Rabu, 27 Mei 2020

Kapal RoRo Berlabu di Bitung, Olly Optimis Ekspor Sulut ke Filipina Meningkat

manadoterkini.com, SULUT – Kedatangan perdana Kapal Roll On Roll Of (RoRo) MV Super Shuttle Roro 12 rute Davao, Filipina ke Bitung, Sulawesi Utara, Indonesia di Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa (02/05/2017) pagi, disambut gembira Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE.

Kapal, RoRo, Olly DondokamheyMenurut gubernur, terwujudnya jalur pelayaran resmi rute pelayaran kapal yang dioperasikan Asian Marine Transport Corporation (AMTC) yang kapasitas mencapai sebesar 500 TEuS tersebut menjadi momentum untuk membuka peluang peningkatan perdagangan barang dan jasa antar kedua wilayah. Bahkan melampaui total nilai ekspor nonmigas Sulut ke Filipina hingga Oktober 2016 yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 20,78 juta USD.

“Kami optimis bahwa nilai ekspor Sulawesi Utara ke Filipina akan kembali meningkat kedepannya,” kata Olly dengan nada optimis.

Kapal RoRo, Olly Dondokambey Oleh karena itu, gubernur mengajak pengusaha dan masyarakat untuk memanfaatkan kapal RoRo. Disamping itu, gubernur mengajak pengusaha dan masyarakat untuk memanfaatkan peluang, memperluas jangkauan usaha yang sudah dibangun melalui jalinan kerjasama perdagangan di kedua wilayah.

“Pemerintah akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi kegiatan usaha masyarakat dengan tetap mengacu pada aturan-aturan yang ada,” imbuhnya.

Dijelaskan gubernur, pelayaran kapal RoRo tersebut adalah bukti perhatian Presiden Joko Widodo terhadap pemerataan pembangunan hingga di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.Kapal, RoRo, Olly Dondokamhey

“Masyarakat, lebih khusus yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan nyaman dengan waktu tempuh yang lebih singkat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Laut, Ir A Tonny Budiono MM mengatakan perwujudan konektivitas laut Indonesia-Filipina juga sejalan dengan visi Pemerintah Indonesia yaitu mengembalikan kejayaan maritim Indonesia yang dapat dicapai dengan melakukan pembangunan sektor maritim termasuk dengan melakukan kerjasama dengan seluruh stakeholder maritim yang menghasilkan kemandirian maritim.Kapal, RoRo, Olly Dondokamhey

“Sehingga pada akhirnya menjadi langkah maju untuk mendominasi di dunia maritim dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tutur Tonny.

Diketahui, pelayaran Perdana Kapal Ro-Ro Rute Davao/General Santos Filipina ke Bitung Indonesia ini merupakan perwujudan dari Penandatanganan Deklarasi Bersama tentang Konektivitas Laut Indonesia – Filipina yang dilakukan pada 28 April 2017, dan secara resmi telah diluncurkan pada tanggal 30 April 2017 lalu di Manila Filipina dengan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.Kapal, RoRo, Olly Dondokamhey

Kondisi pelayaran Bitung – Davao tersebut dinilai sangat kompetitif, baik dilihat dari segi jarak maupun waktu tempuh yang lebih singkat sehingga dapat mengurangi biaya transportasi dan logistik.

Rute Bitung-Davao hanya membutuhkan waktu tempuh 1 s.d 2 hari. Hal ini tentunya jauh lebih singkat dibandingkan dengan rute Bitung-Surabaya atau Jakarta-Davao, yang membutuhkan waktu 1 s.d 2 minggu.

Kapal, RoRo, Olly DondokamheyAdapun ASEAN Ro-Ro merupakan proyek dibawah kerangka ASEAN Connectivity yang dibahas secara intensif dalam forum BIMP EAGA, Sea Linkages Working Group, diperkuat dengan MOU on Establishment and Promoting Efficient and Integrated Sea Linkages yang ditandatangani 4 (empat) Menteri Transportasi anggota BIMP EAGA pada tahun 2007 serta penandatanganan Joint Declaration Indonesia dan Filipina.

Dalam prosesi penyambutan kapal tersebut, turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Filipina Filipe A Judan, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Netty Muharni, Kapolda Irjen Bambang Waskito, Sekdaprov Edwin H Silangen SE MS dan sejumlah pejabat terkait lainnya.(advetorial/alfa)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*