Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

Pemprov Sulut Dorong Pelabuhan Bitung Jadi Direct Call di Asia Timur

×

Pemprov Sulut Dorong Pelabuhan Bitung Jadi Direct Call di Asia Timur

Sebarkan artikel ini

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Guna mengoptimalisasi Pelabuhan Bitung sebagai pintu masuk dan pintu keluar barang dari Indonesia Timur serta implementasi inisiasi ekspor langsung dari Pelabuhan Bitung ke negara tujuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Rencana Direct Call Dari Pelabuhan Bitung.

Rapat tersebut dihadiri oleh President Director Director PT. SITC Indonesia Mr Jake Cheng. SITC sendiri adalah salah satu perusahaan pelayaran yang beroperasi di wilayah Asia Timur yang ruang lingkup kerjanya meliputi pengiriman kapal kontainer, pengiriman barang, kargo curah, dan lainnya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Daniel Mewengkang sekaligus membuka dan memimpin rapat mewakili Sekretaris Daerah menuturkan, rapat tersebut adalah tindak lanjut rencana Direct Call dari Pelabuhan Bitung, sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama antar instansi terkait.

Pada dasarnya menurut Daniel semua pihak mendukung pelaksanaan rencana direct call dari Pelabuhan Bitung.

“SITC sangat ingin berkantor disini sebenarnya, jadi kalau dia bisa berkantor disini itu berarti ada pemangkasan jarak tempuh pelayaran, untuk kapal meliputi pengiriman kapal kontainer, pengiriman barang, kargo dan lainnya. Yang saat ini kapal-kapal tersebut masih harus ke Surabaya, Jakarta baru ke negara tujuan, misalnya China. Kalau adanya direct call itu berarti kapal-kapal dari Bitung bisa langsung ke China.”

“Dengan adanya direct call Bitung ini akan sangat-sangat menguntungkan, karena akan memangkas jarak tempuh dan berkurangnya kos para eksportir,” tegas Mewengkang usai rapat, Selasa (3/10/2023).

SITC Indonesia sendiri yang diwakili Jake Chang sangat mendukung program ini terwujud, menurutnya Bitung adalah satu daerah potensial karena Bitung sebenernya lebih dekat di negara negara Asia Timur.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa kendala yang menjadi hambatan untuk terwujudnya hal itu. Diantaranya ketersediaan muatan yang masih kurang, beberapa perusahaan lokal masih nyaman menjual produknya ke wilayah lain di Indonesia dan tidak langsung diekspor serta jumlah teus per minggunya yang masih kurang sehingga pihak SITC belum bisa mendatangkan kapal ke Pelabuhan Bitung.

Hadir juga pada rapat tersebut, Kepala Bea Cukai Sulut Erwin Situmorang, Kepala Biro Perekonomian Reza Dotulong, Perwakilan dari Dinas Perhubungan Robin Koloway, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Elvira Mercy Katuuk, ST. MM, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Dr, Ir Tineke Adam, M.Si. (Rizath)