Jamkrindo Berbagi Sembako dan Santunan Anak Yatim Piatu di Bitung

Bitungmanadoterkini.com MANADO – Pandemi COVID-19 memberikan dampak serius terhadap perekonomian masyarakat dunia, termasuk di Sulut khususnya di Kota Bitung.

Tak heran, banyak orang maupun perusahaan yang tergerak memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. Salah satunya PT Jamkrindo serta anak usahanya PT Jamkrindo Syariah yang menginisiasi gerakan sosial berupa penyaluran bantuan kepada masyarakat dan rumah sakit/puskesmas/klinik sebagai wujud empati terhadap dampak COVID-19. Donasi tersebut berasal dari potongan gaji direksi, potongan THR dan uang apresiasi perusahaan untuk karyawan yang dilakukan secara sukarela.

Direktur Utama (Dirut) Jamkrindo Randi Anto mengatakan, gerakan Jamkrindo Peduli Dampak COVID-19 merupakan bentuk konkret responsif dan empati segenap karyawan atas situasi pandemi yang terjadi.

“Saya mengucap syukur karena karyawan PT Jamkrindo dan anak usaha berhasil mengumpulkan donasi Rp 2,9 miliar,” ujarnya, Rabu (20/05/20).

“Bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan makanan sebanyak 6.600 paket, bantuan kesehatan (alat pelindung diri lengkap, ventilator, masker medis/nonmedis, handsanitizer) dan bantuan pendidikan. Bantuan kesehatan akan disalurkan ke sejumlah lembaga kesehatan untuk mendukung penanganan bagi masyarakat. Adapun beasiswa pendidikan diarahkan untuk anak-anak tenaga kesehatan dan masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja agar tetap bisa melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Program ini juga sejalan dengan program dalam rangka HUT Jamkrindo, yakni Jamkrindo Peduli Kesehatan,” sambungnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Jamkrindo Kota Bitung, pihaknya telah menyalurkan pembagian sembako gratis dan santunan anak yatim piatu di Kota Cakalang.

“Ini menjadi program bina Lingkungan PT. Jamkrindo yang sudah rutin kami lakukan setiap tahunnya. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial seluruh insan Jamkrindo serta dalam rangka menyambut HUT Jamkrindo yang ke-50. Ditambah lagi, karena adanya pandemi COVID 19, maka dilakukan juga pembagian sembako gratis yang dananya bersumber dari potongan gaji direksi, potongan THR dan uang apresiasi perusahaan untuk karyawan yang dilakukan secara sukarela,” ujar Fajrin sembari menambahkan, pembagian sembako gratis difokuskan kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19 seperti buruh/pekerja yang dirumahkan, pedagang yang usahanya tutup, tukang ojek dan warga lainnya yang belum mendapat bantuan. (*/tim)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan