Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

Sebulan Terombang Ambing di Laut Tanpa Makanan, 2 Warga Sulut Ditemukan Selamat

×

Sebulan Terombang Ambing di Laut Tanpa Makanan, 2 Warga Sulut Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini

manadomanadoterkini.com, SULUT – Altin Alawangi (38) dan Marfrenly Sampul (16), warga Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara yang sempat terombang-ambing selama 1 Bulan 10 Hari di laut hingga terdampar dan ditemukan oleh nelayan setempat di Provinsi Britania Baru Papua Nugini akhirnya selamat dan tiba di Manado Senin (19/8/2019).

Kedatangan kedua warga Sulut di Ruang VIP Bandara Sam Ratulangi Manado diterima secara resmi Pemprov Sulut melalui Kaban Kesbangpol Sulut Meiki Onibala dan Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong dari Fungsional Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri yang juga Dubes RI untuk Serbia dan Montenegro Harry Kandou.

Seperti diketahui, terombang-ambingnya akibat kapal boat yang ditumpangi kehabisan bahan bakar hingga keduanya ditemukan nelayan lalu mendorong kapal boat tersebut ke Pulau Rabaul, Papua Nugini tanggal 6 Agustus 2019.

Diketahui, kapal boat bermuatan enam orang. Selain Alawangi dan Sampul, 2 orang lainnya meninggal di atas kapal dan sudah dimakamkan di laut. Sementara 2 penumpang warga negara Filipina telah kembali ke negaranya.

Sambil menunggu proses kepulangan ke Sulut, Alawangi dan Sampul sempat tinggal di penampungan KBRI Papua Nugini di Port Moresby setelah diterbangkan dari Pulau Rabaul pada tanggal 15 Agustus.

Selanjutnya Alawangi dan Sampul diterbangkan ke Vanimo pada tanggal 18 Agustus. Dari Vanimo, keduanya dibawa oleh KRI Vanimo ke Jayapura tanggal 19 Agustus sebelum diterbangkan ke Sulut.

Menariknya, informasi ditemukannya Alawangi dan Sampul itu dilaporkan seorang jurnalis asal Sulut melalui Dubes RI untuk Serbia dan Montenegro Harry Kandouw mengenai adanya Kapal Boat berpenumpang 6 orang yang hilang sejak berangkat tanggal 28 Juni dari Pulau Marore, Sangihe menuju Talaud.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan KBRI Papua Nugini setelah mengetahui kedua korban berada di Papua Nugini.

Kemudian Pemprov Sulut melalui Kepala Biro Umum Clay Dondokambey berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memulangkan Alawangi dan Sampul dari KBRI Port Moresby ke Sulut. (*/Rizath)