Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

Kepel Ingatkan Dinas Perhubungan Pikirkan Pembangunan Transportasi Massal di Sulut

×

Kepel Ingatkan Dinas Perhubungan Pikirkan Pembangunan Transportasi Massal di Sulut

Sebarkan artikel ini

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Steve Kepel ST mengatakan bahwa menjadi tantangan bagi insan perhubungan ke depan adalah bagaimana menciptakan moda transportasi massal dan konektifitas.

Setelah penjajakan penerbangan langsung Narita Tokyo, kemudian akan lanjut Jeju Korea Selatan, saat ini Pemprov Sulut memikirkan bagaimana menciptakan moda transportasi massal.

Dengan dibukanya konektivitas ini akan menciptakan perkembangan kota, dan ini akan terdorong investasi. Karena masuknya arus penumpang dan arus wisatawan di kota Manado.

Hal ini dikatakan Kepel saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pembahasan Penyusunan Program Strategis Sektor Transportasi, di Hotel Luwansa Manado, Selasa (21/02/2023).

Lanjut Kepel, bukan hanya Narita Tokyo, tapi jauh sebelum covid-19 sudah laksanakan penerbangan reguler dengan 8 kota di Cina.

“Perkembangan selanjutnya akan diikuti dengan negara negara di Asia Timur. Yaitu Hongkong, Taiwan dan Makau,” ungkapnya.

Yang menjadi tantangan bagi Perhubungan kata Sekprov, adalah bagaimana menciptakan moda transportasi massal. Ini harus dipikirkan mulai dari sekarang.

Moda transportasi massal baru, tidak hanya bus.Tapi juga kereta listrik untuk menghubungkan titik-titik terjauh yang ada di kota (Manado Selatan ke Utara).

“Ini untuk mencegah kemacetan di kota. Sebab Kementerian PUPR sudah membangun Ring Road III untuk mengurai kemacetan. Ini menjadi salah satu solusi,” ungkapnya.

Kepel juga juga menekankan letak geografis Sulut. Ada 300 pulau tersebar di hampir seluruh kabupaten kota yang ada.

Di luar Kota Tomohon, Kotamobagu. Memiliki pulau, baik pulau yang berpenghuni maupun tidak.

“Wilayah ini memacu kita untuk segera berusaha mewujudkan konektivitas. Penggunaan moda transportasi baik laut maupun udara sangat penting,” tegasnya.

Contohnya kata Kepel pulau Siau di tengahnya ada gunung berapi Karangetang. Begitu meletus hebat warga masyarakat akan bingung lari ke mana karena hunian warga berada di pesisir pantai.

“Ini tugas perhubungan  bagaimana menyiapkan transportasi untuk evakuasi,” katanya.

Begitu juga kata Sekprov, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi akibat disparitas yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Warga masyarakat yang ada di pulau Miangas akan lebih cepat mengakses Santos General Santos dan Kota Davao. Termasuk warga kepulauan Nanusa.

“Warga Kepulauan Nanusa ini ada di Kabupaten Talaud. Itu adalah pulau pulau kecil terluar. Batas Utara kepulauan itu adalah lautan pasifik. Batas selatan itu ada pulau Karakelang. Dan ini menjadi satu tantangan bagaimana menjamin kemajuan dan kesejahteraan warga masyarakat. Akses yang kita gunakan yaitu perhubungan laut dan udara,” tutupnya (*/Rizath)