Gugus Tugas Ingatkan PDP Belum Tentu Positif COVID-19

Dandelmanadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Bidang Epidemiologis Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Steven Dandel meminta agar masyarakat tidak melakukan diskriminasi atau stigma terhadap para Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena belum tentu mereka terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepada masyarakat Dandel jelaskan bahwa ini terjadi karena adanya perubahan definisi operasional PDP, terutama yang diterapkan oleh tim COVID-19 klinis yang ada di rumah-rumah sakit sekarang ini. Dimana semua pasien yang masuk kedalam rumah sakit dengan gejala keluhan apapun itu ada screening berupa pemeriksaan foto torax dan kemudian ditemukan ada kelainan yang menyerupai dan mengarah ke pneumonia yang disebabkan oleh virus maka kemudian masyarakat atau pasien-pasien ini dikategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Tentunya kepada mereka (PDP) belum bisa dikategorikan sebagai pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Kalau menerapkan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu ada pemeriksaan tambahan yaitu dengan pemeriksaan Swab.”

“Itulah yang dilakukan kepada PDP ini dilakukan dua kali pemeriksaan Swab dengan jarak dua hari dan kalau ditemukan positif baru PDP ini bisa dikategorikan terkonfirmasi COVID-19,” tegas Steven Dandel dalam jumpa pers melalui video conference, Selasa (5/5/2020).

Oleh karenanya Dandel menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Utara agar jangan menerapkan diskriminasi bahkan stigma kepada pasien dalam pengawasan (PDP).

“Sekali lagi yang bersangkutan belum pasti menjadi pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Sebagian besar dari mereka datang ke rumah sakit karena keluhan penyakit lain, banyak diantara mereka yang karena keluhan, penyakit ginjal nya, penyakit hipertensi, penyakit diabetes melitus, ada juga yang datang karena kecelakaan lalu lintas yang mengalami kelainan bawaan terutama bagi bayi-bayi terapi setelah dilakukan screening ada penampakan pneumonia maka mereka dikategorikan PDP,” ujar Dandel.

Itulah sebabnya sebagian besar dari mereka (PDP) setelah dilakukan pemeriksaan ternyata hasilnya negatif dan digugurkan dari status PDP sehingga bisa dirawat penyakit lainnya, tutur Dandel. (Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan