Edukasi dan ReligiManado

Langkah Strategis dan Terukur Kadis Diknas Bart Assa Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Manado

×

Langkah Strategis dan Terukur Kadis Diknas Bart Assa Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Manado

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Tes Kemampuan Akademik (TKA) sesuai kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pertanyaannya, apa langkah strategis dan terukur Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempersiapkan peserta didik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut Kadis Dikbud Peter Karl Bart Assa, ST, M.Sc., Ph.D. Tes Kemampuan Akademik merupakan asesmen nasional yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik individu peserta didik, khususnya pada literasi Bahasa Indonesia dan numerasi Matematika, sebagai dasar pemetaan capaian pembelajaran serta peningkatan mutu pendidikan berbasis data.

“TKA bukan penentu kelulusan, melainkan sarana refleksi akademik yang objektif dan terstandar, yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan peserta didik pada jenjang berikutnya,” ujar mantan Kadis PUPR dan Kaban BKAD ini, Sabtu (31/1/2026).

 

Strategi Terukur dan Edukatif sebagai bentuk terobosan

Dinas Pendidikan Manado tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis, tetapi juga pada penguatan kualitas pembelajaran sejak dini.

Sejumlah strategi yang kini digencarkan antara lain:

– Penguatan literasi dan numerasi berbasis praktik pembelajaran kontekstual;

– Pendampingan belajar terarah bagi siswa SD dan SMP

– Peningkatan kapasitas guru agar mampu mendorong pola pikir kritis, analitis, dan problem solving;

– Edukasi terbuka kepada orang tua tentang fungsi dan manfaat TKA.

Langkah ini menunjukkan pendekatan berbasis data dan kualitas, bukan sekadar mengejar angka partisipasi.

Jadwal dan Mekanisme Pelaksanaan TKA 2026

Berdasarkan ketentuan nasional, jadwal pelaksanaan TKA Tahun 2026 adalah:

– SMP/MTs/sederajat: 6–16 April 2026

– SD/MI/sederajat: 20–30 April 2026

Pelaksanaan dilakukan dalam empat gelombang untuk jalur formal dan satu gelombang untuk pendidikan khusus.

Struktur pelaksanaan berlangsung selama dua hari:

Hari Pertama:

– 10 menit latihan

– 75 menit Matematika dan Numerasi

– 20 menit Survei Karakter

Hari Kedua:

– 10 menit latihan

– 75 menit Bahasa Indonesia dan Literasi Membaca

– 20 menit Survei Lingkungan Belajar

Sesi dibagi sesuai zona waktu (WIB, WITA, WIT) dan kapasitas sarana prasarana sekolah.

 

Sukarela, Transparan, dan Berbasis Persetujuan Orang Tua

Salah satu kebijakan progresif yang ditekankan Peter Assa adalah prinsip sukarela dalam keikutsertaan TKA. Setiap siswa yang mengikuti TKA wajib memperoleh persetujuan tertulis dari orang tua atau wali.

“Partisipasi bersifat sukarela. Peran dan persetujuan orang tua menjadi krusial sebagai bentuk perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak,” jelasnya.

Sekolah wajib meminta surat izin atau pernyataan resmi orang tua sebagai bagian dari prosedur administratif.

Meski siswa diperbolehkan tidak mengikuti TKA, bagi yang ingin berpartisipasi, izin formal tetap menjadi syarat utama.

 

TKA sebagai Ruang Kesempatan, Bukan Seleksi

Dinas Pendidikan Manado juga menekankan peran profesional guru dan kepala sekolah untuk:

– Memotivasi siswa berpotensi agar mengembangkan kapasitas akademiknya

– Memberikan penjelasan objektif dan edukatif kepada orang tua

– Memfasilitasi seluruh siswa tanpa diskriminasi

– Menjamin akses yang adil selama persyaratan administratif terpenuhi.

“TKA diposisikan sebagai ruang kesempatan yang adil dan inklusif, bukan instrumen seleksi yang menutup akses belajar,” tandas Assa.

 

Kompetensi yang Diukur

Pada jenjang SD, TKA menitikberatkan pada literasi membaca teks fiksi dan informasi (150–200 kata), pemahaman ide pokok, serta numerasi dasar hingga penalaran sederhana.

Sementara pada jenjang SMP, asesmen lebih kompleks mencakup teks informatif dan fiksi dengan analisis inferensial serta evaluatif.

Untuk Matematika, materi meliputi bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, serta data dan peluang dengan fokus pada pemecahan masalah.

 

Peran Strategis Orang Tua

Terobosan kebijakan ini juga menempatkan orang tua sebagai mitra utama sekolah. Dukungan yang ditekankan meliputi:

– Motivasi dan komunikasi positif;

Pendampingan belajar yang penuh perhatian

– Asupan nutrisi sehat selama masa persiapan

– Suasana rumah yang kondusif tanpa tekanan berlebihan.

Pendekatan ini diyakini mampu membangun ketahanan fisik, mental, dan motivasi belajar siswa.

 

Manfaat SHTKA bagi Masa Depan Siswa

Hasil TKA akan diterbitkan dalam bentuk Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sertifikat ini memuat nilai dan kategori capaian akademik yang dapat digunakan sebagai:

– Salah satu pertimbangan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya

– Dokumen pemetaan dan penyetaraan hasil belajar

– Bukti capaian literasi dan numerasi secara nasional.

Namun demikian, kewenangan seleksi tetap berada pada satuan pendidikan penerima.

Komitmen Mutu Pendidikan Manado

Di bawah kepemimpinan Peter Karl Bart Assa, Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya untuk meningkatkan rata-rata capaian akademik siswa melalui kualitas pembelajaran, bukan pemaksaan partisipasi.

Dengan pendekatan inklusif, berbasis data, serta kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua, TKA 2026 diharapkan menjadi titik tolak lahirnya generasi Manado yang sehat, tangguh, berprestasi, dan siap bersaing di tingkat nasional.

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari angka, tetapi dari proses pembelajaran yang bermakna dan berkeadilan,” pungkas Peter Assa.(ald)