Ratusan Kepsek di Minsel Terancam di Copot

minsel
Kadis Pendidikan Minsel Fietber Raco dan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Minsel Roy Tiwa

manadoterini.com, AMURANG – Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terancam jadi guru biasa. Pasalnya, ratusan ASN ini adalah Kepsek di sekolah swasta. Dan mereka harus kembali mengajar di sekolah negeri karena berdasarkan regulasi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kepala Dikpora Minsel DR Fiebert Raco SPd MSi kepada manadoterkini.com.

Menurut Dia mengatakan, aturan yang ada, kepsek yang berada di sekolah swasta gajinya akan tidak dibayarkan. “Karena, mereka guru ASN, tidak bisa lagi mengajar di sekolah swasta. Maka dari itu saya sudah ingatkan mereka harus kembali ke sekolah negeri, dan mengurus berkas karena kalau tidak akan kena sanksi,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minsel Drs Roy F Tiwa mengatakan, untuk guru ASN atau kepsek yang berada di swasta, harus dikembalikan di sekolah negeri.

“Jadi mereka kembali ke sekolah negeri dalam rangka pemenuhan ASN di Minsel. Karena hingga saat ini, guru-guru yang berada di Minsel sudah sangat di butuhkan.

Untuk sekolah negeri yang berada di pelosok atau pulau, sangat minim terutama guru ASN, kebanyakan honorer,” bebernya.

Dia menambahakan dalam UU ASN menyebutkan ASN hanya terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Keduanya mengabdi di instansi pusat maupun daerah.

“Guru ASN yang diperbantukan di swasta, sudah saatnya pulang ke asalnya. Kalau menolak, ada sanksi tegas yang akan diberlakukan sesuai PP 53/2010 tentang Disiplin PNS,” tutupnya.(dav)

Peras Tenaga Siswa, Kepsek  SMP Nasional Kahuku Minta Maaf

minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI – Kepala SMP Nasional Kahuku Lansus Ruitang, akhirnya mengakui perbuatannya memeras tenaga siswa peserta didiknya, dengan menyuruh membersihkan makam, angkat balok, bambu, memberi makan ternak, merawat orang sakit, mengangkat perahu dan mengangkat barang-barang pribadi miliknya.

Dihadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Ir Jemmy Kuhu MA, yang ditugaskan Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP), untuk menyelesaikan masalah ini, Kepsek Lansun Ruitang mengakui mempekerjakan siswanya, namun membantah kalau hal tersebut dilakukan saat jam belajar atau jam sekolah.

“Saya tidak memaksa mereka (Siswa,red), Saya minta tolong, dan itu dilakukan usai jam sekolah,” kata Ruitang sembari mengatakan itu juga untuk kepentingan yayasan yang dikelola oleh pihak Gereja.

Namun bertolak belakang dengan keterangan pengakuan siswa bersangkutan, yang dihadirkan juga saat itu juga. Mereka membantah kalau Kepsek menyuruh bekerja diluar jam sekolah.

“Memang kalau membersihkan makam, kami lakukan diluar jam sekolah, tapi mengangkat balok, mengangkat pasir, memberi makan ternak dan merawat orang sakit, kami lakukan saat jam pelajaran,” ungkap sejumlah siswa, dihadapan Sekda Kuhu, yang didampingi Plt Kadis Pendidikan Nasional Sofitje Wolajan SE MM, dan beberapa pejabat, saat kunjungan kerja (Kunker) di Desa Kahuku Kecamatan Likupang Timur, Senin (23/10/2017).

Akhirnya, Kepsek Ruintang tidak bisa lagi mengelak, dan langsung meminta maaf kepada orang tua siswa dan para siswa yang dieksploitasinya. Dan berjanji kejadian yang merampas hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak diusianya, tidak akan terjadi lagi.(Pow)

Lantik Kepsek, Gubernur Olly Ingatkan Peningkatan Mutu Pendidikan

manadoterkini.com, SULUT – Jabatan seorang kepala sekolah secara jujur merupakan perjuangan yang tidak mudah, karena didalamnya terdapat tuntutan yang sangat tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memiliki tanggungjawab moral untuk senantiasa menjadi figur teladan, motivator, pengerak dan pengayom dalam lingkungan belajar mengajar. Demikian diungkapkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey ketika melantik 69 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA, SMK dan SLB Negeri di ruang VIP Bandara Samratulangi, Manado, Jumat (28/7/2017).

OD, Kepsek“Saya minta kepada seluruh kepada sekolah (Kepsek) SMA, SMK, SLB yang baru dilantik tetap berkoordinasi, bersinergi dengan pemerintah provinsi dan loyalitas kepada pimpinan dalam upaya menunjang program OD-SK dibidang pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut orang nomor satu Sulut berharap kedepan pemerintah provinsi akan meningkatkan pendidikan mutu guru kepala sekolah dan melakukan training empat mata pelajaran demi terwujudnya sektor pendidikan mencerdaskan anak bangsa di daerah bumi nyiur melambai ini.

“Kedepan selain kegiatan training empat mata pelajaran. Di seluruh wilayah Sulut, SMA sederajat akan diterapkan sistem ujian berbasis komputer akan dilengkapi agar program ODSK ini bisa terwujud menuju Sulut Hebat di dunia pendidikan,” tutup Gubernur Olly Dondokambey.Kepsek

Untuk diketahui pelantikan tersebut berdasarkan SK Gubernur Sulut nomor 821.2/BKD/SK/638/2017 tanggal 26 Juli 2017 tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan kepala sekolah SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemprov Sulut.

Turut hadir dalam pelantikan, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw, Sekprov Edwin Silangen, Asisten 1 Jhon Palandung, Kadikda Sulut Gammy Kawatu serta pejabat BKD dan Dikda Sulut.(hm/aldi)

Bupati Tetty Lantik 80 Kepsek dan 7 Pengawas

manadoterkini.com, AMURANG – Seluruh sekolah SMP yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kini sudah memiliki kepala sekolah (Kepsek) baru setelah Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE melantik sebanyak 80 kepsek dan 7 Pengawas di tingkat Dinas Pendidikan di lantai IV Kantor Bupati Minsel Pada Selasa (11/7) sore tadi.

Kepsek Minsel, SMP, TettyMereka ada yang baru, namun ada juga yang lama. Pelantikan disaksikan oleh beberapa kepala Perangkat Daerah (PD). Banyaknya yang dilantik membuat ruangan menjadi sesak, pelantikan dilakukan oleh perwakilan termasuk saat menandatangani SK.

Dalam sambutannya, Bupati meminta agar Kepsek agar bisa menempatkan diri sebagai pendidik yang baik dan menjadi teladan untuk para siswanya.

“Bekerjalah dengan baik dimana anda ditempatkan, pimpin sekolah menjadi lebih baik dan berprestasi, agar nama sekolah bisa terangkat,” ujarnya.Kepsek

Tetty sapaan akrab Bupati Minsel ini juga memperhatikan banyak sekolah yang jumlah pengajarnya sedikit khususnya yang berada di daerah pinggiran Minsel, sehingga beberapa upaya akan dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut. “Di Minsel ada beberapa desa sekolah kecil guru sedikit, kita akan gabung belajar,” kata dia.

Dimaksudkan untuk beberapa sekolah disatukan belajarnya, namun saat ujian nanti akan digelar di sekolah masing-masing seperti awalnya. “Ini kita lakukan untuk mengatasi kekurangan guru, supaya tidak ada lagi yang mengeluh kekurangan guru,” tandasnya. (dav)

Ini Pernyataan Kadis Kawatu Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek

 

kawatu
Gemmy Kawatu

manadoterkini.com, SULUT – Hal ini bisa jadi isu bisa juga fakta. Begitu pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Asiano Gamy Kawatu SE MSi, Jumat (13/1/2017) menanggapi rumor mengenai jual beli jabatan yang diduga terjadi di lingkungan pendidikan, pra pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK Negeri di Sulawesi Utara (Sulut), yang direncananya dibahas pekan depan.

“Dimana-mana itu ada orang bikin isu, bisa juga fakta, ” meniru ucapan Kawatu.

Dirinya pun menegaskan, kegiatan jual beli SK tersebut tidak mungkin dilakukan Dinas.

“Ini SK Gubernur, kalau Gubernur nda tekeng nda jadi. Kadis juga cuma mengusulkan yang menetapkan Baperjakat, ” terangnya.

Kawatu menambakan, sejauh ini telah melakukan infestigasi di Dinas yang dipimpinnya sekarang, dan dia memastikan yang mengetahui akan draf hanya empat orang saja.

Diapun mengakui dirinya pun sering dicatut persoalan ini. Dengan itu Kawatu menghimbau, agar para guru atau pun kepala sekolah untuk tidak terpengaru dengan iming iming atau tawaran jabatan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, karena kepala sekolah dipilih dan ditetapkan nanti berdasarkan syarat dan aturan yang ada.(alfa)

Gubernur OD Menegaskan Kepsek Yang Ketahuan Pungli Tidak Akan Dilantik

 

Olly Dondokambeymanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE menegaskan calon Kepala Sekolah (Kepsek) SMA sederajat yang kedapatan melakukan praktek pungutan liar atau melakukan memberikan uang dalam rangka jabatan tersebut dipastikan tidak akan dilantik.

“Salah sendiri kalau ada pungutan liar, siapa yang memberikan uang saya tidak lantik, semua putusan Gubernur, ” ujar Dondokambey, Kamis (12/1/2017) malam.

Diapun menyampaikan untuk pelantikannya Kepsek tersebut, rencananya dilaksanakan pekan depan.

“Minggu depan, tetapi saya mesti konsultasi juga dengan Bupati/Walikota yang di wilayah tersebut, ” terang orang nomor satu Sulut ini.(alfa)

Terkait Aset, Dikpora Kumpul Kepsek se-Minsel

Minsel
Diknas MInsel kumpul kepsek data aset

manadoterkini.com, AMURANG – Dalam rangka menjalankan intruksi Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE dan Wakil Bupati (Wabup) Frangky Donny Wongkar SH terhadapa penyelesaian aset yang ada di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel.

Seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) yang ada di Kabupaten Minsel pada Selasa (18/10) siang tadi dikumpul oleh Dikpora Minsel.

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE melalui Kepala Dikpora Minsel Ollivya Lumi mengatakan, para Kepsek dikumpul untuk meminta semua data yang ada.

“Ini kami lakukan guna mendata kembali semua aset yang ada di Dikpora Minsel, khysusnya yang ada di semua sekolah yang ada di Minsel,” ujarnya.

Menurut Dia, hal ini juga mereka lakukan sehubungan dengan permintaan dari BPK-RI perwakilan Sulut.
“Ini juga kami lakukan sesuai permintaan BPK, mereka meminta agar semua aset didata kembali, termasuk didalamnya di sekolah yang ada,” tandasnya.

Lumi mengakui jika ada Kepsek yang tidak melaporkan aset tersebut, maka akan dikenakan sangsi. “Pelanggaran kepsek tersebut akan kami serahkan ke Bupati dan Wakil Bupati sebagai pimpinan daerah” pungkasnya.(dav)

Peringati Hardiknas, SMP Negeri 13 Manado Gelar Lomba Menghafal UUD 1945 dan Pahlawan Nasional

Jen Nukuhally, Kepsek, SMP Negeri 13 Manado, Hardiknas, Ujian Nasional SMP
Jen Nukuhally (ist)

MTerkini.com, MANADO – Saat ini banyak siswa tidak menghafal lagi Undang-undang Dasar 1945 dan Pahlawan Nasional. Berkaitan dengan itu, SMP Negeri 13 Kota Manado menggelar kegiatan ini.

Saat dijumpai di ruang kerjanya, Kepala Sekolah SMP 13 Manado Jen Nukuhally mengatakan kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan sikap menghargai jasa pahlawan sekaligus mengingat kembali UUD 1945. “Banyak siswa sudah lupa ketika ditanya pasal-pasal di UUD 1945 begitu pula dengan Pahlawan Nasional,” ujarnya kepada manadoterkini.com.

selain itu, kegiatan ini sangat bermanfaat kepada siswi kelas IX yang pada pekan depan akan mengikuti ujian Nasional tingkat SMP. “Peserta UN 2016 disini ada 146 siswa dan 2 sudah DO berarti sisanya 144 siswa dan mereka telah siap ikut UN,” katanya.

Untuk UN sendiri pihaknya telah membantu siswa dengan pengayaan untuk mengingat kembali pelajaran yang telah didapat. “Kami dari bulan November telah mulai dengan pengayaan,” singkat Nukuhally. (cia/chris)

MTerkini.com, SULUT – Sungguh memiriskan kondisi dunia pendidikan di daerah kepulauan. Pasalnya dipenghujung akhir tahun 2015, ternyata ada 30 Sekolah di kepulauan Sangihe tidak memiliki Kepala Sekolah (Kepsek).

Dari data yang dihimpun dari 30-an Sekolah yang tidak memiliki Kepsek didominasi oleh Sekolah Dasar karena sebagian besar Kepseknya sudah masuk usia pensiun.

Kondisi ini langsung mendapat perhatian dari anggota DPRD Sulut, Edwin Lontoh. Kepada wartawan, Lontoh yang menjabat juga sebagai Ketua Fraksi Demokrat pemerintah harus bertindak cepat bila hal itu memang terjadi.

“Jika memang benar ada 30-an Sekolah belum memiliki Kepsek, maka pemerintah Sangihe dan Provinsi harus bertindak cepat sebab ini bukan masalah sepele,” ungkapnya. Sambil menyakan bahwa sekolah tidak akan berjalan baik jika tidak memiliki Kepala Sekolah. (Jef)

Pemkot Tomohon Awasi Kinerja Kepsek dan Guru

Eman
Jimmy Eman

TOMOHON, (manadoterkini.com) – Kinerja para Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru yang ada di Kota Tomohon akan terus diawasi Pemerintah Kota. Hal ini dikatakan langsung Walikota Tomohon Jimmy F. Eman SE Ak kepada sejumlah wartawan Jumat (12/6) siang tadi. “Kinerja para guru akan kita pantau terus- menerus,” kata Eman.

Menurut Walikota, hal ini dilakukan karena adanya kenaikan Tunjangan Tambahan Pendidikan (TTP) yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda). Pemberian tunjangan tersebut guna memberikan semangat kepada guru-guru agar lebih optimal dalam melaksanakan tugas. ” Jadi dengan dinaikkannya TTP bagi para guru dan Kepaek, saya berharap kinerja lebih ditingkatkan lagi dan harus di barengi dengan prestasi,” harapnya.

Ditambahkannya, umar bakri ini harus menunjukan kinerja sebagai Abdi Negara yang baik sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di kota Tomohon yang sama-sama kita cintai ini.(efd)