Selasa, 31 Maret 2020

Mengenali Gejala Demensia pada Lansia serta Pencegahannya

Oleh Prisca Eunike M. Umboh

Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Minsel
Pada lansia, demensia sering disamakan dengan pikun. Padahal demensia dan pikun merupakan masalah kesehatan yang berbeda. Demensia adalah sindrom penurunan kognitif dan fungsional, biasanya terjadi dikemudian hari sebagai akibat neurodegeneratif dan proses serebrovaskuler (Killiin,2016).

Demensia merupakan penyakit degeneratif yang sering menyerang pada orang yang berusia diatas 60 tahun.

Sedangkan pikun merupakan perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasa dialami seiring pertambahan usia.

Faktor resiko :
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko demensia, yaitu pertambahan usia, adanya riwayat demensia dalam keluarga, serta gaya hidup yang tidak baik, seperti pola makan tidak sehat, tidak rutin berolahraga, merokok, kecanduan alkohol dan
depresi. Selain itu, ada beberapa penyakit yang juga beresiko menimbulkan demensia, antara lain kolestrol, hipertensi dan diabetes.

Gejala demensia :
- Mudah lupa
- Sulit mempelajari hal baru
- Sulit konsentrasi – Sulit mengingat waktu dan tempat – Suasana hati tidak menentu – Sering kehilangan benda akibat lupa tempat meletakannya
- Sulit menemukan kata yang tepat saat bicara – Tidak peduli terhadap lingkungan sekitar
- Sering mengulang aktivitas yang sama tanpa disadari

Pencegahan demensia :
Setelah mengetahui beberapa faktor resiko serta gejala demensia, anda juga perlu mengetahui pencegahan dari demensia. Ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terjadinya demensia, yaitu :
1. Berhenti merokok
2. Tidur yang cukup
3. Menjaga berat badan ideal
4. Berolahraga secara teratur
5. Rutin mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolestrol.
6. Melatih otak secara berkala, seperti rajin membaca atau bermain teka-teki silang
7. Segera melakukan konsultasi ke dokter jika mengalami stress, depresi atau gangguan kecemasan.
8. Menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola makan sehat, misalnya dengan mengkonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat. Konsumsi vitamin untuk otak juga diduga baik untuk mencegah demensia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*