Warning Kades, Tetty : Dandes di Minsel Jangan Ada Penyimpangan

Baliho Dana Desa
Inlah satu contoh anggaran yang terpampang lewat baliho di depan kantor Hukum Tua Desa Kumelembuai Satu

manadoterkini.com, AMURANG – Penggunaan Dana Desa (Dandes) harus dikelola secara transparan. Karena itu, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar SH meminta Dandes harus dipampang di Baliho.

Pantauan manadoterkini.com, dari 167 Desa yang ada di 17 Kecamatan di Minsel, hanya beberapa Desa yang memasang Baliho. Seperti di Desa Kumelembuai Satu, Desa Pakuure Tiga Kecamatan Tenga, sudah ada dua baliho informasi Dandes terpampang.

Selain Kumelembuai Satu dan Pakuure Tiga, Desa Talaitad Utara Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) juga telah memasang baliho, begitu juga disejumlah Desa sudah memampang baliho di Jalan dan juga di Kantor Hukum tua (Kumtua) seperti yang ada di Kecamatan Motoling Raya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Minsel Drs Efer Poluakan ketika dikonfirmasi mengatakan, kemungkinan masih banyak Desa yang sudah selesai pembuatan baliho tinggal belum memampangnya. Dan bulan ini, pihaknya bakal meninjau Desa – Desa yang sudah membuat baliho.

“Baliho yang dibuat disetiap Desa, saya minta teknis penulisannya dengan ukuran seragam panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter agar enak dipandang, meski berbeda penggunaannya. Saya juga meminta para Kumtua agar membuat baliho lebih dari satu dan letaknya harus strategis agar dilihat oleh semua orang,” kata mantan Sekretaris Dinas Keuangan ini.

Sementara itu ditempat terpisah, Wabup Franky Donny Wongkar SH mengatakan, baliho informasi sangatlah penting bagi kepentingan bersama.

“Saya memastikan dengan dipajangnya baliho informasi pengelolaan dandes, warga akan lebih dimudahkan dalam mengawasi maupun memantau perkembangan kegiatan kampung yang bersumber dari dan dana desa, sekaligus juga untuk menghindari terjadinya penyimpangan yang dapat menggiring pengelola dandes ke ranah hukum,” tandasnya.(dav)

manadoterkini.com, AMURANG – Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) diwajibkan untuk diinformasikan kepada seluruh masyarakat. Terlebih, dibuatkan dalam bentuk baliho dan harus diletakan di Hukum tua (Kumtua) atau tempat umum lainnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Drs Efert Poluakan kepada manadoterkini.com Selasa (20/6) siang tadi.

Menurut mantan Sekretaris DPKAD ini, untuk ukuran Baliho APBDes relatif, tapi biasanya 2 meter persegi. Itu diletakan di Kantor Kumtua, atau perempatan jalan. “Tujuannya agar mudah diketahui oleh masyarakat desa,” kata Poluakan.

Dia menjelaskan, berdasarkan regulasi dari pemerintah pusat, dalam pengelolaan keuangan desa, Pemerintah Desa harus transparan karena menyangkut anggaran yang mencapai miliaran rupiah. Selain itu, menurut Poluakan, pada setiap item pekerjaan fisik di lapangan juga harus dipampang papan informasi kegiatan. “Dicantumkan nama pekerjaannya apa, total anggaran dan volume,” tambahnya.

Lanjut Dia mengungkapkan, pemerintah desa juga harus transparan dalam mengelolah dana desa dan alokasi dana desa. Bahkan Kumtua selaku pengguna anggaran harus bijak dalam menjalankan program yang sudah ditata di APBDes.

“Belajar dari tahun lalu, ada desa yang berhasil memanajemen pengelolaan keuangan desa. Tapi, ada juga desa yang dokumennya bermasalah. Jangan sampai tahun ini Kumtua juga lalai dan malah merugikan desa sendiri,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan, agar Kumtua jangan mudah percaya jika ada orang yang turun dan mencatut nama pejabat. “Itu memang haknya Kumtua untuk menentukan siapa yang akan dilibatkan apalagi pihak ketiga. Tapi saya ingatkan lebih baik koordinasi dengan pemerintah kabupaten jika ada yang menawarkan kerja sama terlebih mencatut nama pejabat,” tandasnya.(dav)

Merentek Terpilih Sebagai Kumtua Desa Poopo Barat

manadoterkini.com, RANOYAPO-Dalam pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Poopo Barat Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Rabu (31/8) kemarin, Ridel Merentek akhirnya meraup suara terbanyak dan terpilih sebagai Kumtua.

merentekmerentekDari data yang dihimpun, Merentek berhasil meraup suara sebanyak 418 suara mengungguli Frangky Sengkey yang hanya meraih 296 suara dan Nikolas Sarayar 54 suar serta Pratiwi Menajang yang hanya meraih 8 suara.

Kaban BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas membenarkan hal tersebut. “Untuk Poopo Barat yang terpilih adalah Ridel Merentek,” ujarnya.

Lanjut Dia mengungkapkan, bila ditahun 2016 ini, ada 48 desa yang menggelar pilhut. Dan untuk pelantikan kumtua terpilih, pihaknya masih menunggu jadwal dari bupati.(dav)

BPMPD Minsel Masukkan Laporan Pertanggungjawaban Dandes Tahap Pertama Ke Kemenkeu RI

altin sualangmanadoterkini.com, AMURANG-Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Drs Benny Lumingkewas dan Kabid Pemdes Altin Sualang SSTP pada Senin (22/8) siang tadi bertandang ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kunjungan Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas dan Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Altin Sualang SSTP ini dalam rangka untuk membawa laporan penggunaan Dana Desa (Dandes) tahap pertama.

“Laporan penggunaan Dana Desa sudah kami serahkan ke Kementerian Keuangan, di Jakarta,” kata Lumingkewas.

Diserahkannya dokumen itu kata dia, sebab penggunaan Dandes tahap pertama di Minsel sudah rampung 100 persen.
“Sesuai aturan, usai penggunaan harus segera dilaporkan. Dokumen itu akan diperiksa dan disimpan di kementerian,” ujarnya.

Selain sebagai pelaporan bukti penggunaan Dandes tahap pertama, ada juga dokumen lain yang mereka bawah. Dokumen yang dimaksud yakni, pengusulan pencairan Dandes tahap kedua.

“Syarat untuk permintaan pencairan Dana Desa tahap dua adalah pelaporan penggunaan Dandes tahap pertama. Dan ini sudah kami lakukan,” tambah Sualang, usai menyerahkan dokumen permintaan pencairan Dandes tahap dua.

Dia berharap, setelah surat permohonan pencairan Dandes tahap dua diserahkan, Kemenkeu segera mentransfer anggaran tersebut ke Minahasa Selatan.
“Mudah-mudahan secepatnya terealisasi, agar pembangunan di Minsel semakin cepat, demi Minsel Hebat dan Terdepan,” tandas Sualang.(dav)

Puluhan Calon Kumtua di Minsel Ikut Ujian Tertulis

Lumingkewas : Minsel Seleksi Tertulis Calon Hukum Tua Secara Transparanminsel

manadoterkini.com, AMURANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) melalui Panitia Pemilihan Hukum Tua (Kumtua) Tingkat Kabupaten menyelenggarakan Seleksi Tambahan Bakal Calon Kumtua se-Kabupaten Minsel tahun 2016 berupa seleksi ujian tertulis.

Seleksi tersebut dilaksanakan pada Senin (15/8) siang tadi diaula Waleta Kantor Bupati Minsel. Seleksi ini diikuti 54 calon Kumtua tersebut berasal dari 8 Desa yang ada di Minsel yaitu Desa Lansot, Wuwuk Barat, Tambelang, Tumpaan 2, Suluun 1, Poopo Utara, Rumoong Bawah, dan Desa Motoling Mawal.

“Yang kami nilai adalah pemilik nilai tertinggi 1-5 akan kami rekomendasikan ke Panitia Pemilihan Desa. Hasil sebentar harus dapat diterima karena tes ini dilakukan secara transparan,” kata Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas.

Kegiatan dibuka oleh Sekdakab Minsel, Drs. Danny Rindengan didampingi Assisten 1, Kaban BPMPD, Wakapolres Minsel, Kabag Hukum dan Kabag Pemerintahan.

Dari hasil penilaian yang terendah 28 dan nilai tertinggi 86, disampaikan secara resmi BPMPD ke Panitia Pemilihan Desa.

Di Desa Poopo Utara ada 3 calon bernilai yang sama. BPMPD akan dipertimbangkan penilaian dari aspek pengalaman bidang pemerintahan, pendidikan dan usia.(dav)

Dandes Tahap II, BPMPD Minsel Minta Kumtua Segera Siapkan Berkas Pencairan

Lumingkiwas
Kepala BPMPD Minsel, Benny Lumingkiwes

manadoterkini.com, AMURANG – Kepala Badan Pemberdayaan dan Pemerintah Desa Masyarakat Desa (BPMPD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Drs Benny Lumingkewas meminta penerima Dana Desa (Dandes) untuk menyiapkan seluruh administrasi sebagai syarat penerimaan Dandes Tahap II.

Dikatakannya, meskipun saat ini anggaran Dandes tahap II masih menunggu transfer dari Pemerintah Pusat, namun sebaiknya pemerintah sudah mempersiapkan sejumlah persyaratan agar pada saat dana tersebut sudah ditrasfer maka sudah bisa langsung dicairkan.

“Semua persyaratan seperti realisasi dan surat pertanggungjawaban anggaran Dandes sebelumnya sudah bisa disiapkan,” ujar Lumingkewas.

Dirinya menambahkan, pihaknya tengah menyusun laporan untuk dimasukkan ke Pemerintah Pusat soal penyaluran Dandes tahap II ini.

“Kita sudah menyusun laporan, tetapi untuk proses Dandes ini tetap berlangsung di bulan Agustus,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala (DPKPAD) Minsel Denny Kaawoan SE, Dia menegaskan siap untuk menyalurkan hak dari 167 Desa tersebut, asalkan melengkapi administrasi yang telah diatur. Dia menjelaskan, pengajuan untuk tahap II atau pencairan 40 persen ini harus melewati mekanisme, yakni dengan menunjukkan realisasi penggunaan Dandes sebelumnya atau tahap I sebesar 60 persen.

“Kalau SPJnya lengkap, kita akan proses. Tahap II ini bisa dilakukan pada bulan Agustus mendatang. Minimal 50 persen realisasi tahap I, setiap desa sudah bisa mengajukan permintaan pencairan tahap kedua. Jadi tidak lagi menunggu anggaran tahap satu habis. Ini dimaksudkan agar pekerjaan yang sedang berlangsung tidak terhenti karena anggarannya habis,” tandasnya.(dav)

Dana Pilhut di Minsel Mulai Ditransfer ke Rekening Panitia

 

lumingkewas
Benny Lumingkewas

manadoterkini.com, AMURANG– Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minsel akan dilaksanakan secara serentak. Untuk itu, Anggaran Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) bagi 49 Desa penyelenggara mulai disalurkan melalui rekening masing-masing desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel Drs Benny Lumingkewas kepada manadoterkini.com Senin (18/7) ini.

Menurut Dia bahwa, penyaluran dana Pilhut ini ditransfer langsung kepada rekening panitia. Dana untuk panitia disetiap desa bervariasi, mulai dari 18 juta hingga 23 juta rupiah.

“Jumlah pembagian dana tersebut dilihat dari jumlah pemilih disetiap desa,” ujarnya.

Lanjut Lumingkewas mengingatkan bagi setiap panitia bisa menggunakan anggaran tersebut sesuai peruntukan, dan nantinya bisa membuat laporan pertanggung-jawaban penggunaan anggaran tersebut.(dav)

Dana Pilhut di Minsel Mulai Ditransfer ke Rekening Panitia

lumingkewas
Benny Lumingkewas

manadoterkini.com, AMURANG-Anggaran Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) bagi 49 Desa penyelenggara Pilhut serentak mulai disalurkan melalui rekening panitia masing-masing Desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Minsel Drs Benny Lumingkewas kepada manadoterkini.com Senin (18/7). Menurut Dia bahwa, penyaluran dana Pilhut ini di transfer langsung kepada rekening panitia. Dana untuk panitia disetiap desa bervariasi, mulai dari 18 juta hingga 23 juta rupiah.

“Jumlah pembagian dana tersebut dilihat dari jumlah pemilih disetiap desa,” ujarnya.

Lanjut Lumingkewas mengingatkan bagi setiap panitia bisa menggunakan anggaran tersebut sesuai peruntukan, dan nantinya bisa membuat laporan pertanggung-jawaban penggunaan anggaran tersebut.(dav)

Pekan Depan, 7 Desa di Minsel Kembali Buka Pendaftaran Calon Kumtua

lumingkewas
Benny Lumingkewas

manadoterkini.com, AMURANG-Sebanyak 7 desa dari 49 desa yang akan mengelar Pilhut serentak di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan kembali membuka pendaftaran calon hukum tua (Kumtua).

Perpanjangan pendaftaran ini dilakukan menyusul sejumlah desa tersebut pada pendaftaran lalu belum mencapai jumlah minimal calon yang mendaftar.

Menurut Kepala BPMPD Minsel Drs Benny Lumingkewas bahwa, para panitia Pilhut yang akan membuka atau memperpanjang masa pendaftaran yakni Desa Poopo Barat dan Poopo Utara Kecamatan Ranoyapo, kemudian desa Tanamon Kecamatan Sinonsayang, desa Raanan Baru Dua dan Desa Tondey Kecamatan Motoling Barat, desa Motoling Mawale Kecamatan Motoling, dan Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur.
“7 Desa ini akan membuka kembali pendaftaran pada pekan depan,” ujar Lumingkewas.

Dia juga menjelaskan, 7 desa tersebut tidak memenuhi syarat jumlah calon, sebagaimana aturan mengharuskan jumlah calon minimal 2 peserta.
Adapun untuk tahapan perpanjangan pendaftaran terjadi perubahan, yang sebelumnya dijadwalkan 27 Juli – 16 Agustus, dimajukan mulai 18 Juli hingga 6 Agustus.
“Intinya pendaftaran ulang ini akan dibuka selama 20 hari sesuai mekanisme dalam peraturan yang ada,” tutupnya.(dav)

BPMPD Minsel Rilis Jumlah Bakal Calon Pilhut Serentak

lumingkewas
Benny Lumingkewas

manadoterkini.com, AMURANGBadan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akhirnya merilis jumlah bakal calon untuk 49 Desa Penyelenggara Pilhut Serentak.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pilhut akan berlangsung 31 Agustus nanti. Dari rilis yang ada, terdapat tujuh desa yang akan dibuka kembali tahapan penjaringan atau pendaftaran bakal calon kumtua.

“Hal ini dikarenakan jumlah bakal calon tidak memenuhi Standart yakni minimal dua calon. Sedangkan untuk tahapan verifikasi akan dilakukan sejak 18 Juli sampai 6 Agustus,” ujar Lumingkewas.

Sementara itu, pelaksanaan pendaftaran bakal calon kumtua di Minsel sempat diminati sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), sayangnya tak sedikit diantara mereka gugur dalam pendaftaran karena tidak memiliki rekomendasi.

“Ada juga PNS yang ikut mendaftar, tapi tidak melengkapi berkas. Secara otomatis, itu gugur,” tandasnya.(dav)

Jumlah Bakal Calon Kumtua yang Mendaftar :

Kecamatan Tareran.

1. Desa Lansot 6 bakal calon
2. Desa Wuwuk Barat 6 bakal calon

Kecamatan Suluun-Tareran.

1. Desa Suluun Satu 8 bakal calon
2. Desa Suluun Dua 4 bakal calon
3. Desa Suluun Tiga 5 bakal calon
4. Desa Suluun Empat 3 bakal calon

Kecamatan Tumpaan.

1. Desa Tumpaan Baru 4 bakal calon
2. Desa Tumpaan Dua 7 bakal calon
3. Desa Popontolen 6 bakal calon
4. Desa Matani Satu 3bakal calon
5. Desa Matani 5 bakal calon

Kecamatan Tatapaan.

1. Desa Paslaten Satu 3 bakal calon
2. Desa Paslaten 4 bakal calon
3. Desa Arakan 4 bakal calon
4. Desa Wawona 3 bakal calon

Kecamatan Tenga.

1. Desa Pakuure Kinamang 5 bakal calon
2. Desa Pakuure Tinanian 4 bakal calon
3. Desa Pakuure 2 bakal calon
4. Desa Sapa 3 bakal calon
5. Desa Sapa Barat 5 bakal calon

Kecamatan Sinonsayang.

1. Desa Tanamon 1 bakal calon

Kecamatan Kumelembuai.

1. Kumelembuai Satu 2 bakal calon
2. Desa Kumelembuai 2 bakal calon
3. Desa Kumelembuai Atas 4 bakal calon
4. Desa Kumelembuai Dua 2 bakal calon
5. Desa Makasili 5 bakal calon

Kecamatan Motoling.

1. Desa Picuan Baru 3 bakal calon
2. Desa Motoling Mawale –

Kecamatan Motoling Timur.

1. Desa Wanga 4 bakal calon
2. Desa Wanga Amongena 2 bakal calon
3. Desa Picuan Satu 1 bakal calon

Kecamatan Motoling Barat.

1. Desa Tondey –
2. Desa Raanan Baru Dua 1 bakal calon

Kecamatan Ranoyapo
1. Desa Poopo Utara –
2. Desa Poopo Barat –
3. Desa Beringin 4 bakal calon

Kecamatan Tompasobaru.

1. Desa Lindangan 2 bakal calon
2. Desa Tompasobaru Satu 3 bakal calon
3. Desa Tompasobaru Dua 3 bakal calon

Kecamatan Maesaan.

1. Desa Tambelang 7 bakal calon

Kecamatan Modoinding.

1. DesaPalelon 3 bakal calon
2. Desa Pinasungkulan 3 bakal calon
3. Desa Makaaroyen 2 bakal calon
4. Desa Linelean 4 bakal calon
5. Desa Mokobang 3 bakal calon

Kecamatan Amurang

1. Desa Kilometer Tiga 5 bakal calon

Kecamatan Amurang Barat.

1. DesaRumoong Bawah 9 bakal calon
2. Desa Wakan 3 bakal calon

Kecamatan Amurang Timur.

1. Desa Malenos Baru.

Sumber : BPMPD Minsel