Pengelolahan Sejumlah Pasar Baru di Minsel KJ

manadoterkini.com, AMURANG-Hak pengelolaan pasar di KabupatenbMinahasa Selatan (Minsel) dinilai masih kurang jelas alias (KJ). Pasalnya, peraturan bupati (Perbup) yang dikeluarkan mengenai peralihan pengelolaan pasar dari Perusahaan Daerah Cita Waya Esa (PD CWE) ke Dinas Perdagangan Minsel, ternyata belum diperbaharui.

Padahal Sekdakab Minsel Danny Kaawoan SE MSi sudah mengatakan pengelolaan pasar masih dipercayakan kepada PD CWE. Namun sampai saat ini belum adanya proses serah terima hak pengelolaan pasar dari Dinas Perdagangan kembali lagi ke PD CWE.

Hal tersebut sangat berdampak pada pengelolaan pasar baru di Minsel. Salah satunya pasar baru di Desa Mopolo Esa Kecamatan Ranoyapo dan Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran (Sultra). Pasar yang sudah selesai dibangun itu sudah dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas jual beli.

“Memang sudah ada banyak warga yang bertanya kapan pasar itu bisa digunakan, artinya sudah ada aktivitas jual beli. Masyarakat sudah mulai kritis, kata mereka untuk apa diusulkan pasar rakyat tapi setelah selesai dibangun cukup lama, tidak digunakan,” ujar Camat Ranoyapo Joiske Wakas kepada sejumlah wartawan.

Hal senada disampaikan Yangs Tuelq warga Desa Pinapalqagkow. Dia berharap, dalam waktu dekat pihak yang dipercayakan mengolah pasar bisa segera bertindak.

“Artinya bangunan pasar yang sudah selesai dibangun itu bisa segera difungsikan sesuai prosedur yang ada,” tukanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Dirut PD CWE Jootje Tuerah membenarkan, pihaknya belum secara resmi memegang kendali pengelolaan pasar.

“Karena kami baru mendapatkan surat resmi dari pak Sekdakab Minsel untuk kembali mengolah pasar di Minsel. Tapi memang kami harus ikut prosedurnya, jadi dalam waktu dekat kita akan lakukan serah terima dari dinas perdagangan untuk pasar kembali diolah PD CWE. Kemungkinan besar bulan depan sudah kita pegang seutuhnya,” ujarnya.

Terkait pasar baru di Desa Mopolo Esa dan Desa Pinapalangkow, Dia berjanji akan mulai difungsikan dalam waktu dekat.

“Kira-kira bulan depan akan segera kami tata. Kita akan mengajak masyarakat di sana untuk berdagang,” tukasnya, sembari mengatakan pasar di dua desa tersebut akan dioperasikan seminggu sekali, menyesuaikan dengan pasar lain yang berdekatan.
Warga setempat pun menyayangkan gedung tersebut lama tak terpakai. “Sudah mau mirip pasar hantu. Ya karena sejak dibangun tidak jelas fungsinya. Belum diizinkan berjualan,” canda sejumlah warga saat ditemui di dua desa ini.(dav)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan