Canangkan Gerakan Sentuh Tanah, Bupati Tetty Ajak Petani Tanam Jagung

Minselmanadoterkini.com, AMURANG-Bupati Minahasa Selatan (Minsel) melakukan penanaman bibit jagung pada acara pencanangan gerakan menyentuh tanah yang dilaksanakan di desa Desa Teep Trans kecamatan Amurang Barat Selasa (12/11) kemarin.

Hadir dan turut menanam dalam acara tersebut Sekdakab Minsel Denny Kaawoan SE MSi, Kepala Dinas Pertanian Frangky Pasla SE MSi, para asisten, kepala- kepala OPD, Ketua PMI Minsel dr Michaela Elsiana Paruntu MARS, Gapoktan, dan kelompok tani yang ada di Minsel.
Dalam sambutan Bupati mengatakan, program tersebut merupakan gagasan untuk meminimalisir tingginya kontribusi produk pertanian terhadap inflasi dan meningkatkan produksi juga pendapatan petani.
“Karena meningkatnya harga beberapa komoditi berupa jagung. Juga peningkatan inflasi yang mencapai 30 persen. Banyaknya lahan yang belum dimanfaatkan,” kata Tetty sapaan akrab bupati Minsel ini.
Lanjut Dia, gerakan ini dilakukan dengan beberapa alasan khusus untuk memanfaatkan lahan menjadi tempat penghasilan.
“Lahan pekarangan yang potensial, teknis penanaman sederhana, bisa meningkatkan produksi pertanian dan meminimalisir tingginya kebutuhan hasil pertanian terhadap inflasi,” katanya.
Dia juga mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menggerakkan dan mendorong masyarakat khususnya petani untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian dan pekarangan, juga lahan tidur.
“Selain jagung, bisa juga tanam, cabe, ubi, bawang atau yang lain,” katanya.
Ia mengingatkan ubi bisa membuat orang sukses.”Ubi bisa melahirkan bupati, gubernur atau pejabat lainnya,” katanya.
Deddy Kaligis salah satu kelompok tani asal Desa Raanan Baru mengaku senang dengan adanya program ini karena membuat masyarakat mandiri dan tidak bergantung pada beras.
“Kami senang karena bikin kobong jagung, karena lebe bagus deng ada kemajuan,” kata dia.
Ia beserta masyarakat berharap mudah-mudahan dari pemerintah terus memperhatikan petani dalam hal kesejahteraan.
“Kalau boleh kami diberi dana untuk beli cankul, pupuk, trektor, supaya pengerjaannya bisa lebih mudah,” kata dia.
Pemerintah diharapkan terus memerhatikan mereka dalam mengembangkan pertanian.
“Pemerintah lia akang supaya petani tambah semangat,” tuturnya. Sembari menambahkan jika saatnya tiba sudah siap untuk meninggalkan nasi.
“Kalau memang sudah begitu kami siap untuk tidak makan nasi,” tuturnya.(dav)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan