Gugus Tugas Sulut: Rumah Singgah Bukan Untuk Pasien COVID-19

Dandelmanadoterkini.com, SULUT – Keberadaan rumah singgah di setiap daerah di masa pandemi virus Corona (COVID-19) sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Hal itu disampaikan Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui juru bicara Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, Selasa (5/5/2020) dalam jumpa pers melalui video conference.

“Jadi tujuan utama sebenarnya dari rumah singgah ini bukan sebagai tempat perawatan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun yang telah terkonfirmasi positif COVID-19, tetapi semata-mata dimanfaatkan untuk memantau secara ketat pelaku-pelaku perjalanan maupun ODP yang ada di wilayah di lokasi-lokasi tersebut sehingga kita bisa meminimalisir potensi penularan di masyarakat luas,” jelas Dandel.

Oleh karena itu lanjut Dandel, rumah-rumah singgah ini memang sejatinya tidak dilengkapi dengan peralatan medis yang lengkap, tetapi ini hanyalah tempat persinggahan atau digunakan untuk melihat perkembangan dan situasi dari orang yang dipantau.

“Namun apa bila ini kemudian disuatu saat mereka menimbulkan gejalah, mereka tidak akan dirawat di rumah singgah namun dirujuk ke rumah sakit,” ujar Steven Dandel.

Sejauh ini kata Dandel pihaknya sudah selesai memantau lebih dari 150 orang sementara untuk kondisi terkini masih ada 52 orang yang tetap dalam pemantauan di rumah singgah seperti di Diklat Maumbi dan Balai Pelatihan Kesehatan Malalayang.

“Mereka sehari-hari diajak berolahraga, karena mereka tidak dalam kondisi sakit. Tapi pada dasarnya mereka dalam kondisi prima kemudian dilanjutkan dengan aktivitas masing-masing,” kata Dandel.

Kita berharap dengan adanya rumah-rumah singgah ini bisa mengisolir mereka yang berpotensi untuk menyebarkan COVID-19 ini kemasyarakatan, harap Dandel. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan