Kumpulkan Rohaniawan, Tetty : Jangan Terjebak Dengan Fanatisme Sempit

minsel
Bupati Minsel Tetty Paruntu bersama Kapolres Minsel dan Wakil Bupati serta SKPD

manadoterkini.com, AMURANG – Agama tidak untuk diperdebatkan atau dipertentangkan. Karena agama merupakan suatu keyakinan yang dihayati dan dihidupi. Demikian diungkapkan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE dihadapan rohaniawan dan jajaran Pemkab Minsel, Jumat (3/2/2017).

Dikatakan Tetty, Agama bukan sesuatu yang diluar diri kehidupan manusia. Tetapi diam dan hidup kita sebagai umat manusia. Oleh karena itu, agama akan berada didepan untuk menciptakan Kerukunan dan Perdamaian.

“Ingat, masyarakat saat ini sering terjebak dalam fanatisme sempit yang mengedepankan kepentingan sendiri. Hal ini harus dilenyapkan dari tanah Minsel,” tegasnya.(dav/mlz)

Wujud Toleransi, BKSAUA dan Pemkab Minsel Gelar Olahraga Bersama

Minsel
Olahraga bersama Pemkab Minsel, Forkopimda dan BKSAUA

manadoterkini.com, AMURANG – Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) rupanya sudah membudaya, apalagi, jika di daerah lain sikap toleransi beragama sudah tidak nampak lagi.

Hal ini dibuktikan pada Jumat (3/2) pagi tadi, Pemkab Minsel melalui Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar SH serta unsur Forkompimda mengadakan olah raga senam sumba bersama Badan Musyawarah Antar Umat Beragama (BKSAUA).

Bupati mengatakan bahwa, Minsel saat ini terdapat beberapa agama yang berbeda keyakinannya, hanya saja Dia menilai meskipun berbeda tapi satu dalam kebersamaan serta kekeluargaan.

“Kerukunan ini, harus kita budayakan, dan selaku bupati saya sangat senang, sebab biar berbeda keyakinan namun kita tetap satu, kita tetap rukun dan damai,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kegiatan yang digelar oleh BKSAUA Minsel patut dicontohi oleh daerah lain. “Saya menyambut baik dan memberi apresiasi kepada BKSAUA Minsel yang memprakarsai kegiatan olahraga antar Umat beragama. Apalagi kegiatan ini merupakan wahana yang sangat baik untuk memperkuat komitmen dan semangat kita dalam mengembangkan kehidupan yang rukun dan damai antar umat beragama serta mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani maupun rohani,” tukasnya.

Sementara itu Ketua BKSAUA Minsel Pdt Rio Tumbelaka STh disela – sela acara tersebut menyampaikan bahwa, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, untuk menjawab isu yang berkembang saat ini, sikap intoleransi beragama makin mendominasi kebebasan beragama, paham-paham radikalisme yang ingin menghancurkan kesatuan NKRI terus terus berkembang, melalui kegiatan ini kami mau menunjukan kepada dunia Minsel adalah daerah yang anti akan hal-hal tersebut.

“Minsel adalah daerah yang aman, kehidupan masyarakat meskipun dalam perbedaan, kami masih menjujung tinggi sikap persaudaraan dalam kepercayaan sebagai manusia ciptaan Tuhan.

“Masyarakat Minsel selalu terbuka kepada siapa saja yang mau datang, apa terlebih kepada mereka yang hendak berinvestasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana harapan Bupati dan Wakil Bupati Minsrl untuk mewujudkan Minsel Hebat dan Terdepan,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan diantaranya, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK MSi, pimpinan Umat Kristen, Katolik, Islam, Buddha, Konghucu, Seldakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi, para asisten, kepala – kepala SKPD, dan staf ASN dan Warga Masyarakat yang ada di Minsel.(dav)

 

DeWo Minta BKSAUA di Desa Diaktifkan Kembali

dewomanadoterkini.com, AIRMADIDI-Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) yang ada di desa, diminta untuk diaktifkan kembali. Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Minahasa Utara (Minut) Drs Denny Wowiling, pada Musrenbang Desa Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat, Selasa (24/1/2017).

“Dengan aktifnya BKSAUA ini, tentunya akan berdampak positif bagi antar umat, yang akan semakin erat kerukunannya dan rasa persaudaraan, dengan terus menjaga sikap toleransi serta menghargai perbedaan. Memang pada kenyataannya kita di daerah sudah hidup rukun, namun dengan adanya BKSAUA di desa, pasti semakin rukun dan saling berkoordinasi jika ada kegiataan keagamaan,” ujar DeWo-sebutan akrab Wowiling.

Lebih lanjut, selain membicarakan usulan program pembangunan tahun 2018, pada pelaksanaan Musrenbang juga dipilih enam orang pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk menjalankan usaha pasar dan pengelolaan sampah Desa Koltem yang banyak berdiri perumahan. Selain itu bantuan-bantuan UKM lewat kelompok-kelompok usaha disediakan juga sebesar Rp50 juta.

Sementara itu, Hukum Tua (Kumtua) Desa Koltem Demas Kasegel, didampingi oleh Sekretaris Desa Frida Wehantouw SSos, berharap hasil dari musrenbang ini akan menjadi acuan dalam pembangunan di Desa Koltem.

“Tentunya hasil Musrenbang ini akan diperjuangkan dalam Musrenbang Kecamatan, bahkan sampai lada tingkat Kabupaten,” kata Kasegel.

Hadir pada kegiatan tersebut, Camat Kalawat Herman Mengko, Badan Perwakilan Desa (BPD), perangkat Desa Koltem yang terdiri dari 10 jaga, tokoh agama dan tokoh masyarakat.(Pow)

BKSAUA, FKUB dan Pemkot Manado Gelar Ibadah Pra-Natal

manadoterkini.com, MANADO – Memasuki bulan Desember, Pemkot Manado bersama Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melaksanakan ibadah Natal Bersama pimpinan golongan agama se-Kota Manado, Kamis (1/12/2016) siang tadi, di Sintesa Peninsula Hotel.

manado
Natal bersama Pemkot Manado, BKSAUA, FKUB dan piminan agama di Kota Manado

Ibadah dipimpin Evangelis Edwin Kawilarang dan dihadiri Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt DR HWB Sumakul MTh yang juga Ketua Umum FKUB Manado bersama Ketua Harian FKUB Manado Pdt Renata Ticonuwu STh, Ketua BKSAUA Manado Pdt Roy Lengkong STh, anggota BKSAUA Supandi Siwi dari Buddha, Drs I Ketut Alit dari Hindu dan Pastor Frets Tawalujan dari Katolik, serta Pdt Ivonne Awuy Lantu selaku pimpinan Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Walikota GSVL menyampaikan terima kasih atas dukungan para tokoh agama yang ikut menjaga keharmonisan umat beragama di Kota Manado ditengah berbagai gejolak yang mengancam stabilitas di Indonesia.

manado1
Walikota Manado GS Vicky Lumentut memasang lilin natal

“Sebagai Walikota Manado saya sampaikan terima kasih atas peran para rohaniawan, tokoh-tokoh agama di Kota Manado yang terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Kota Manado. Saya berharap ini akan tetap okita pertahankan agar Kota Manado selalu diberkati Tuhan,” ujar orang nomor satu di Manado itu.

Ibadah Natal Bersama yang mengangkat tema.’Hari ini, telah lahir bagimu juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud (Lukas 2:11), berlangsung semarak diselingi paduan suara Vox Angelica dan Medinos serta puji-pujian Pemkot Manado, BKSAUA, FKUB, pimpinan golongan agama antar kecamatan se-Kota Manado.

Tampak hadir para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemkot Manado.(tim)

BKSAUA dan FKUB: Jangan Takut Dengan Teroris, Namun Harus Waspada

fkub dan bksauaMTerkini.com, SULUT – Presidium Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara dalam menyikap peristiwa bom yang terjadi di Ibu Kota Negara pada Kamis lalu, memberikan penyataan sikap sekaligus seruan bersama agar masyarakat Sulut tidak perlu takut dengan teroris namun tetap harus mewaspadainya.
Penegasan itu disampaikan Ketua Periodik Presidium BKSAUA Sulut Pdt Dr Richard Siwu Phd mewakili ke-dua forum tersebut, saat menggelar konferensi pers dengan wartawan liputan Pemprov, Jumat (15/01) kemarin di kantor Gubernur Sulut.
“Terkait dengan peristiwa bom yang terjadi di Kompleks Mall Sarina Jalan MH Thamrin Jakarta Kamis 14 Januari 2016 lalu sehingga menelan korban jiwa manusia, kami menyatakan hal tersebut, adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan berlawanan dengan nilai-nilai agama apapun, sehingga kami mengutuk perbuatan tersebut,” ujar Pendeta Siwu, sembari mengajak warga Sulut tidak perlu takut dengan teoris namun tetap harus waspada.
“Kami juga menyatakan, rasa duka dan simpati yang mendalam terhadap korban yang meninggal dan yang masih dirawat dan bisa di pulihkan, mendukung semua langkah pemerintah Republik Indonesia sebagaimana telah dinyatakan oleh Presiden Jokowi pada hari kejadian sekaligus menangkap para pelaku dan mengungkap aktor di balik peristiwa itu. Menolak setiap kelompok yang berkedok agama dan melakukan kekerasan yang berdampak hancurnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama, antar kelompok masyarakat bahkan bangsa Indonesia serta menolak setiap bentuk tindakan terorisme yang berdampag kekerasan terhadap menusia keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia, “tegas Siwu.
Untuk itu BKSAUA dan FKUB menyerukan secara khusus kepada masyarakat Sulut agar terus memantapkan stabilitas dengan membina dan memelihara tiga kerukunan hidup baragama yaitu Kerukunan intern umat beragama, Kerukunan antar umat beragama, Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.
“Tingkatkan terus kewaspadaan terhadap isu-isu negative yang sengaja di lontarkan oleh oknum atau kelompok yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan umat beragama di Bumi Nyiur Melambai yang kita cintai, jalin kerjasama antar umat beragama untuk mengatasi setiap hal yang dapat memicu disintegrasi bangsa Indonesia di daerah ini. Tingkatkan jalinan kerjasama antar pimpinan umat beragama dengan pemerintah untuk mengantisipasi setiap gejolak social yang dapat melemahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam satu keterikatan Bhineka Tungal Ika, Agar setiap umat beragama di Sulut memanjatkan doa khusus di tempat ibadah masing-masing untuk keselamtan bangsa dan Negara khususnya Provinsi Sulut dari rembesan peristiwa yang telah terjadi di Provinsi DKI Jakarta, “ucapnya.
Siwu menambahkan, pernyataan sikap dan seruan itu, telah ditandatangani Presidium BKSAUA dan Pengurus FKUB Sulut yaitu mewakili umat Islam KH. Abdul Wahab ABD Gafur, Lc, Ir Jemmy Lumintang MSi mewakili umat Katolik, Drs Ridwan Sofian umat Budha, DR. Drs I Dewa Ketut Anom, MSi serta mewakili umat Kristen Protestan oleh Pdt DR. Richard Siwu. Sedangkan dari Pengurus FKUB ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris Pdt DR Nico Gara dan Drs Amin Lasena. Hadir dalam konfrensi pers tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi, Kabag Agama Olga Saisab S.Sos dan Kabag Humas Roy Saroinsong SH.

Dihadapan Rohaniawan, GSVL Curhat Tiga Beban Awali Pemerintahan Manado Sejak 2010

MANADO, (manadoterkini.com) – Tak terasa 5 tahun kepemimpinan GS Vicky Lumentut-Harley Mangindaan (GSVL-AI) sebagai Walikota-Wakil Walikota Manado periode 2010-2015 akan berakhir, 8 Desember 2015, pekan depan. Bersamaan itu, GSVL-Ai segera melepaskan jabatan mereka sebagai pemimpinan ibukota Provinsi Sulut, namun di Pilkada Manado 9 Desember keduanya akan menjadi rival sebagai calon Walikota Manado periode 2015-2020.

GSVL

Dihadapan rohaniawan, GSVL mengungkapkan suka-duka mengawali pemerintahan 5 tahun silam. Tak ayal, semua mata dalam Ibadah Natal Pemkot Manado bersama pimpinan golongan agama baik BKSAUA (Badan Kerja Sama Antar Umat Agama) dan FKUB ( Forum Kerjasama Umat Beragama) se Kota Manado, Rabu (2/12) kemarin di Hotel Sintesa Peninsula, tertuju kepada sosok visioner bersahaja tersebut.

“Ada tiga hal yang jadi beban kami saat mengawal Kota Manado usai dilantik tahun 2010 lalu,” curhat GSVL yang datang didampingi istri tercinta juga Ketua TP-PKK Kota Manado, Prof Paula Runtuwene.

Mulai dari penilaian D, yakni jelek sesuai penilaian Kementerian PAN-RB atas kinerja birokrasi, opini Disclamer dari pihak BPK-RI, hingga masalah penanggulangan bencana alam yang sempat memporak-porandakan Kota Manado, Januari 2014 silam.

“Tapi berkat topangan doa hamba Tuhan, sehingga kami harus melakukan perubahan secara bertahap dan boleh bersyukur itu terlewati dan berhasil meraih prestasi,” ujar GSVL dalam Ibadah Pra Natal dipimpin Sekum BPS GMIM, Pdt DR Handry Runtuwene STh, dihadiri ribuan tokoh Agama se Kota Manado.

GSVL

Prestasi yang dimaksud GSVL, dari penilaian jelek atas kinerja birokrasi Pemkot bisa mendapat nilai B dari Men-PAN termasuk pemberian opini Disclamer dari BPK-RI, bisa meraih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) hingga terealisasinya penyaluran bantuan bencana Rp213 miliar dari pemerintah pusat untuk membantu korban bencana.

Tapi baginya, apa yang telah dia lakukan bersama Ai selama lima tahun bekerja belum seberapa di mata masyarakat. Mungkin masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan hingga akan mengakhiri tugas pelayanan.

“Untuk itu diakhir kepemimpinan kami berdua, saya mau mengajak para pimpinan golongan agama se Kota Manado bisa terus memberi pencerahan dan pelayanan iman ke masing-masing jemaat, agar di saat menyongsong Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 serta pesta demokrasi Pilkada serentak 9 Desember menyambutnya penuh sukacita,” pinta GSVL. (ald)

Tokoh Agama dan Walikota Manado Bahas Keamanan Pembangunan Taman Wisata Religi

manado
Pertemuan BKSAUA, FKUB dengan Walikota GSVL

MANADO, (manadoterkini.com) – Tokoh Agama yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSUA) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, Selasa (10/3) menemui Walikota GS Vicky Lumentut, di Rumah Dinas Kelurahan Bumi Beringin.

Pertemuan BKSAUA dan FKUB dengan Walikota GSVL, guna membahas keamanan dan pembangunan taman wisata religi dilokasi eks kampung texas. Sebagaimana disampaikan tokoh umat muslim sofyan Papasau yang juga selaku Sekretaris FKUB Kota Manado.

“Pak Walikota GS Vicky Lumentut meminta kepada kami sebagai Tokoh-Tokoh Agama, agar bisa membantu mengatasi permasalahan keamanan di Kota Manado.Juga ada langkah-langkah yang telah menjadi kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot,red) Manado, BKSUA dan FKUB, untuk membangun taman religi di Eks Kampung Texas Manado,”jelas Lapasau.

Lanjutnya, pembangunan Mesjid yang terletak di lokasi Taman Religi, hanya permasalahan kurang komunikasi saja. Karena ada hal-hal yang tidak sempat dijelaskan hingga ke tingkat lapisan masyarakat paling bawah, untuk itu kami sebagai Tokoh-Tokoh Agama terlebih khusus Tokoh Agama Muslim, akan turun bersama-sama untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait hal tersebut. “Pemkot berniat baik untuk menjadikan Kota Manado lebih baik kedepan, kalau tidak tersosialisasikan dengan baik pasti akan menimbulkan hal-hal yang terkesan negatif,”katanya.

manadoUntuk itu tokoh-tokoh agama terutama tokoh agama muslim, akan membangun silahturahmi dengan masyarakat untuk mensosialisasikan dan mejelaskan kepada mereka, terkait apa yang akan di bangun nanti di lokasi eks kampung texas tersebut.

“Sebagai Sekretaris FKUB juga adalah seorang tokoh agama Muslim bersama dengan BKSUA sangat mendukung langkah yang terbaik diambil oleh Pemkot Manado, apalagi dalam membangun taman religi di eks kampung texas karena itu lambang kerukunan antar umat beragama di Kota Manado,”tandas Lapasau.

Sementara Ketua Harian FKUB Manado, Pdt Renata Ticonuwu.STH, mengatakan bahwa Taman religi yang akan dibangun itu sangat positif, karena merupakan symbol dari kerukunanan antar Umat beragama.

“Pembangunan Taman Religi tersebut sangat baik, itu rencan tersebut sejak Walikota Jimmy Rimba Rogi (Imba,red). Taman religi itu juga bukan hanya untuk satu golongan saja melainkan semua golongan Agama yang ada di Kota Manado. Untuk itu diharapkan semua lapisan masyarakat dan semua golongan agama bisa mendukung pembangunan Taman Religi tersebut,” ujar Ticonuwu.

Senada diungkapkan oleh Tokoh Agama Hindu di Manado yang juga sebagai Ketua Parisada Hindu Dharma Kota Manado, Drs Ida Bagus Ketut Alit. Menurutnya, sebagai Tokoh Agama Hindu di Kota turut mendukung program pemerintah untuk membangun taman religi di eks kampung texas untuk tempat ibadah semua golongan di lokasi tersebut.

“Langkah Pak Walikota untuk membangun taman religi ini sangat positif, karena betapa indahnya kerukunan antar umat beragama dan taman religi itu bisa menjadi icon bagi Kota Manado,”jelasnya.

Ditambahkan Ketua Perwakilan Budha Indonesia di Manado, Soepandi Siwi, tidak salahnya untuk membangun taman religi tersebut, karena yang dibangun adalah tempat beribadah bagi semua golongan agama.

“Kami sangat mendukung kalau taman religi yang berlokasi di eks kampung Texas akan dibangun, karena itu lambang dari kerukunan antar umat beragama di manado,”ujar Siwi.

Nampak juga Ketua FKUB Manado, yang adalah Ketua Sinode GMIM Pdt Dr HWB Sumakul MTh, Ketua BKSAUA Manado, Pdt Roy Lengkong STh.(ald)