manadoterkini.com, MANADO – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2025, yang memuat Tuntutan Ganti Rugi (TGR) terhadap pimpinan dan sejumlah karyawan Perumda Wanua Wenang. Hal ini menjadi kadoh istimewa perusahan Plat Merah Kota Manado bagi kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang.
“TGR itu informasinya sangat valid. Tapi perlu diingat, membayar TGR tidak otomatis menghapus unsur pidana. Kami sedang mengumpulkan bukti tambahan dan akan menyerahkannya ke Aparat Penegak Hukum, termasuk Kejati Sulut,” ujar Mantan Presidium GMNI, Iwan Aloysius Moniaga kepada manadoterkini.com, Senin (5/1/2026).
Untuk itu, Ia menyebut adanya dugaan tindak pidana korupsi di perusahaan plat merah yang dipimpin Direktur Meiky Taliwuna SE MM kini masuk dalam daftar penanganan prioritas Kejaksaan Negeri Manado.
“Dalam laporan itu, nama Dirut PDAM pasti ikut terseret. Saya akan terus mengawal kasus ini sampai jelas siapa yang harus bertanggung jawab atas dugaan penyalahgunaan keuangan perusahaan,” ujarnya.
Lantas apakah Wali Kota Andrei Angouw akan terus mempertankan manajemen dengan segudang persoalan di Perumda Air Bersih Wanua Wenang?
Moniaga kembali menekankan, pembiaran terhadap persoalan PDAM Wanua Wenang berisiko besar bagi citra kepemimpinan AA-RS.
“Jika manajemen PDAM yang tidak becus ini terus dipertahankan, maka program-program pro rakyat akan rusak dari dalam. Air bersih adalah wajah pelayanan publik. Ketika itu gagal, kepercayaan masyarakat ikut runtuh,” pungkasnya.
Pasalnya bukan hanya persoalan pelayanan air bersih di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, tapi dugaan korupsi di perusahan plat merah ini tengah menjadi sorotan public.
Bahkan sejumlah dugaan korupsi dilakukan berjemaah di Perumda Air Minum Wanua Wenang ini sudah menjadi atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dikarenakan, kuat duggaan keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam setiap persoalan yang ada.
Belum lagi, akibat dari persoalan yang ada di Perumda PDAM Manado sangat berdampak terhadap kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw.
Tidak heran, ketika ada persoalan di Perumda Air Minum Wanua Wenang nama Wali Kota Manado Andrei Angouw ikut menjadi sorotan warga, karena terkesan ada pembiaran.
Aktivis Sulawesi Utara, Iwan Aloysius Moniaga mengingatkan Wali Kota Manado Andrei Angouw sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) segera turun tangan.
“Kalau dibiarkan, program prioritas AA-RS hanya akan menjadi slogan. Jajak digital tahun 2025 lalu air bersih menajdi program prioritas utama AARS, tapi masyarakat tidak menikmatinya. Ini sama dengan menampar muka pimpinan. Penyaluran air bersih tidak akan pernah dinikmati secara utuh oleh masyarakat jika kinerja PDAM tidak dibenahi. Evaluasi Dirut PDAM adalah keharusan,” tegas Moniaga. (*/red)





