapi juga lahan sawah milik petani lainnya. Sebagai petani tentunya kami sangat berharap pemerintah segera membangun kembali bendungan yang rusak tersebut,” ujarnya sembari menambahkan saat ini sudah akan masuk musim tanam bagi para petani.

Terkait dengan rusaknya bendungan di Desa Raraatean Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minsel Ir Frans Tilaar mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami akan berkoordinasi dan menyampaikan hal ini kepada Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Sebagai salah satu desa yang masuk dalam program cetak sawah baru di Kabupaten Minsel, tentunya keberadaan bendungan tersebut sangat berperan penting disamping menjadi nadi bagi petani sawah di Desa Raraatean,” terang Tilaar.

Terpisah Ketua Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kabupaten Minsel Claudio Lumowa, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti dan menyampaikan aspirasi petani Desa Raraatean kepada legislator PDIP di DPRD Minsel.

“Terkait dengan bencana alam yang merusak dua bendungan di Desa Raraatean kami akan memperjuangkan aspirasi petani untuk pembangunan kembali bendungan tersebut kepada wakil rakyat dapil Satu yang ada di DPRD Minsel,” kata Lumowa.

Sebelumnya, puluhan petani di Desa Karowa Kecamatan Tompasobaru juga tidak bisa mengolah lahan sawah yang ada sejak bulan Januari 2017, akibat tidak adanya suplai air di areal persawahan karena bendungan yang ada sejak Desember tahun 2016 rusak diterjang banjir. Akibatnya lebih dari 100 hektar lahan sawah yang ada tidak berproduksi hingga saat ini.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*