Rabu, 27 Mei 2020

Terima Hasil Reses DPRD Minut, Bupati VAP: Akan Kami Kaji Berdasarkan Skala Prioritas

manadoterkini.com, AIRMADIDI-Menanggapi hasil reses DPRD Minahasa Utara (Minut) yang disampaikan melalui paripurna buka tutup masa sidang, Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) menerima penyampaian hasil sebagaimana kebutuhan masyarakat.

minut“Tentunya, aspirasi yang diserap di masyarakat saat masa reses, kami terima dan kami akan kaji kembali berdasarkan skala prioritas untuk direalisasikan,” ujar Bupati VAP, dalam sambutannya pada paripurna yang digelar, Selasa (16/5/2017), yang dimulai pukul 20.00 Wita dan berakhir pukul 22.30 Wita.

Lebih lanjut, Bupati VAP menyatakan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Minut, yang telah menyerap aspirasi masyarakat, demi kemajuan daerah Kabupaten Minut.

Sebelumnya, Pimpinan DPRD Minut Ketua Berty Kapojos SSos, didampingi Wakil Ketua I Shintya Rumumpe dan Wakil Ketua II Drs Denny Wowiling MSi, berharap setiap hasil reses yang disampaikan bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah demi pembangunan Minahasa Utara yang lebih baik.

Sementara itu, dalam penyampaian hasil reses, mewakili empat Daerah Pemilihan (Dapil) di Minut masing-masing, Anggota DPRD Minut Denny Sompie SE membacakan reses di Dapil I Kecamatan Likupang Timur, Likupang Barat, dan Wori, dimana aspirasi mulai dari pembangunan sarana prasarana sekolah, pengadaan mesin pengering padi, peningkatan tunjangan perangkat desa, pembangunan jalan setapak, pembuatan sumur bor, bantuan bagi warga lanjut usia, penambahan pembangunan jembatan ke Pulau Paniki dan Pulau Komang, pengadaan lapangan olahraga, pembangunan jalan lingkar Desa Talise, pembangunan kantor Desa Bulutui, pembangunan fasilitas MCK di tempat wisata.

minutDapil ini juga konsisten memperjuangkan nasib pendidikan di desa yang sejauh ini hanya mengikuti jam operasi angkutan damri mengingat tidak adanya fasilitas transportasi umum lainnya, penambahan guru SD dan SMP, asuransi bagi nelayan, kejelasan status tanah tempat tinggal, dan lainnya.

Hasil reses Dapil II meliputi Kecamatan Kema dan Kauditan, dibacakan oleh Stefano Pangkerego, mengungkapkan kebutuhan warga di Dapil II, diantaranya pembangunan jalan penghubung ke lokasi wisata, pembangunan jalan ke akses pertanian, pebangunan jembatan Kema II-Tontalete, perbaikan jalan Desa Lilang, penambahan jaringan listrik di Desa Kema II, pengadaan rambu lalu lintas, pengaspalan jalan penghubung antar desa, rehabilitasi pembangunan Puskesdes, sarana air bersih bagi Desa Kema II dan Lilang, bantuan pengusaha kecil seperti tenda dan alat ketring, pembangunan sarana olahraga basket di SMPN 1 Treman, serta bantuan kelompok usaha ketring.

Pembangunan jalan nasional yang melewati beberapa desa membuat penumpukan material di drainase sehingga merusak drainase, pemadaman lampu sering merusak barang elektronik warga, tenaga kesehatan di Watudambo, alokasi dana desa yang belum terealisasi tahun 2016 di Watudambo II.

Lanjut, Stendy Rondonuwu yang membacakan aspirasi masyarakat Dapil III meliputi Kecamatan Airmadidi dan Kalawat, aspirasinya antara lain masyarakat menginginkan penataan ruang jalan protokol di Airmadidi Atas, pengadaan lampu jalan di Kelurahan Airmadidi Atas, Kalawat, Watutumou II dan Watutumou III.

Pengadaan tempat pembungan sampah umum di Desa Watutumou, pengaspalan peningkatan rehabilitasi jalan Desa Kaleosan, Watutumou, Watutumou II, Watutumou III, dan di Perum Telkomas, sarana air bersih MCK di desa dan sekolah, peninjauan kembali proyek IPAL di Watutumou, jaringan pipa air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Airmadidi Atas.

Ada juga laporan bahwa tidak semua warga miskin terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), keabsahan perangkat desa tidak sesuai kesepakatan di Desa Kolongan, pengurusan administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Minut lambat, pengembangan potensi pariwisata yang ada di Desa Watutumou seperti Batu Lotulung yaitu batu bertumbuh yang ukurannya tambah hari tambah besar, serta penyaluran tunjangan aparat desa.

Untuk Dapil IV meliputi Kecamatan Dimembe, Likupang Selatan, dan Talawaan, yang dibacakan Edwin Nelwan, hasil resesnya warga meminta bantuan alat kerja seperti kompresor, alat ketring, bantuan bagi kelompok tani, bantuan bagi tempat ibadah yang sedang membangun di Dimembe, bantuan bagi siswa berprestasi yang kurang mampu, pengadaan bus untuk siswa di Desa Pinilih, Klabat, Matungkas, Talawaan serta Mapanget, bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) diharapkan tepat sasaran, bantuan usaha kecil bagi masyarakat kurang mampu, bantuan rumah harus tepat sasaran, bantuan acara adat di Desa Laikit, Dimembe dan Matungkas, perbaikan drainase, pembangunan jalan desa yang terisolasi, pembangunan jalan produksi pertanian, pembangunan irigasi sawah, penyuluhan tentang bahaya narkoba di Desa Matungkas, sarana air bersih di Matungkas, Laikit dan Pinilih, penyelesaian jalan Desa Paniki, proposal lansia yang belum terealisasi dari Desa Tetei, listrik tegangan tinggi diusul dipindahkan demi menjaga keselamatan warga Desa Laikit, batasan usia untuk perangkat desa, kenaikan gaji aparat desa, pendidikan bagi seluruh perangkat desa, pengoperasian kembali terminal di Desa Tatelu.(Pow)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*