KNPI Sulut Salurkan Bantuan Bencana

manadoterkini.com, SULUT – Organisasi kepemudaan KNPI Sulut dibawah komando Rio Dondokambey juga menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban bencana banjir di bagi korban bencana banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Bantuan ini adalah merupakan suatu bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena bencana alam yang ada di Kabupaten Bolmong dan Bolmong Selatan,” ujar Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey.

Rio pun menyerahkan bantuan bahan pokok kepada Kepala BPBD Sulut Joy Oroh sebelum disalurkan tim BPBD ke lokasi bencana. (*/Rizath)

ASN Cantik Ditengah Bencana, Andalkan Ora Et Labora

manadoterkini.com, SULUT – Susan Imelda Mamahit, ST salah seorang ASN di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengakui jabatan merupakan kepercayaan yang harus diemban dimanapun dia berada.

Tak tanggung-tanggung, ditengah bencana alam maupun non alam seperti COVID-19, satuannya menjadi garda terdepan dalam menghadapi kondisi saat ini yang dipenuhi dengan bencana.

Namun dia menegaskan pekerjaan sebagai ASN adalah amanah. Apalagi memegang jabatan di lingkup BPBD yang sering berhadapan dengan kebencanaan.

“Sebagai bentuk pelayananlah,” aku Susan saat berbincang usai kegiatan penyerahan simbolis bantuan kemanusiaan di Bolsel dan Bolmong oleh Sekdaprov Edwin Silangen dan Ketu a KNPI Sulut Rio Dondokambey, Selasa (4/8).

Wanita kelahiran 22 September 1976 ini memiliki kesan tersendiri kala dipercayakan pimpinan sebagai Kasubag Pengelolaan Rumah Dinas pada Biro Infrastruktur dan Pengadaan Barang dan Jasa.

Apalagi baru memegang jabatan pertama di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara.

“Pokoknya ada tantangan tersendiri usai pindah dari Pemkot Tomohon,” aku peraih predikat PNS Teladan tingkat Provinsi tahun 2015 silam.

Kendati masih di beban jabatan eselon IV, namun Susan cukup berpengalaman sebagai Kasubag.

Ia pernah menjadi Kasubag Registrasi, Verifikasi dan Standarisasi pada Bagian LPSE Biro PBJ Setdaprov Sulut.

Kini, jebolan Unsrat Manado ini memegang jabatan Kasubag Perencanaan dan Keuangan apda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut sampai sekarang.

Ia mengakui pada jabatan kali ini yang berurusan dengan bencana punya tantangan tersendiri.

Menurut Susan mengurus namanya uang pasti gampang-gampang susah, namun ada prinsip yang selalu dipegang, yaitu Ora Et Labora, yang artinya berdoa dan bekerja. (*/Rizath)

Kendarai Jetski, Gracia Dampingi GSVL pantau pembagian Bansos lansia di Alung Banua

Manadomanadoterkini.com, MANADO – Peran generasi muda atau kaum milenial sangat penting di tengah pandemi Covid-19, terutama memberikan informasi dan edukasi kepada orang-orang disekitarnya. Pasalnya, generasi muda saat ini sangat paham teknologi dan informasi.

“Kaum milenial itu kan sangat melek informasi, mereka juga kritis. Makanya di masa pandemi ini, kaum milenial harus jadi motor perubahan. Seperti halnya menjadi sarana informasi yang benar terkait covid-19, No Hoax, “ Gracia Lumentut.

Meski belum banyak kaum milenial yang terpanggil dangan aksi-aksi sosial, seperti yang dilakukan Gracia Lementut. Padahal masih muda, ditambah paras cantiknya, tak membuat putri pasangan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Runtuwene (JPAR), berleha-leha.

ManadoTerbukti saat penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk para lanjut usia (lansia) di Kelurahan Alung Banua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Senin (20/07/2020) kemarin, Gracia mendampingi ayahnya dengan mengunakan jetski di lautan lepas. Bersama sang ayah bertolak dari dermaga Youth Center Kawasan Megamas Manado.

Menariknya, kehadiran Gracia ternyata ada misi khusus di kecamatan yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya tersebut.

“Selain memantau pemberian dana lansia di Alung Banua, sekalian juga melakukan pendataan berapa anak muda di Bunaken untuk kegiatan kami berikutnya yang akan kami bikin di sana,” ujar Ketua Sahabat Milenial Kota Manado ini.

Untuk diketahui Sahabat Milenial Manado sudah dan akan terus melaksanakan aksi sosial di Kota Manado, sekaligus mensosialisasikan protap kesehatan memutus mata rantai covid-19. (aldi)

Peran Sahabat Milenial Manado Menjalani New Normal di Masa Pandemi

manado
Aksi sosial Sahabat Milenial JPAR di Kombos Timur

manadoterkini.com, MANADO – Responsif perubahan, serta strategi yang harus disiapkan generasi milenial dalam menjalani new normal di masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19). Hal itu yang menggugah Sahabat Milenial JPAR untuk memberikan edukasi terhadap kondisi generasi milenial Kota Manado di masa pandemi covid-19.

Sahabat Milienial Manado yang diketuai Gracia Lumentut ternyata sudah bergerak membantu warga sejak Minggu (12/7/2020). “Sejak minggu torang so turun jalan membagikan bantuan untuk warga. Termasuk tukang sapu dan gojek,” kata Gracia yang rela tinggalkan sementara kuliahnya di Singapura demi membantu warga terdampak Covid-19 di kampungnya, Manado.

Aksi sosial seperti membagikan makanan siap saji, sembako dan Masker, dilakukan oleh komunitas Sahabat Milenial ini di beberapa wilayah diantaranya warga Sumompo, kombos Timur, Kleak, Perkamil dan Teling.

“Kami turun langsung ke jalan membagikan bantuan kepada masyarakat. Jangan dilihat bentuk bantuannya, tapi ini kami tulus terpanggil untuk ikut memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Manado, termasuk kepada masyarakat yang terdampak pandemi,” ujar Gracia.

Gracia berharap, bantuan yang mereka bagikan tersebut, dapat meringankan beban  di masa pandemi saat ini sekaligus memastikan aksi social Sahabat Milenial akan terus bergerak mengedukasi masyarakat menghadapi perilaku new normal yang dilakukan secara produktif seperti sebelum pandemi menyebar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami masih akan turun ke wilayah lainnya untuk bantu warga yang terdampak selama pandemi ini. Mari bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protocol kesehatan, pakai masker saat beraktivitas, rajin cuci tangan di air mengalir menggunakan sabun antiseptic, hindari kerumunan banyak orang, jaga pola hidup sehat dan berolahraga. Serta berdoa kepada Tuhan meminta agar pandemi covid-19 segera berlalu, sehingga boleh beraktivitas seperti biasanya,” himbau salah satu putri kesayangan pasangan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Paula Runtuwene ini. (*/aldi)

Kamis Besok, Komunitas Geospasial Manado Gelar Wabinar

manadoterkini.com, MANADO – Kamis (18/6/2019) besok, Komunitas Geospasial Manado menggelar webinar. Kegiatan ini akan dilaksanakan Pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA, 11.00 WIT.

Untuk link registrasi terdapat di https://bit.ly/baciritageospasial

Sebagai Narasumber:

  1. Maxi W. Solang, ST., MT

Kasie. Pengawasan & Pengendalian Ruang Dinas PUPR Manado/ Praktisi Geospasial

  1. Rocky S. R. Rende, ST

Kepala UPTD Pengolahan Data dan Informasi Geospasial Bapelitbangda Manado

Kasus COVID-19 Hari Ini Catat Penambahan Tertinggi di Sulut

manadoterkini.com, SULUT – Kasus Coronavirus Disease (COVID-19) di Sulawesi Utara (Sulut) hari ini, Jumat (12/6/2020) mencatat penambahan tertinggi di Sulawesi Utara per-hari, yaitu sebanyak 57 kasus baru dengan total kumulatif sebanyak 636 kasus.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, MPH bersama Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Kebijakan Dr Jemmy Kumendong kepada wartawan melalui video conference.

“Sebenarnya waktu lalu, Sabtu (6/6/2020) kita pernah ketambahan 79 kasus baru namun hal itu terhitung untuk total tiga hari berturut-turut,” jelas Dandel.

Berikut update kasus baru COVID-19 di Sulut.

1. Kasus 580 perempuan 24 tahun asal Manado. Dilakukan pemeriksaan di Minahasa dilakukan screening rapid test oleh Dinkes dan swab positif.

2. Kasus 581 laki-laki 25 asal Bolsel. Screening Dinkes.

3. Kasus 582 laki-laki 70 tahun asal Bitung. Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

4. Kasus 583 perempuan 6 tahun asal Manado. Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dari kasus 69.

5. Kasus 584 perempuan 24 tahun asal Manado. KERT dari kasus 187.

6. Kasus 585 perempuan 25 tahun asal Manado. KERT dari kasus 245

7. Kasus 586 laki-laki 19 tahun asal Manado. PDP.

8. Kasus 587 laki-laki 61 tahun asal Minahasa. KERT dari kasus 442.

9. Kasus 588 perempuan 218 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

10. Kasus 589 perempuan 64 tahun asal Manado. KERT dari kasus 233. Yang bersangkutan telah meninggal dunia pada tanggal 6 Juni 2020.

11. Kasus 590 laki-laki 49 tahun asal Manado.

12. Kasus 591 laki-laki 58 tahun asal Manado. KERT dari kasus 180.

13. Kasus 592 perempuan 52 tahun asal Manado. KERT dari kasus 180.

14. Kasus 593 Perempuan 52 tahun asal Manado. KERT dari kasus 180.

15. Kasus 594 Perempuan, 78 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

16. Kasus 595 Perempuan 10 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

17. Kasus 596 perempuan 24 tahun asal Manado. KERT dari kasus 186.

18. Kasus 597 Perempuan 78 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

19. Kasus 598: Perempuan 20 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

20. Kasus 599 Laki-laki 70 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

21. Kasus 600 Perempuan, 25 tahun asal Manado.

22. Kasus 601 Perempuan, 11 tahun asal Manado. KERT dari kasus 235.

23. Kasus 602 Laki-laki 37 tahun asal Manado. KERT dari kasus 235.

24. Kasus 603 Laki-laki 19 tahun asal Manado. KERT dari kasus 235.

25. Kasus 604 Perempuan, 29 tahun asal Manado. KERT dari Kasus 235.

26. Kasus 605 Laki-laki 18 tahun asal Manado. KERT dari kasus 234.

27. Kasus 606 laki-laki 57 tahun asal Manado. Screening Dinkes.

28. Kasus 607 laki-laki 40 tahun asal Manado. KERT dari kasus 235.

29. Kasus 608 Perempuan 20 tahun asal Manado. KERT dari kasus 199.

30. Kasus 609 laki-laki 62 tahun asal Manado. KERT dari kasus 234.

31. Kasus 610 perempuan 53 tahun asal Manado. KERT dari kasus 234.

32. Kasus 611 laki-laki 28 tahun asal Manado. KERT dari kasus 234.

33. Kasus 612 perempuan 63 tahun tahun asal Manado. KERT dari kasus 234.

34. Kasus 613 perempuan 19 tahun asal Manado.

35. Kasus 614 perempuan 8 tahun tahun asal Manado. KERT dari kasus 235.

36. Kasus 615 perempuan 57 tahun asal Manado.

37. Kasus 616 laki-laki 15 tahun tahun asal Manado. KERT dari kasus 253.

38. Kasus 617 laki-laki 40 tahun asal Manado. Cluster Pasar Pinasungkulan.

39. Kasus 618 laki-laki 22 tahun asal Manado. KERT dari kasus 243.

40. Kasus 619 perempuan 23 tahun asal Manado. KERT dari kasus 229.

41. Kasus 620 perempuan 21 tahun asal Manado. KERT dari kasus 243.

42. Kasus 621 perempuan 49 tahun asal Manado. Cluster Pasar Pinasungkulan.

42. Kasus 622 laki-laki 46 tahun asal Manado. KERT dari kasus 243.

44. Kasus 623 laki-laki 45 tahun asal Manado.

45. Kasus 624 Laki-laki 30 tahun asal Manado.

46. Kasus 625 Laki-laki 41 tahun asal Manado.

47. Kasus 626 Laki-laki 16 tahun asal Manado.

48. Kasus 627 Laki-laki 42 asal Manado.

49. Kasus 628 Perempuan 34 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan (Nakes) di Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada di Manado.

50. Kasus 629 Laki-laki 62 tahun asal Manado. PDP.

51. Kasus 630 Perempuan, 61 tahun Manado. PDP.

52. Kasus 631 Laki-laki 70 tahun asal Manado. PDP.

53. Kasus 632 Perempuan 40 tahun asal Manado. PDP

54. Kasus 633 Laki-laki 58 tahun asal Manado. PDP, yang bersangkutan telah meninggal pada 10 Juni 2020 dengan komorbid (penyakit penyertaannya) pneumonia.

55. Kasus 634 Perempuan 52 tahun asal Minahasa. PDP.

56. Kasus 635 perempuan 49 tahun asal Manado. PDP. Yang bersangkutan telah meninggal dunia pada tanggal 11 Juni 2020.

57. Kasus 636 laki-laki 42 tahun asal Manado. PDP.

58. Kasus 579 laki-laki 12 tahun asal Manado. KERT 261.

Sementara kasus meninggal bertambah 3 yaitu kasus 590, 633 dan 635. Total yang meninggal 56 orang.

Kasus sembuh bertambah 1, yaitu kasus 117. Total yang sembuh 99 orang.

Total pasien aktif positif COVID-19 (yang dirawat) di rumah sakit di Sulut sebanyak 481 kasus. (Rizath).

Cegah Diri, Tidak Lengah dan Patuhi Himbauan Pemerintah

Penulis : Dra. Ivonne R.J .Kawatu

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Bertambahnya ODP yang signifikan, tentu menjadi tanda awas bagi kita semua, untuk lebih mampu mencegah diri, tidak lengah dan patuh pada himbauan Pemerintah Provinsi yang selama ini sudah di gaungkan hingga bergema sampai ke ujung Bumi Nyiur Melambai.

Ketika ada jedah yang angkanya tidak bergerak naik, kita terlena,  menganggap seakan virus corona (COVID-19) sudah tidak mewabah lagi, sehingga kejadian ini banyak di sebut orang dengan kata, pandang enteng.

Padahal kesempatan paling besar yang dapat membekukan virus corona, tergantung pada kedisiplinan kita masing – masing dalam jaga jarak, di rumah saja, cuci tangan dengan sabun, pakai masker ketika keluar rumah itupun jika sangat penting dan jangan berkerumun serta tidak mudik.

Hal yang kecil tapi dampaknya sangat besar,  lihat saja yang terpapar saat ini melonjak tinggi, dan walaupun ada himbauan baru yang di keluarkan oleh  Pemerintah Pusat dalam menjaga perekonomian, tapi didalamnya  diingatkan untuk pemberlakuan harus berhati-hati.

Pemprov Sulut dalam penanganan COVID-19, telah berusaha semaksimal mungkin bukan hanya memberlakukan  aturan, tapi juga menyediakan sarana prasarana, memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani sehingga dalam waktu singkat banyak yang diajak membantu bagi yang terdampak.

Dan ketika Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw mengejawantahkan lewat pembagian sembako justru banyak tanggapan miring yang tidak mengkaji dengan baik sehingga apa yang dilakukan oleh Pemprov Sulut seolah menjadi salah.

Padahal sebagai Pemimpin membagi sembako bukan cuma memenuhi kebutuhan, tapi juga di dalamnya  harus mampu membuat rakyat bahagia  dan merasa terlindungi.

Gubernur Olly Dondokambey sebagai  Pemimpin di Sulawesi Utara, tentu di situasi seperti ini keberadaannya sangatlah diperlukan, bukan hanya tampil berdiri didepan saja mengkomando, memberi arahan himbauan ataupun memerintah

Tapi juga, mampu berdiri di tengah, agar lebih dekat  menyapa dan merangkul rakyatnya, bukan hanya di darat saja, tapi juga di pesisir pantai, maka tepat ketika membagi sembako menggunakan transportasi laut, ini semata  agar terjangkau lebih jauh dan membuat warga yang terdampak  merasa dimiliki dan memiliki.

Bahkan tidak segan berdiri dibelakang untuk mendorong, memberi semangat agar masyarakat tidak kuatir, tidak panik secara berlebihan dan menjaga iman dan imun serta  memberi kesempatan  berdialog.

Sekalipun ada kritikan pedas tapi sebagai pemimpin tetap legowo dan menerima, tapi tidak menerima bagi mereka yang membuat pembusukan tanpa bukti akurat dan mengata-ngatai tanpa etika.

Di musim Corona ini agar tidak  lebih banyak lagi terkapar dan terpapar maka, penting untuk tetap bergandengan tangan, bersatu padu, bahu membahu dan  kembangkan terus rasa solidaritas, tidak saling men yalahkan tapi ketika tidak sepaham, duduklah bersama mencari solusi yang tepat sehingga corona cepat terselesaikan.

Dan mata iman rohani kita dijaga,  walau tinggal  di rumah saja,  kita selalu diarahkan untuk tetap berkomunikasi dengan Sang Pencipta lewat ibadah, doa dan puasa dengan baik dan benar tentu seturut Firman Tuhan.

Jangan hanya mencari Tuhan,  suka mengenal segala jalan Nya, menanyakan tentang hukum-hukum yang benar,  suka mendekap menghadap Allah, tapi ketika melihat, mendengar banyak terpapar, tanpa introspeksi diri, iman kita menjadi goyah bahkan
mempertanyakan, mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga?  Mengapa kami merendahkan diri, dan Engkau tidak mengindahkannya juga?

Tapi di balik itu, apakah kita pernah bertanya pada diri sendiri, sudah benar kah ibadah, doa dan puasa yang kita lakukan selama ini? Penting introspeksi diri.

Karena ketika kita berdoa dan berpuasa dengan sungguh, hati yang tulus suci murni tak bercela,  niscaya Tuhan pasti mendengar, dan meluluh lantakan corona pergi jauh habis tanpa membekas.

Dan yakin Doa orang benar besar kuasaNya. Jangan bimbang dan ragu Tuhan ada beserta kita.

Semangat untuk melakukan protap kesehatan dan himbauan pemerintah.

DNA Sosial IWO Manado tergerak ditengah Pandemik Covid-19

IWO manado
Ketua IWO Manado Agryanto Reppy memberkan bantuan bapok kepada tuna netra di salah satu gang di Manado

MANADO, manadoterkini.com – Wabah virus corona atau covid-19 sangat berdampak terhadap semua lapisan masyarakat dunia, termasuk di Kota Manado. Akal hal itu Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Manado tergerak hati untuk berbagi berkat berupa bahan pokok (Bapok) kepada Tuna Netra dan kaum difabel yang mangkal di gang-gang dan depan pusat perbelanjaan, Rabu (29/04/2020).

“Sudah menjadi tanggung jawab kita saling membantu, apalagi dalam menghadapi siatuasi saat ini. Jangan dilihat dari besar kecilnya maupun banyak atau sedikitnya pemberian, tapi ini murni niat tulus pengurus dan anggota IWO Kota Manado untuk berbagi ditengah pandemic covid-19,” ujar Ketua IWO Kota Manado Agryanto Reppy.

manado
Ketua Agryanto dan Waket Donny Wungow membagikan bapok kepada seorang bapak tuna netra di depan toko swalayan di Manado

Aksi sosial IWO Manado ini tanpa pesan sponsor. Pasalnya, bantuan bahan pokok yang diberikan merupakan patungan uang dari pengurus dan anggota ditambah uang kas organisasi yang masih tersedia.

“Jadi bantuan ini tidak ada pesan sponsor, ini murni dari patungan serta uang kas IWO Kota Manado,” tegas Anto sapaan akrab Pemred manadoline.com.

Manado
Bendahara IWO Manado Rosita Karim memberikan bantuan bapk kepada bapak tuna netra yang mangkal di salah satu gang di Manado

Selain membangikan bapok, IWO Manado juga mengedukasi warga dengan menjalankan protocol kesehatan, yang dianjurkan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Selain membagikan bantuan, Kami IWO Kota Manado juga mengingatkan kepada para tuna netra untuk menjaga pola hidup sehat. Dengan mencuci tangan bersih dengan sabun, memakai masker,” ujar Bendahara IWO Manado Rosita Karim.

manado
Sebelum turun menyalurkan bantuan bahan pokok kepada tuna netra dan kaum difabel pengurus dan anggota IWO Manado foto bersama

Diketahui aksi social IWO Manado akan dilanjutkan, Kamis (30/04/2020) hari ini. “Untuk hari kemarin adalah tahap pertama. Rencananya hari ini IWO Manado akan turun kembali menyalurkan bantuan susai protap jaga jarak dan memakai masker,” Wakil Ketua Donny Wungow.(aldi)

MENUNAIKAN IBADAH PUASA Di SITUASI YANG TIDAK BIASA

Penulis : Dra. Ivonne R.J .Kawatu

SulutUmat Islam pada Jumat, 24 April 2020/1441 Hijriah akan memasuki bulan suci Ramadhan. Namun akibat mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19), maka tidak dapat dilakukan seperti biasa dan menjadi serba tidak biasa.

Karena biasanya dilakukan secara berjamaah, tetapi kali ini hanya di rumah saja. Toh, umat Islam tak redup untuk tetap menunaikan kewajibannya sebagai salah satu rukun agama Islam.

Bagi umat Islam bulan suci Ramadhan adalah bulan yg penuh rahmat, bulan pengampunan dan bulan Berkah. Dan bukan hanya sekedar sebagai ritual keagamaan tapi merupakan media untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’alah (SWT).

Ini menjadi momentum yang tepat dalam peningkatan kualitas iman, memperkuat ketaqwaan, memperbanyak amalan, disamping merupakan perwujudan rasa solidaritas terhadap umat dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman kepada TYMK.

Bulan suci Ramadhan di tengah kekalutan dunia, tentu membuat kaum muslimin dan muslimat mengerti dan ikhthiar bahwa tindakan untuk ber ibadah puasa di rumah saja adalah hal yang tepat untuk saling menjaga agar tidak terjadi kontak, dan tidak terjadi penularan.

Mungkin saja di dalam benak ada pro-kontra yang bergejolak membuat hati tidak menentu, apalagi tidak dapat mudik, untuk bertemu dengan sanak saudara. Tetapi demi kecintaan, tahan dirilah, karena keadaan yang mengharuskan seperti ini.

Demikian juga Pemprov Sulut yang biasanya di bulan suci Ramadhan setiap tahunnya ada agenda Gubernur dan Wakil Gubernur bersilahturahmi, melalui safari Ramadhan di kabupaten/kota dengan umat, yang dirangkaikan berbuka puasa bersama (bukber). Biasanya dalam momen ini, akan ada pemberian bantuan kepada kaum duafa.

Tetapi di tahun 2020 , tidak dapat dilaksanakan, karena situasi yang tidak memungkinkan, apalagi saat ini ada begitu banyak orang yang kehilangan keluarga, kehilangan pekerjaan dan juga kehilangan harta. Sehingga baik pemerintah maupun umat dan masyarakat agar tidak teledor menjalankan aturan dan himbauan pemerintah itu sendiri, untuk stay at home.

Keadaan ini tentu, tidak menjadi hambatan bagi umat muslim, dalam beribadah tapi tetap berpasrah, ber sabar, dan kuat serta tidak melupakan untuk sisipkan dalam Doa agar mujizat diberlakukan bagi kita semua dan Dunia semakin di pulihkan.

Untuk itu sambutlah bulan Ramadhan, dengan mempersiapkan diri lahir bathin, agar ibadah puasa tahun ini walaupun di rumah, tapi dapat dilakukan secara sempurna.

Tentu dengan mengaktualisasikan diri secara nyata perbuatan amal dalam memberi sedekah, memberi bantuan kepada orang yang terdampak, dan juga kepada mereka yang membutuhkan pertolongan. Bukan hanya umat Islam saja tapi juga diajak kepada kita semua masyarakat Bumi Nyiur Melambai untuk melakukan hal yang sama.

Jadikanlah kesempatan emas ini, untuk saling memaafkan, sekaligus menjadikan wahana pembaharuan diri melalui pikiran, tindakan mulia, luhur dan berkenan kepada Sang Pencipta.

Di ingatkan kepada kita semua, masyarakat Sulawesi Utara, aga saling mendukung, menguatkan dan menciptakan suasana kekeluargaan, saling mendoakan saling membantu dengan tulus, dan toleransi, sehingga yang beragama Islam dapat berpuasa dengan baik untuk meraih kemenangan di hari yang Fitri ini.

Bangun terus kebersamaan dan jaga kerukunan yang sudah tercipta selama ini, karena torang samua basudara dan torang samua adalah ciptaan Tuhan.

Selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir batin.

Jaga jarak, jaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun dan pakai masker ketika di luar rumah. (*/Rizath)

Aksi Jurnalis Semangati Pasien COVID-19 dan Para Medis

Sulutmanadoterkini.com, Sulut – Aksi sosial kembali dilaksanakan oleh Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), dengan memberikan semangat kepada pasien positif COVID-19 dan para medis di Rumah Sakit di Manado, Senin (20/04/2020).

Pemberian semangat kepada pasien positif COVID-19 dan para medis juga diberikan JIPS dengan pemberian bingkisan berupa paket parcel yang berisi buah-buahan, susu dan cokelat.

Epmberian parcel tersebut diberikan kepada pasien positif COVID-19 dan para tim medis yang saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Kandouw Malalayang dan Rumah Sakit Wolter Monginsidi, Teling yang mana kedua rumah sakit ini yang saat ini merawat pasien positif COVID-19 di Sulut.

Di RS Malalayang bingkisan diterima langsung oleh Direktur SDM dan Pendidikan R.D Kandou Manado dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes dan di RS. Teling diterima langsung oleh Kepala Rumah Sakit Kolonel Abdul Alim.

Ivonne mengatakan, kegiatan JIPS sangat memotivasi. Iapun mengucapkan terimakasih kepada JIPS.

“Mewakili tenaga medis dan pasien mengucapkan terima kasih kepada JIPS yang begitu peduli kepada kami dan pasien. Simpati yang diberikan menyemangati kami. Semoga JIPS tetap sehat,” katanya.

Sementara itu Abdul Alim sendiri saat diwawancarai mengatakan, JIPS menunjukkan kegiatan yang positif dan perlu diikuti oleh seluruh rakyat indonesia bahwa kebersamaan itu perlu dalam menghadapi pandemi seperti ini ataupun bencana lainnya.

“Kebersamaan, persatuan, saling tolong menolong, saling suport dan tidak memberitakan hoax. Ini yang sangat penting,” kata Kolonel Abdul Alim.

Koordinator JIPS Rolf Lumintang mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengsuport dan memotivasi pada petugas medis dalam menjalankan tugas yang sangat berat.

“Perjuagan para tim medis perlu ditulis dengan tinta emas,” kata Rolf.

Selain itu kata dia, para wartawan yang tergabung dalam JIPS selalu memberikan motivasi kepada pasien COVID-19 agar terus berjuang untuk sembuh.

“Keluarga, sahabat dan kami semua terus mendoakan segera sembuh dan kembali bersama masyarakat,” kata Lumintang

Dia juga berharap agar pasien COVID-19 jangan dikucilkan tapi harus disuport oleh semua elemen masyarakat.

Kegiatan ini juga dirangkaikan HUT JIPS, pungkasnya. (Rizath)